<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370</id><updated>2011-04-22T01:36:26.640+07:00</updated><category term='laporan kegiatan'/><category term='profil'/><category term='kritik'/><category term='opini'/><category term='informatika'/><category term='telaah'/><category term='puisi'/><category term='kesehatan'/><category term='cerpen'/><category term='cathar'/><category term='hikmah'/><category term='Artikel Umum'/><title type='text'>generasihk9</title><subtitle type='html'>silaturahim adalah cara memperluas rezeki dan keberkahan usia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>57</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5022265813289345496</id><published>2008-11-29T05:34:00.002+07:00</published><updated>2008-11-29T05:37:25.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cathar'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kabar Angin di UGM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita di Kelas Teori Akuntansi -Jumat 7 November 2008-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walau sudah bukan headline lagi, saya cuma mencoba menceritakan kembali saat-saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sedang berada di ruang kelas U214 untuk kuliah Teori Akuntansi bersama Pak Suwardjono. Hari itu kita dijanjikan kuis untuk memasuki BAB baru, saya dan teman-teman lumayan belum siap dan berharap bapak dosen mau menunda atau bahkan membatalkan kuis tersebut, mengingat mata kuliah yang sedikit sulit dipahami jika harus mengandalkan buku teks yang beliau susun sendiri itu. Beberapa menit prolog dari pak dosen sambil beliau mengutak-atik komputer kelas yang tak kunjung merespon CD yang berisi soal kuis tersebut, kemudian beliau berkata "Kalau CD-drive nya tidak berfungsi, dan kebetulan saya tidak membawa flashdisk, kemungkinan kuis ditunda", saya pun mengamini dalam hati-dan saya yakin teman-teman yang lain juga demikian-. Operator kuliah kemudian pak dosen panggil untuk membantu operasi komputer itu, dan sejurus kemudian diputuskan kuis untuk ditunda pekan depan karena pada akhirnya CD-drive itu memang sedang error. --Sorak-Sorak Bergembira..Bergembira&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Bersama…--&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Listrik Padam&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perkuliahan berjalan sebagaimanamestinya, hingga 30 menit kemudian..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang akhir kuliah seringkali menyiksa, karena selain termasuk kedalam kategori kuliah siang yang membosankan dan membuat mata terpejam memang menit-menit terakhir tidaklah kondusif lagi untuk sebuah perkuliahan berdurasi 150 menit. Pak dosen sudah menyadari akan kegelisahan kami yang hendak segera mengakhiri kuliah, dan tiba-tiba listrik padam. Saya yakin, jika saat itu memang terjadi sabotase (dari insiden komputer hingga listrik padam) dari pihak mahasiswa atau pihak manapun, maka ia telah sukses mengganggu kegiatan belajar mengajar kami, ia sukses membuat dosen gelisah, jengkel, bete dan akhirnya ingin segera menyudahi perkuliahan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak lama, listrik menyala kembali yang didukung oleh tenaga cadangan (sepertinya diesel). Karena setelah listrik padam dan menyala lagi maka komputer harus restart dan viewer harus dinyalakan dengan remote yang berada di tangan operator kuliah, secara tidak resmi sesi disudahi. Tapi sepertinya bapak termasuk dosen yang taat dengan jatah waktu kuliah, karena jika lebih maupun kurang, maka dosen secara langsung telah menzholimi mahasiswa. So, ia tetap melanjutkannya. Tak lama..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;And The Moment's Begun&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terdengar siulan angin dari arah utara (kebayang kan.. kalau angin sampai terdengar siulannya, berarti knot-nya gede). Kemudian serta-merta terdengar bunyi dahan yang menggelepak-gelepak dekat jendela (mereka yang duduk dekat jendela khawatir dahannya menabrak hingga memecahkan jendela. Juga bunyi sesuatu yang pecah, yang kemudian setelah ditengok ternyata atap asbes terbang  dan rusak. Dari arah depan ruang kelas, kayu pembatas yang kira-kira baru bisa diangkat sama 4 orang-an tiba-tiba doyong dan jatuh, tapi tidak sampai pecah kacanya (berarti yang bikin jago itu..). Dan tidak lupa bunyi pintu dan jendela yang bergetar. Secara otomatis kita tidak lagi berfokus pada penjelasan dosen, tapi mencari cara agar bisa keluar, tapi di luar juga tidak aman sepertinya. Berbeda dengan bencana gempa, jika terjadi maka kita dianjurkan untuk keluar gedung, tapi kalau angin kencang begini, kalau keluar malah berbahaya, maka kita diminta tidak keluar ruangan hingga&lt;/div&gt;&lt;div&gt;reda.  Genting-genting gedung Utara beterbangan, beberapa membolongi alang-alang ruang kelas dan air hujan yang deras itu pun membanjiri, kelas bubar seketika. Setelah hal ini terjadi, tidak ada prasangka lagi ada sabotase penggagalan kuliah, karena kejadian yang terakhir adalah murni peristiwa alam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kehebohan tidak terjadi saat itu saja, melainkan pasca kejadian. Kami serentak keluar, di luar mahasiswa lain memenuhi koridor, memandangi setiap spot-spot kerusakan properti. Terlihat di parkiran dosen sebelah timur gedung FEB UGM, pohon-pohon berumur berdahan besar tumbang menjatuhi  mobil di bawahnya.Yang saya lihat satu mobil hingga pecah jendelanya dan satu lagi bentuknya tetap bertahan. Mungkin akan lebih dramatis jika dilihat dari atas, karena atap yang bolong-bolong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;We're Nothing&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesaat aku merasakan hawa itu, hawa keangkuhan yang teruntuhkan oleh alam. Setiap harinya yang sering terlihat dan terbayang adalah FEB rapi jali, bersih, tertata rapi, dan beberapa kali diupgrade dan dirawat dengan pembangunan taman, pelebaran parkir, penambahan public TV, dan yang lainnya. Penambahan beberapa fasilitas memang beralasan dan bermanfaat, tapi bukan berarti kami sepenuhnya senang dengan hal-hal itu. Kami lebih merasa, betapa fakultas berpusing-pusing dan mengerahkan segala upaya untuk tampil menawan dengan dalih going international. Dari siapa dananya? Tentu saja dari mahasiswa yang membayar sedemikian banyak rupiah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah bencana ini terjadi, beberapa kawan mengambil hikmah dengan gaya yang berbeda-beda :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--"Kenapa ya yang kena sebagian besar kawasan UGM? Huh…UGM bayarnya mahal sih…Mungkin banyak yang ngedoain jelek"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--"Akhir-akhir ini UGM banyak maksiat, terutama di daerah Grha Sabha Pramana, yang kalau malam suka rame ama anak-anak malem. Ini sebuah peringatan."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--"Kawasan sekitar UGM (walaupun bukan daerah kampusnya) juga sering terpampang spanduk-spanduk agenda dugem di berbagai pub di Jogja, yang banyak dari mahasiswanya main-main ke sana."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--Parahnya, ada teman saya yang menanggapinya dengan "Wah, subhanallah, keren banget moment-nya, bahagia aku bisa melihat kejadiannya langsung, soalnya yang kayak begini kan langka." Kira-kira begitulah ia mengungkapkan rasa senangnya, dan saya tanggapi dengan "Ya iya lah kamu seneng, kan yang ngebenerin semuanya dan bayar kerusakannya bukan kamu…"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keesokannya, jika angin berhembus sedikit kencang atau hujan agak lebat, memori itu berputar lagi dan berlagak sedikit takut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepekan kemudian, di kuliah yang sama, pada jam, tempat, dan dosen yang sama pula, akhirnya kuis yang tertunda dapat terlaksana juga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5022265813289345496?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5022265813289345496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5022265813289345496&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5022265813289345496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5022265813289345496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/11/kabar-angin-di-ugm-cerita-di-kelas.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8627397377601593930</id><published>2008-11-29T05:29:00.004+07:00</published><updated>2008-11-29T05:37:41.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;margin-bottom: 0in; "&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Bom Waktu Krisis Ekonomi Dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-bottom: 0in; "&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Oleh : Iya Yaumil Hakim (Mahasiswa FE Unpad jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;margin-bottom: 0in; "&gt;Gejolak Moneter yang melanda Amerika Serikat tidak saja mengguncang sendi-sendi ekonomi AS, tetapi juga menimbulkan kepanikan global. Kepanikan itu tercermin pada kekacauan bursa saham, harga saham bertumbangan, para pialang mengalami &lt;i&gt;shock, &lt;/i&gt;investor dilanda kepanikan, nasabah menyerbu bank, nilai tukar mata uang anjlok, kucuran dana pembangunan tersendat, transaksi perdagangan dihentikan, otoritas pemerintah kehilangan akal, dan urat nadi perekonomian terancam bangkrut.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Krisis keungan global “menampar” golongan menengah-atas yang biasa hidup “disurga moneter”  : barang mewah, gaya hidup berkilau, bisnis berlian, pakain dan mobil mewah. Namun karena gejolak moneter diramalkan akan lama, “tamparan” juga dirasakan kelas menengah dan kaum miskin, yang hidupnya bergantung pada fluktuasi moneter.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apa akar permasalahan ini semua???? (red : &lt;b&gt;Sub-prime mortgage&lt;/b&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;……….&lt;br /&gt;Semua perusahaan yang sudah &lt;span style="color:#00b0f0;"&gt;&lt;i&gt;go public&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#00b0f0;"&gt; &lt;/span&gt;lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari 60 tahun cara ''membesarkan' ' perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu belum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ''Deregulasi Kontrol Moneter''. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada &lt;b&gt;UU Mortgage&lt;/b&gt;. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keluarnya ''jalan baru'' pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi ''jalan baru'' yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;b&gt;''mortgage''&lt;/b&gt; berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers&lt;a class="sdendnoteanc" name="sdendnote1anc" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1852014880555194370&amp;amp;postID=8627397377601593930#sdendnote1sym"&gt;&lt;sup&gt;i&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1852014880555194370&amp;amp;postID=8627397377601593930#sdfootnote1sym"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ''para pelaku bisnis keuangan'' sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ''bank jenis lain'' yang disebut investment banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah investment banking itu bank?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ''hanya mirip'' bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam ''deposito'' dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ''personal banking''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang ''menabung'' -kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apanya yang salah? Kekacauan system ataukah salah mengambil kebijakan?&lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt; Membaca analisa Jeffrey D. Sachs pada artikelnya tentang akar permasalahan krisis finansial di US (&lt;a href="http://www.project-syndicate.org/commentary/sachs139"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;http://www.project- syndicate. org/commentary/ sachs139&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;), membuat dahi kita sedikit berkerut apakah ini sekedar memang masalah kesalahan kebijakan yang diambil oleh otoritas yang kemudian menyebabkan kecenderungan negatif di pasar keuangan, atau memang karena sistem keuangannya yang kacau, yang dengan kebijakan apapun kecenderungan negatif itu pasti terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt; Menurut Sachs, semua ini berawal dari ketidak-telitian &lt;span style="color:#00b0f0;"&gt;Fedres&lt;/span&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;(Federal Reserve : Bank Sentral di AS&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;)&lt;/i&gt; dalam men-set kebijakan tingkat suku bunga. Kebijakan tersebut memberikan sinyal monetary ekspansi yang mendorong agregat konsumsi di pasar. Kecenderungan konsumsi ini dalam dua tahun terakhir, terkonsentrasi di sektor perumahan. dorongan konsumsi ini diperkuat dengan kemudahan credit system oleh lembaga keuangan khususnya mortgage. Para bankir berasumsi bahwa pada masa mendatang harga rumah akan meningkat, sehingga hakikatnya jikapun nasabah tak mampu membeli, nilai rumah tersebut akan membeli dirinya sendiri. dengan tingkat bunga yang rendah dan ekspektasi (juga kecenderungan yang terjadi) nilai rumah meningkat, tentu akan mendorong kenaikan permintaan akan rumah. Tetapi ketika permintaan itu melambat (menuju posisi "kapasitas terpasang" atau jenuh), jatuh pulalah harga rumah itu jauh di bawah akumulasi kredit yang telah terbentuk.&lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt; Karena memang posisi para nasabah lemah dalam basis keuangan, tentu potensi kredit macet menghadang lembaga-lembaga mortgage. Jadi peningkatan permintaan terhadap rumah lebih karena kebijakan tingkat suku bunga yang terlalu rendah dan kemudahan prosedur yang diterapkan lembaga keuangan instead of kemampuan keuangan nasabah (genuine demands). &lt;span lang="sv-SE"&gt;Otoritas yang dalam periode sub-prime mortgage ini menaikkan tingkat suku bunga, kembali menurunkan suku bunga tersebut. Tetapi pengalaman pada kegagalan di sektor perumahan sebelumnya ternyata men-drive credit expansion ke arah commodity speculation and foreign currency. Dan terjadilah financial turmoil yang saat ini kita tengah saksikan adegan dramanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Analisa Sachs sepintas memberikan jawaban yang relatif komprehensif tentang krisis ini. tapi ada benang merah yang membuat krisis ini terus berulang dan beberapa tahun terakhir ini selalu dan bahkan semakin kerap terjadi. Pertanyaan yang menggelitik adalah, mengapa kecenderungan kebijakan dan prilaku rasional pasar tidak bisa diprediksikan implikasi dan konsekwensinya sebelum akibat negatifnya terjadi. &lt;/span&gt;Selalu saja analisa "cerdas" datang belakangan.&lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt; Kalau sedikit menengok kebelakang, krisis-krisis keuangan pada hakikatnya memberikan fenomena yang sama baik kondisi sebelum, sedang maupun sesudahnya. Saya tetap bersikukuh semua berawal dari konsepsi credit system yang mengandalkan suku bunga. keberadaan bunga yang ditetapkan sebelum proses ekonomi, kemudian mendikte pasar dan menentukan prilaku pasar yang misleading dari yang sepatutnya. seharusnya suku bunga menggambarkan tingkat productivity of capital dalam proses ekonomi. Tapi itu tak terjadi. Ketetapan suku bunga seakan-akan menggantikan produktifitas riil ekonomi. Ketika ada gap antara ketetapan suku bunga dengan produktivitas riil, maka kecenderungan prilaku dipasar akan membuat distorsi. Hal ini tentu membuat interaksi pada aplikasi keuangan menjadi unpredictable, uncertaint dan fragile. Lihat saja apa yang menjadi fenomena sub-prime mortgage.&lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt; Intinya perulangan krisis keuangan yang selalu melanda dunia merupakan hasil dari sistem yang salah dilengkapi dengan prilaku manusianya yang tak terpuji (greedy). Ketika semua pelaku pasar tak ingin menanggung risiko, karena risiko tak bisa hilang (risiko adalah kondisi alamiah yang melekat pada setiap effort &amp;amp; return), maka somehow risiko itu pasti akan meminta korban diantara para pelaku pasar. Sementara pada tataran sistem, credit system telah mendikte pasar untuk tidak perprilaku alamiah. Penetapan suku bunga pada hakikatnya pemastian sebelah pihak terhadap potensi kejadian pada masa depan. Suku bunga (baik tinggi maupun rendah) memaksa pasar harus selalu memberikan return, padahal produktifitas riil bisa saja turun bisa pula naik, mungkin untung mungkin juga rugi. Ketika ada gap maka ini membuat pasar menjadi negatif.&lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="JUSTIFY" style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in; line-height: 100%"&gt; Dengan penggambaran di atas, sangat beralasan untuk mengatakan bahwa sepatutnya yang dibenahi oleh para pemegang otoritas adalah pada ranah system, bukan mengutak-utik kebijakan. Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="sdfootnote1"&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; page-break-before: always"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote1sym" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1852014880555194370&amp;amp;postID=8627397377601593930#sdfootnote1anc"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;&lt;/sup&gt;  Salah satu Perusahaan Investasi terbesar di AS yang gulung tikar  baru-baru ini, dikarenakan krisis keuangan yang melanda dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="sdfootnote"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="sdendnote1"&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; page-break-before: always"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a class="sdendnotesym" name="sdendnote1sym" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1852014880555194370&amp;amp;postID=8627397377601593930#sdendnote1anc"&gt;i&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="sdendnote"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8627397377601593930?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8627397377601593930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8627397377601593930&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8627397377601593930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8627397377601593930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/11/version1.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-9046485921795240066</id><published>2008-11-29T05:02:00.015+07:00</published><updated>2008-11-29T05:29:29.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;DARI ISLAM   LIBERAL MENUJU ISLAM PROGRESIF&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; oleh : Mumu At-tibty&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Diskursus keislaman kontemporer (Alkhitab al-islamiy almu’ashir) telah membahana di berbagai belahan dunia islam. Mesir mungkin bisa dijadikan kiblat wacana keislaman kontemporer, Karena memiliki sejumlah tokoh pembaru yang amat dikenal, antara lain: Muhamad Abduh, Ali Abd al-raziq, Gamal al-banna, Rif’at Thanthawi, Hasan hanafi, dan lain-lain. Pemikiran mereka tidak hanya dijadikan rujukan penting di Negara mereka sendiri, tetapi juga memberi inspirasi bagi segenap dunia islam. Yang sangat menarik dari wacana keislaman mereka adalah upaya memfotokopi pencerahan yang telah mengantarkan barat ke gerbang kejayaan untuk dimanifestasikan dalam kehidupan para muslim. Mereka kritis terhadap barat, tetapi mereka juga mengambil sisi positif dari barat yang merupakan sebuah keniscayaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Gelombang pemikiran keislaman yang sedang membahana dengan kencang didunia islam tersebut membuktikan bahwa islam sebagai diskursus akan mengalami diaspora yang tak terbendung. Pembaruan pemikiran islam adalah keniscayaan sejarah, dimana ada pemikiran keislaman akan selalu mengikuti sejarah. Istilah al-Qur’an bii allisaa- ni Qoumihi merupakan negosisasi rasional, bahwa islam sebagai doktrin dan norma harus dibahasakan dan ditafsirkan sesuai dengan konteks zaman dan sejarahnya. Contoh yang paling sederhana adalah, bagaimana kita mendefinisikan para penerima (mustahiq) zakat dalam konteks sosial sekarang, pendistribusian dana zakat untuk sektor fakir-miskin bisa mencakup sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas kesehatan dan pemukiman tunawisma atau orang-orang jompo. Demikian pula definisi riqab, yang dalam ilmu fiqih adalah orang dengan status budak, untuk zaman sekarang jelas tidak bisa ditemukan. Tetapi makna yang mendalam dari riqab adalah menunjuk gugusan manusia yang tertindas, dieksploitasi baik secara personal maupun struktural. Dalam hal ini zakat bisa diperankan untuk membebaskan para buruh rendahan yang mempunyai gaji kecil dan tertekan oleh pekerjaan dan majikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Disinilah makna terdalam dari kehadiran sejumlah tokoh yang mengusung rasionalitas dan kebebasan berpikir. Adalah merupakan suatu sejarah yang terus berulang dimana ada kelompok yang berinisiatif melakukan pembaruan, pasti ada kelompok lain yang meresponnya. Barang kali menjadi fakta yang harus dicermati secara bijak, bahwa tradisionalisme akan selalu berhadapan dengan  liberalisme. Mengharap tradisionalisme sebagai solusi adalah mimpi, sebagaimana mengharap liberalisme sebagai sesuatu yang tunggal juga tidak realistis. Pergulatan antara tradisionalisme dan liberalisme mempunyai makna tersendiri dalam dinamika keislaman. Pada umumnya, menurut hemat saya, fakta tersebut mempunyai dampak positif dalam merangsang dialog pemikiran yang dinamis dan konstruktif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Bagaimana dengan Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar didunia? tentu saja pemikiran-pemikiran liberal menyebar dengan cepat ke tanah air. Terutama dilihat dari sejumlah pengusung gagasan pembaruan , seperti Nurcholis Madjid, Dawam Rahardjo, Komarudin Hidayat, Nasarudin Umar, Saiful Mujani, dan puncaknya Ulil Abshor Abdala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Gagasan-gagasan pembaruan pemikiran yang diusung Cak-nur hingga islam liberalnya Ulil Abshar membeikan perhatian yang besar pada isu-isu islam inklusif dan pluralis ”hingga lahirnya karya monumental fiqih lintas agama” merupakan bukti , bahwa perlu tafsir kontekstual untuk mendongkrak kesadaran islam yang merahmati keragaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Menurut hemat saya, hendaknya wacana keislaman kontemporer mempunyai signifikansi dan kesadaran progresif, perdebatan intelektual sejatinya tidak hanya berhenti pada meja diskusi, melainkan menjadi wacana yang bersifat praksis. Setidaknya, perdebatan–perdebatan pemikiran liberal dengan kalangan non-liberal terus mengemuka, Baik pemikiran liberal maupun pemikiran tradisional (fundamentalis) kedua-duanya memiliki hukum pasar sendiri. Sehingga kemungkinan eksis lebih terbuka. Dan tentunya keduanya harus saling menghargai dan terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Memang tidak bisa dipungkiri,karena perdebatan yang muncul sering kali kurang menyentuh subtansi pemikiran. Kesadaran untuk menerima dan memberi antara kubu liberal dan fundamantalis hampir tidak bisa ditemukan. Masing-masing menjadi arus besar atau mazhab yang saling menafikan eksistensi yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Karna itu gagasan islam liberal seringkali dipertanyakan banyak kalangan. Hanyakah gagasan islam liberal selama ini berhenti dalam ruang hampa dan semu? Apakah benar asumsi bahwa sasaran islam liberal adalah islam fundamentalis?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya memberikan inspirasi bagi gerakan liberal untuk mempertimbangkan kembali strategi dan pilihan isu di masa-masa mendatang. Islam liberal harus mulai merambah pada problem-problem kekinian. Islam liberal harus berpihak dan menyentuh persoalan masyarakat yang paling bawah, sehingga kehadirannya memberi makna riil bagi masyarakat kalangan manapun. Pemahaman atas islam harus sejalan dengan kepentingan publik, tidak hanya kepentingan nalar semu. Karnanya hal prioritas adalah membangun keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa ini. Selama ini gagasan keislaman liberal yang bernuansa kedamaian dan  moralitas hanya bergerak dalam tataran teoritis dan bersifat parsial. Tapi gagasan progresif yang berarti pembelaan terhadap kaum lemah, yang didalamnya membahas wacana-wacana actual, seperi pembelaan terhadap buruh, fiqih anti korupsi, membela kaum lemah fakir-miskin dan lain-lain, kurang begitu diangkat ke permukaan. Disinilah pentingnya agar islam liberal tidak hanya bermain dalam isu-isu  yang abstrak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Shalahudin Jursyi salah seorang intelektual asal Tunisia dalam buku feneomenalnya yang berjudul Al- islamiyun  AL- taqaddumiyyun mengatakan, Gagasan islam progresif mempunyai kehendak yang kuat untuk membela kaum lemah melalui tiga hal: debirokrasi pemerintahan, kebebasan mutlak, dan pemberdayaan masyarakat sipil. Shalahudi Jursyi bermaksud memberikan pengarahan yang konkrit tentang wilayah yang semestinya dilakukan oleh aktivis islam progresif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Penulis ingin mengutip pernyataan salah satu intelektual muslim NU Zuhairi Mishrawi yang mengatakan, Agenda islam progresif adalah memberikan penyadaran bahwa bahwa agama bukanlah cek kosong yang hanya menjual symbol, seperti gaung formalisasi syariat yang membahana dalam konteks politik mutakhir, melainkan agama harus menghadirkan kesadaran moral dan etis yang memberi direction bagi pembebasan dan pembelaan terhadap publik. karena itu, beragama tidak cukup hanya dengan membela Tuhan, akan tetapi yang tidak kalah penting adalah membela kemaslahatan umum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;            Barangkali tulisan ini cukup membuka wawasan kepada para pembaca semuanya untuk bisa membedakan antara golongan islam liberal dan golongan islam progresif. Islam kaffah bukanlah cara pandang tunggal dan menegasikan perbedaan, tetapi kesediaan membangun ruang dialektik untuk memperkaya khazanah Hablun Minannas. Let’s in put it on the table, we can’t hidden it under our carpet&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-9046485921795240066?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/9046485921795240066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=9046485921795240066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/9046485921795240066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/9046485921795240066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/11/dari-islam-liberal-menuju-islam_29.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-7959063392114285665</id><published>2008-09-16T06:33:00.002+07:00</published><updated>2008-09-16T06:35:19.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:200%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;MERDEKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Oleh:Mohammad Firmansyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                        Mereka Merdeka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                        Merdeka punya mereka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                              -Ya! mereka pernah merdeka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                              -Tidak! sekarang mereka belum merdeka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                              -Mereka hanya menerka mereka merdeka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                        Ah! masak mereka menerka merdeka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                        Bukan kah dulu mereka memperjuangkan merdeka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                        Berarti merdeka hak mereka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                          &lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                -Tidak! merdeka tak lebih dari rekaan mereka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                -Bodoh mereka! dasar keras kepala mereka.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                kamu yang bodoh! memangnya kamu siapanya mereka?&lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                -Aku merdeka yang mereka terka.hahaha...&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;                                                                                                                 Kamar yang sepi, 24 Agustus 08&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-7959063392114285665?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/7959063392114285665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=7959063392114285665&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7959063392114285665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7959063392114285665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/09/merdeka-olehmohammad-firmansyah-mereka.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1805401196033828514</id><published>2008-09-16T06:23:00.005+07:00</published><updated>2008-09-16T06:31:59.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:180%;" &gt;Nasihat Sang Guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Oleh: Ahmad Adi Andriana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Apapun jadinya kalian nanti da’wah tetap menjadi yang utama”.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah nasihat sederhana tapi sulit di terjemahkan ke dalam realita nyata,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;karena itu berarti da’wah harus menjadi titik fokus. Dengan memberikan ruangan besar dalam pikiran kita untuk da’wah. Untuk menciptakan realitas “apa jadinya kita nanti” berdasar ruangan besar itu. Karena seperti kata Abraham Lincoln “anda adalah apa yang anda pikirkan”. Bagaimana cara kita berfikir ini tidak ada kaitannya dengan teori dominasi otak kanan atau otak kiri, tapi ia lebih condong pada bagaimana emosi dan akal berfungsi yang kemudian mendorongnya ke alam keyakinan sampai akhirnya keyakinan itu mengombak dan mendidih sehingga tumpah menjadi tindakan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Dengan kata lain mengadaptasikan hidup ke depan berdasar naskah di atas. Juga berarti meletakkan trilogi godaan ;harta, kekuasaan dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;cinta di bawah da’wah. Ketiganya memiliki kekuatan pengaruh signifikan dalam membangunkan insting liar memiliki di dalam jiwa manusia. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220284723_0"&gt;Jika&lt;/span&gt; insting itu terbangun, ia akan berkembang menjadi keserakahan dan keserakahan menuntut sejenis proteksi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;terhadap semua yang telah di peroleh; maka lahirlah penolakan berkorban, dan tidak mau mengakui bahwa da'wah adalah kewajiban bahkan tidak sampai batas itu saja kadang menjadi penentang yang pada akhirnya cerita&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;suatu saat ketika Abdurrahman bin Auf sedang berbuka puasa, beliau mengatakan: "Mus'ab telah syahid dan ia lebih baik dariku, padahal kain kafannya tidak cukup untuk menutupi seluruh tubuhnya, jika kepalanya ditutup maka kakinya terlihat, jika kakinya ditutup maka kepalanya terlihat. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220284723_1"&gt;Hamzah&lt;/span&gt; telah syahid dan ia lebih baik dariku, padahal tidak ada kain kafan yang ditemukan untuknya kecuali burdah-nya. Lalu dunia pun dibuka lebar untuk kami. Dan aku khawatir yang terjadi hanyalah bahwa kebaikan-kebaikan kami telah sengaja dibalas lebih dulu, hingga tak ada lagi yang akan kita peroleh di akhirat”, sulit terulang bahkan menjadi mustahil.&lt;br /&gt; Kekuasaan kata ust. Anis Matta “ memaksa seseorang merakit seluruh energi kehidupannya untuk mendapatkannya dan memberinya candu heroisme, sesuatu yang karenanya membuatnya merasa sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sophisticated&lt;/span&gt;, dan selanjutnya mendekatkannya pada sifat dan fasilitas ketuhanan“. Tidak heran jika spirit &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220284723_2"&gt;Umar&lt;/span&gt; dan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220284723_3"&gt;Abu Bakar&lt;/span&gt; menolak bersemayam dalam idealisme. Terakhir cinta, menjadi sebuah dilema, dimana harus di selaraskan oleh rasio spiritual, karena cinta adalah inti emosi dan penggerak utama manusia adalah emosi, kata indah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220284723_4" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;tentang cinta&lt;/span&gt; di ukir Sayid Qutb dalam puisinya&lt;span lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%; font-family: Harrington;" lang="IN"&gt; “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ya Allah,Jika aku jatuh cinta,cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Ya Muhaimin, Jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu, Ya Allah,jika aku jatuh hati,izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu. Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu. Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu. Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu. Ya Allah,jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu. Ya Allah.jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu. Ya Allah. jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki, dan rindu abadi hanya kepada-Mu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Harrington;" lang="IN"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Inilah perang batin, karena saat itulah pertarungan mempertahankan keabadian menjadi konflik nyata. Tak ada gemuruh tepuk tangan saat menang menundukan ketiga hal itu, hanya sunyi dan sepi yang pasti terganti di hari nanti. Itulah saat hidup kita mulai tersentuh keberkahan. Kita ada di puncak. Dan kita akan seyakin Umar dalam sebuah suratnya kepada Amru Bin Ash di Mesir,” tidak akan pernah sanggup mengalahkan orang-orang kafir dengan kecukupan sarana dan banyaknya jumlah tentara kita. Kita hanya dapat mengalahkan mereka karena kita beriman dan mereka kafir, karena kita bertakwa sementara mereka bermaksiat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1805401196033828514?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1805401196033828514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1805401196033828514&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1805401196033828514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1805401196033828514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/09/nasihat-sang-guru-oleh-ahmad-adi.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-4364458457923204972</id><published>2008-09-16T06:03:00.005+07:00</published><updated>2008-09-16T06:22:45.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);font-size:180%;" &gt;Menulis, Antara Pilihan Hidup dan Bakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh : Mohamad Firmansah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya hidup kita dihadapkan kepada pilihan – pilihan, kita tak bisa lagi mengelak dari pilihan hidup kita. Setiap orang menjadi penulis pasti punya jalan sendiri – sendiri. Tapi yang jelas mereka “penulis“ sudah menjadikan menulis sebagai pilhan hidupnya, menulis bagi saya pribadi adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan. Kita bisa menularkan pemikiran kita kepada orang lain, memberikan informasi, data, dan juga bisa kita memberikan pelajaran hidup baik hikmah atau nasehat. Ada anggapan, “buat apa saya menghabiskan waktu untuk menulis, membuat cerita yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; nyata, menghabiskan waktu berjam–jam di depan komputer,  lebih baik saya membetulkan genteng rumah, menguras bak mandi itu lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;real&lt;/span&gt; manfaatnya“,  saya tidak tersinggung dengan perkataan demikian, tidak ada yang salahnya memang. Karena itu menyangkut pilihan hidup yang empunya kata. Mungkin perkataan itu keluar dari mulut seorang tukang dan pembantu rumah tangga. Namun adakah peluang mereka (tukang dan pembantu) tuk menjadi penulis? Padahal bakat dan motivasi mereka tak punya, sebenarnya ada hubungan apa bakat dengan pilihan hidup ini, khususnya di bidang saya, menulis. Kembali saya katakan, hidup selalu di hadapkan dengan pilihan – pilihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan analisa berikut ini, contoh kasus, awal seorang pemuda menyukai menulis puisi, ternyata pemuda ini unik, pemuda ini tiba–tiba pandai membuat puisi, padahal dulunya susah sekali merangkai barang satu bait puisi, mungkin butuh kursus untuk dapat ia ciptakan satu bait puisinya, Namun, suatu ketika ia jatuh cinta dengan seorang gadis.  luar biasa dalam hitungan waktu yang relatif singkat, ia jadi pandai sekali berpuisi, mungkin lebih tepatnya ia menjadi penyair dadakan. Lewat puisi–puisinya  ia pun mulai mengungkapkan segala isi hatinya kepada kekasihnya itu, dengan gaya bahasa yang puitis dan pemilihan diksi yang tepat. Padahal  sebelumnya ia tak temui dalam kamus hidupnya, bergelut dengan bahasa sya’ir. Bisa saya katakan orang akan memaksimalkan potensi yang ia miliki untuk mendapatkan sesuatu yang ia cintai, begitu juga halnya pemuda tadi, ia benar - benar memaksimalkan potensinya untuk berpuisi, mungkin pemuda itu memulai dari memburu buku – buku puisi bekas di toko buku loak, bergabung dengan komunitas pecinta puisi, atau bisa jadi belajar langsung dari penyair yang sudah tersohor itu bisa saja ia lakukan, pemuda itu telah memaksimalkan potensi  seluruh anggota tubuhnya, mata, otak dan tangannya tuk mendapatkan cinta kekasihnya lewat puisinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti hal nya orang yang cinta mati dengan memancing ia akan rela berjam – jam menunggu umpan itu termakan ikan buruannya, bagi pemancing kenikmatan memancing, ya menunggunya itu, apalagi kalau mendapatkan ikan yang besar. Pemuda dan pemancing itu telah membuktikan adakah bakat sebelumnya di dalam diri mereka? Lantas apa yang membuat mereka seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis terkenal Pak Jonru pernah bertutur, tentang perjalanan kariernya sebagai penulis, awalnya ia ditawarin bisnis MLM (Multi Level Marketing). Tawaran dari teman – teman mulai menghujaninya terus menerus tuk bergabung, namun beliau kandas dan bisa dibilang gagal. Pak Jonru beranggapan ia tak berbakat sama sekali dalam bisnis ini, sampai–sampai ia merasa jengkel ketika masih ada temannya yang masih ngotot merayunya tuk terus bertahan dalam bisnis MLM ini, “Untuk terjun ke bisnis, bakat tidak penting kok. Saya dulu sama sekali tak punya bakat. Tapi saya bisa sukses seperti sekarang ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tragisnya ini terjadi pula dalam dunia kepenulisaan, ketika seorang penulis senior berucap kepadanya          “Untuk menjadi seorang penulis yang hebat, bakat tidak terlalu penting, kok..bla…bla…bla…” dan tragisnya lagi saya pun sangat setuju dengan perkataan itu, tukas Pak Jonru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Pak Jonru di atas terkesan menganak tirikan, dua realita yang berbeda tapi sama dalam kontennya, yakni tidak pentingnya sebuah bakat untuk menjadi seorang pembisnis MLM yang sukses maupun menjadi seorang penulis yang handal. Bisa kita katakan ia sudah bersikap diskriminatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menemukan jawabannya, ia pun sadar, ia mencoba menemukan argumen yang dapat diterima oleh akal dan menguatkan dirimya. Jawaban yang mungkin bisa membisukan mulut si pembisnis MLM yang tak kenal lelah melancarkan bujuk rayunya. Dan ini lah yang di katakan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ini adalah sebuah pilihan hidup!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, benar. Semuanya berpulang kembali ke pilihan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya jika kita mau dan mempunyai motivasi yang kuat, seorang yang tidak mempunyai bakat sama sekali dalam bisnis MLM pasti bisa menjadi seorang pembisnis MLM yang sukses, punya omset 1M mungkin, punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;downline&lt;/span&gt; yang banyak mencapai ratusan orang, atau  kelak bisa membeli sebuah pulau, semua itu bisa terjadi, mengingat bisnis MLM ini sangat membahagiakan dari segi materi. Namun, ternyata yang terjadi pada Pak Jonru ini lain, ia pun mengakui dirinya tak selera sedikitpun ketika menjalankan bisnis MLM ini, ia tidak seperti pembisnis MLM yang lainnya , yang memandang manusia sebagai ladang uang yang kelak menghasilkan panen yang wah, ia terkesan ogah – ogahan dalam mencari pembeli, ia berpikir, enggak penting – penting amat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;githu &lt;/span&gt;lho, mencari uang dengan cara seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau kita telaahi itu semua, itulah jawaban dari pada kegagalan seorang Pak Jonru dalam bisnis MLM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kepenulisan pun sama, penulis tak berbakat bisa jadi mengalahkan para penulis yang sudah berbakat ketika ia terus-menerus menulis dan membaca untuk meningkatkan kualitas dirinya, dengan syarat penulis berbakat lawannya itu, mandek untuk menulis. Pasti penulis tak berbakat mampu mengalahkan penulis berbakat tadi, ia pun bisa mendapatkan gelar penulis berbakat selanjutnya,dan ia menjadi penulis sesungguhnya, sedangkan penulis yang mandek itu bisa kita kasih gelar mantan penulis. he...he....  Padahal kalau kita tahu seorang yang mempunyai bakat adalah mempunyai nilai plus, ia akan dengan mudah menyerap teori – teori menulis, dan proses belajar relatif lebih cepat ketimbang mereka yang sama sekali tidak mempunyai bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tidak mempunyai bakat sama sekali tak usah risau, dalam dunia penulis tak ada istilah calon penulis, bagi mereka yang belum menghasilkan sebuah karya layak kok nyandang predikat sebagai penulis, selama kita tetap menulis dan berkarya. Seseorang yang mempunyai bakat dalam menulis tapi tidak diiringi oleh keinginan yang kuat atau motivasi yang besar, saya bisa menjamin orang tersebut tidak selamanya bisa menjadi penulis. Inti dari permasalahan kita adalah KEINGINAN dan MOTIVASI yang kuat adalah FAKTOR TERBESAR dalam menentukan keberhasilan kita di segala bidang, sepakat! camkan itu!. Untuk menjadi sukses, peran  bakat hanya 1% selebihnya 99% adalah kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya bagi para penulis yang tidak berbakat, hendaknya tekankan dalam diri, “menulis adalah pilihan dari hidup saya, saya pantang memperlakukan ia sebagai hobi semata, yang saya tekuni ketika ada waktu luang saja,lalu ditinggalkan begitu saja ketika pekerjaan kantor, kuliah, toko banyak menyita waktu. Saya harus mengkhususkan waktu untuk membaca dan menulis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca dalam sebuah artikel, seorang Helvi Tiana Rosa dalam sebuah peluncuran kumcer, hasil karya anggota FLP Hongkong, yang sebagian besar anggotanya adalah pembantu rumah tangga, ia berkat dalam sebuah forum “ Mulai sekarang apabila ada seseorang yang bertanya kepada kalian, apa profesi kalian. Jawablah ‘Profesi kami penulis dan hobi kami membantu orang lain’.” Sebuah pilihan yang berani bukan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sikap seorang penulis – baik itu yang berbakat atau tidak berbakat – hendaknya,  jika mereka memilih menulis sebagai pilihan hidup dan ingin terjun kedalamnya serta sukses dalam dunia kepenulisan, ia berani berkata pada diri sendiri “Saya adalah penulis, hidup ini untuk menulis, menulis adalah bagian hidup dan gaya hidupku.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis berbakat ada pesan buat anda “Jangan anda sekali–kali  menyia–nyiakan anugerah yang telah Allah berikan, anugerah yang amat berharga dan ingat anugerah ini adalah ladang amal kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat penulis yang tidak berbakat tidak, “  Ayo terus berkarya, kalahkan penulis berbakat itu, karena mereka tidak punya niat sama sekali untuk bersaing dengan kamu, kitalah penulis sesungguhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : sebagian isi disadur dari posted in Dunia Penulisan Pak Jonru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-4364458457923204972?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/4364458457923204972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=4364458457923204972&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4364458457923204972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4364458457923204972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/09/menulis-antara-pilihan-hidup-dan-bakat_16.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1901508159197885993</id><published>2008-09-01T00:30:00.001+07:00</published><updated>2008-09-01T00:32:36.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;KETIKA KAMPUS BEGITU SEMPIT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh:Imron Hasyim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Malas, kesal, benci, jengah, kacau, jadi satu tidak menentu, setiap titiknya memberi warna dan rasa, aku rindu masa lalu, enak rasanya jika bisa seperti dahulu, ingin ku ulang masa lalu, sambil melakukan yang dahulu belum pernah aku lakukan(seakan memang akan lebih baik).&lt;br /&gt;Perasaan seperti itu mungkin pernah melintasi kepala kita sebagai seorang manusia yang hidup mengikuti waktu, entah kapan akan berakhir hanya Dia yang tahu, seperti menjadi lakon dalam sebuah drama dimana akhir cerita hanya sutradara yang menentukan, segala sesuatu sudah diatur hingga kemana arah tujuan semuanya ditangan sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa orientasi itu tiba riuh rendah suara panitia menggema di sela lorong gedung kampus yang menjulang, warna warni identitas jurusan kesayangan hadir begitu semarak, apapun akan di jalankan selama itu perintah kakak atasan.&lt;br /&gt;Kampus tingkat berikutnya setelah putih abu abu, tempat dimana manusia manusia peradaban lahir, dan tangan tangan pembela rakyat serta ideology kebenaran hadir, siapapun ada di sana ujang, ucok, buyung, warna kulit apapun bergabung disana, segala disiplin ilmu mudah didapatkan, tidak ketinggalan bermacam kemampuan dan kompetensi para pemuda dengan mudah bias ditempa dan di wujudkan.&lt;br /&gt;Berbagai warna organisasi hadir beabas berkeliaran mencari sang idealis idealis sejati yang punya semboyan “ni gw” nah “sapa lo”, tidak dipungkiri dari kampuslah para pemimpin hadir dan terlahir, di seluruh dunia dibelahn bumi mana pun, dari kampuslah gaung perubahan dan peradaban terdengar, dengan jas almamater dan semangat perubahan, masyarakat menggantungkan harapan dan cita – cita besar mengawal dan menjaga bangsa, menjadi pondasi yang kokoh demi masa depan yang gemilang, karena masa depan suatu bangsa ditentukan oleh siapa pemudanya saat ini, jika buruk pemudanya bisa dipastikan masa depan bangsa itu juga akan diujung tanduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sampai hari ini perlu kita sadari dan renungkan bersama seperti apa kampus ku, kita, hari ini? Masihkah menyimpan nilai nilai luhur yang ideal, pembawa semangat api perubahan, sebagai laboratorium peradaban, penjaga gerak langkah penguasa, ibu kandung para intelektual sejati.&lt;br /&gt;Atau malah justru sebaliknya, ternyata kampusku kita, hari ini malah hanya tempat kedua setelah mall mall yang berseliweran dengan angkuhnya ditengah jerit anak pengemis jalanan, atau hanya sekedar tempat persembahan ijazah sarjana bagi orang tua, tanda Tanya besar bagi ku kita semuanya.&lt;br /&gt;Sudut sudut kampus berjejer duduk mengepul bagai kereta uap stasiun, petantang petenteng dengan serombongan bodyguard melangkah gontai bagai pemilik modal padahal hanya pengemban amanah mahasiswa, obral kiri kanan merek hp seperti negara ini berada dalam kesejahteraannya semata, pusing tujuh keliling cari tempat makan akan makan dimana hari ini, disudut lain makan ga hari ini.&lt;br /&gt;Inilah kenyataannya, semua punya hak tapi juga semua punya kewajiban, hak seseorang dibatasi hak orang lain, kewajiban kita juga dibatasi kewajiban orang lain. Semua yang kita perbuat tentu ada pertanggung jawabannya, sungguh seandainya kampus sepi?&lt;br /&gt;walllahuallam bishawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1901508159197885993?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1901508159197885993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1901508159197885993&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1901508159197885993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1901508159197885993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/09/ketika-kampus-begitu-sempit-olehimron.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-2730850258224318867</id><published>2008-09-01T00:27:00.002+07:00</published><updated>2008-09-01T00:29:49.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;RAMADHAN BUKAN AJANG SELEBRITISME AGAMA&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:MUMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Kini Ramadhan yang Agung akan Segera Tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Kembali dalam denyut nadi umat islam diberbagai belahan bumi. Bulan yang istimewa bagi umat islam khususnya bangsa indonesia, memadukan kompleksitasnya ditengah krisis kebangsaan. Ibadah ramadhan disaat rakyat sedang sekarat tersendat naiknya harga BBM yang kemudian diikuti harga-harga kebutuhan lainnya. Tapi ada satu hal yang selalu hadir   dalam ruang ketidak sadaran(unconsciousness) kita semua. Tayangan televisi yang tak ketinggalan ikut terjun dalam men-disign "mega proyek"yang bernama Ramadhan.&lt;br /&gt;   Dalam waktu yang hampir 24 jam, dilayar kaca kita semua bisa menyaksikan multiprogram yang terkesan religius. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1220203625_0"&gt;Mulai&lt;/span&gt; dari ceramah, kuis, sinetron, iklan dan bahkan presenter yang membawakan acara kesemuanya dibingkai dalam setting yang agamis. Apakah hal itu menunjukkan bangsa kita sedang proses kembali pada kesadaran akan ketuhanan ( God Consciousness), atau menandakan zaman Selebritisme Hampa Makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    OLeh penulis fenomena yang sedang menggejala tersebut dinamai sebagai " Selebritisme Ramadhan". Mempolitisasi Ramadhan untuk dijadikan komodotas dagang karena marketable dan menjadi trend yang populer dan memancarkan citra ( image) yang "wah". Orientasi puncaknya yaitu politik media atau televisi yang mengincar keuntungan semata ( Kapitalisme), tanpa peduli apakah akan menyentuh nilai-nilai keagamaan ( Value Of Religion), moralitas (Morality), dan kemanusiaan ( Humanity). Yang ada adalah semacam sofistikasi( keberpura-puraan), dan hanya menonjolkan aspek formalisme-formalisme, tetapi sejatinya hampa makna ( Blank Of Meaning).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Ramadhan yang Realis dan Transformatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Peran media atau televisi dalam mengapresiasi fenomena Ramadhan yang diistimewakan oleh Allah. Bulan yang dijadikan sebagai senjata perang melawan nafsu yang egois justru terperangkap dalam kebiadaban nafsu sendiri. Sebagaimana perkataan Rosulullah," &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220203625_1"&gt;Kita&lt;/span&gt; baru saja selesai dari perang kecil ( badar), dan akan menghadapi perang yang lebih besar yaiut perang melawan hawa nafsu (dengan puasa)" demikianlah ucaan Rosulullah dihadapan para prajuritnya.&lt;br /&gt;     Malahan kita yang menggantikan peran syetan sehingga gemar menumpuk  dan mengejar hal yang bersifat materialis-hedonis semata. Trend busana muslim, aneka makanan dan minuman, HP dan aneka kebutuhan sehari-hari yang dihubungkan dengan Ramadhan semakin mengiris hati saudara kita yang masih hidup dalam kemiskinan, ketertindasan dan keterbelakangan.&lt;br /&gt;     Selebritisasi dan kapitalisasi Ramadhan bukannya membangun moral keummatan dan kebangsaan yang baik, tetapi justru menghadirkan yang begitu pelik menjadi semakin suram. Penyakit Korupsi, BBM mahal Flu burung dan terorisme membutuhkan kepekaan yang bisa kita munculkan ibadah Ramadhan yang tranformative. Menyantuni anak-anak jalanan, fakir miskin dan saudara yang masih kekurangan adalah manifestasi ibadah puasa yang berasal dimensi ke-Tuhanan menuju realitas yang membumi, atau dalam istilahnya &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220203625_2"&gt;Hassan Hanafi&lt;/span&gt; " From God Land".&lt;br /&gt;     Dengan menjalankan ibadah puasa yang realis dan transformative semoga perubahan kearah yang lebih baik menanti negeri yang nestapa ini. Sebuah hadist Qudsi menerangkan; " Seluruh amal ibadah anak adam diperuntukkan kepasa pelakunya, kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa adalah untukku dan aku mengganjar karenanya". Secara tersirat ibadah puasa menjadi privilege Allah karena kerahasiaannya. Maka kita seharusnya menjaga ibadah yang istimewa dihadapan Allah itu untuk menuju hal-hal istimewa pula.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-2730850258224318867?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/2730850258224318867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=2730850258224318867&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2730850258224318867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2730850258224318867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/09/ramadhan-bukan-ajang-selebritisme-agama.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-3785516994031004945</id><published>2008-09-01T00:20:00.007+07:00</published><updated>2008-09-01T00:26:25.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;"  &gt;Abul Hasan Al Mawardi 974 – 1058 M&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;Babak baru dalam pemikiran politik islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:Ahmad Adi Andriana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abul Hasan Al Mawardi, satu dari pemikir dan ulama Islam yang menjadi model dari perkembangan peradaban Islam dan kristalisasi turatsnya, terutama yang berhubungan dengan politik dan implementasi syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lahirkan di Basrah, belajar fiqh, hadits dan ilmunya dari para ulama terkenal pada zamannya kemudian pindah ke Bagdad dan meneruskan pengembaraan intelektualnya dalam fiqh dari para fuqaha Bagdad sampai kemudian mulai memberikan kuliah dalam fiqh dan tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhilafahan Abasiyah pada saat itu sedang dalam masa kemundurannya di bawah kepemimpinan Daulah Buwaihiyah dan di antara faktornya adalah kejumudan berfikir yang terus di lestarikan sejak masa Mutawakil, yang mengakibatkan kepemimpinanya hanya sebatas formalitas saja sampai akhirnya menyerahkanya pada kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi pemerintahan seperti ini Al Mawardi memangku tampuk kekuasaan dalam qadha di beberapa Negara kemudian mengepalai qadha di Kurah dan pada masa khalifah Al Qaim Biamrillah, Al Mawardi menempati posisi sebagai qadhi al qudhaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping beberapa peninggalan dalam qadha Al Mawardi juga mewariskan bangunan menjulang dalam dua belas bukunya, pada warisannya ini kita bisa menemukan pada pemikirannya hal hal luar biasa dari kreativitasnya yang baru. Dalam hikmah dan sastra ia memiliki uslub yang mudah dan bahasa yang ringan di sertai sisi balaghahnya dan luasnya pengetahuan dalam isi yang terkandung pada kalimat kalimatnya, cukup kita membuka bukunya Adabu Ad Dunya wa Ad Din untuk membuktikanya dan mengetahui tingginya tingkatan makna, hikmah dan teori, sehingga dalam susunan bahasa yang mudah dan kuatnya sisi balaghinya menjadikan buku ini sebagai buku panduan di beberapa sekolah di mesir selama beberapa tahun lamanya. Juga dalam fiqh, qadha dan implementasi syariat ia meninggalkan warisan kejeniusan ulama fiqh islam dalam menyusun perundang undangan, ini di samping beberapa isyarat yang melebihi kualitas seorang qadhi ketika meletakan batasan dan standar bagi penguasa. Ia juga meninggalkan warisan dalam tafsir dan nahwu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;Dalam Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi warisan yang lebih berharga yang di tinggalkan Al Mawardi adalah dalam politik, dari segi kuantitas dalam hal ini ia meninggalkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Al Ahkam As Sultaniyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Nasihatul Muluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Tashilu An Nadhor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Qawanin Al Wizarah wa Siyasatul Muluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana juga buku bukunya dalam masalah fiqh dan qadha, dan bukunya Adabu Ad Dunya wa Ad Din memiliki keterkaitan yang erat dengan pemikiran politiknya, bahkan lebih daripada kuantitas yang di tinggalkannya ia juga menjadi motor penggerak utama dalam pemikiran politik pada sejarah kita. Sebagai awal perpindahan baru dalam perkembangan politik islam. Sebelum Al Mawardi pembahasan tentang politik, idarah dan wilayah terutama wilayah ammah berupa imamah dan khilafah hanya terdapat dalam buku buku kalam – walau sebenarnya hal ini termasuk dalam masalah furuiyah dan bukan ushuliyah menurut seluruh firqah yang ada dalam Islam kecuali Syiah- para pemikir Syiah meletakannya pada urutan pertama dalam buku-buku ilmu kalam sementara para pemikir Ahlu Sunnah dan Mu'tazilah meletakanya pada urutan terakhir sebelum berpindah ke pembahasan tentang furuiyah atau permasalahan fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terjadi karena awal mula pembukuan tentang pembahasan imamah hanya di lakukan oleh para pemikir Syiah, karena menurut mereka termasuk pada rukun agama dan ushulnya maka wajar jika mereka memasukanya pada buku-buku ushuluddin dan ketika datang Mu'tazilah di ikuti oleh firoq lainya membantah mereka, Mu'tazilah menyebutkanya pada urutan terakhir dalam pembahasan ilmu kalam sebagaimana di gambarkan oleh imam Al Gazali ("sesungguhnya teori imamah bukan termasuk hal utama dan inti, juga bukan termasuk seni ma'qulat di dalamnya akan tetapi termasuk fiqhiyat") juga tidak jauh berbeda dengan apa yang di katakan oleh Al Jurjani dan Al Iji (" bahwa sesungguhnya imamat (kepemimpinan tertinggi) bukan termasuk ushul agama dan aqidah akan tetapi termasuk furuiyah yang berhubungan dengan perbuatan mukalaf. Dan kenapa kami menyebutkanya dalam ilmu kalam tidak lain hanya mengikuti pendahulu kami karena sudah menjadi kebiasaan para mutakalimin meletakanya di akhir buku mereka…")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ini telah mengakar sehingga selalu terjadi campur aduk dalam madzhab Syiah karena meletakan pembahasan politik dalam buku ushuluddin, sebuah hal yang memberikan kesimpulan secara tidak langsung bahwa imamah, konsep pemerintahan dan kewilayahan dalam madzhab Syiah termasuk urusan inti agama yang untuk memutuskanya harus berdasar wahyu dan bukan manusia, inilah juga yang menjadi payung pelindung orang yang mengatakan " Negara agama " atau system pemerintahan yang berdasar "mengatas namakan hak Tuhan" untuk melancarkan panah keraguan bahwa di saat Negara berdasar syariat islam akan tidak jauh berbeda dengan kekuasaan Paus di abad pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita dapat mengetahui peran Al Mawardi ketika datang meluruskan kesalahan dengan mengambil jalan berbeda dari "kebiasaan yang telah mengakar" dan kedudukannya sebagai pelopor pertama dalam hal ini. Pelurusan yang di lakukan Al Mawardi jelas dan menusuk, ia tidak mengambil pembahasan tentang imamah dan konsep pemerintahan dari buku ilmu kalam kemudian berpindah ke buku Fiqh akan tetapi ia menyusun sebuah buku khusus dalam masalah ini yang berjudul Al Ahkam As Sultaniyah sebagai buku pertama yang disusun dengan gaya berbeda yang tercatat dalam sejarah sebagai sebuah seni mandiri yang terbebas dari fiqh dan ilmu kalam dan menempatkanya dalam bentuk madani dan berperan dalam membelah awan hitam yang di ciptakan oleh suasana udara keagamaan selama bertahun tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mawardi menceritakan tentang proyeknya ini dalam muqadimah bukunya (Al Ahkam As Sultaniyah) ia berkisah "dan karenanya hukum pemerintahan itu lebih berhak bagi para pemegang keputusan, dan pencampuranya dengan segala hukum menghalangi mereka untuk membukanya di tambah mereka di sibukan oleh urusan politik dan pemerintahan maka saya menyusun secara khusus sebuah buku tentangnya.. ". Ia di sini tidak hanya meluruskan kebiasaan yang salah dalam penyusunan sebuah buku akan tetapi ia juga mengarahkan pada luasnya ranah yang dapat di sentuh oleh pembahasan ini, sebuah hal yang sangat sulit untuk mengetahui pakar pakar di dalamnya jika di letakan dalam pembahasan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;Manusia : makhluq sosial..kekuasaan : madaniyah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebelumnya telah cukup memberikan isyarat dan tidak perlu perincian, yang menunjukan perbedaan seni politik dengan lainnya, dan kedatangan Al Mawardi dan bukunya sebagai tanda akan perbedaan ini dan Al Mawardi sebagai pelopor dan motor utama dalam pemikiran politik islam, dengan beberapa fakta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al Mawardi dalam bukunya memaparkan satu bab yang membahas politik ; kekuasaan tertinggi (imamah), kementrian, kepemimpinan suatu wilayah, peperangan, perhakiman, dan perekonomian. Kemudian satu bab tentang wilayah keagamaan, yang berada pada urutan setelah wilayah politik ; imaratul haj, keharusan pemimpin dalam salat sebagai imam. Dalam hal ini Al Mawardi mencoba membedakan antara dua macam wilayah kepemimpinan bahkan menjadikan judul bukunya ( Al Ahkam As Sultaniyah wa Al Wilayat Ad Diniyah ) sebagai penguatan perbedaan antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al Mawardi bahkan sebelum Ibnu Kholdun dan sebelum para pemikir abad aufklarung barat atau renaisance telah menawarkan dan menguatkan sisi sosial pada manusia yang menjadi rahasia di balik terbentuknya tatanan masyarakat yang kecil maupun besar dan sebab dari terbentuknya kekuasaan pada tatanan ini, yang merupakan kekuasaan sosial untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul dari sisi sosial pada diri manusia atau dengan kata katanya ia merangkai "manusia di ciptakan dengan memiliki kebutuhan terhadap sesama jenisnya, dan permintaan tolong merupakan sifat yang lazim dan merekat pada tabiatnya dan pembawaanya berdiri di atas esensinya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manusia, menurut Al Mawardi bukan individu yang terpisah dari masyarakatnya, karena ia telah menyimpulkan bahwa jiwa sosial pada manusia merupakan bawaan sejak lahir, sebagaimana juga pandangan pada kelompok bukan berarti menurunkan harga individu, tetapi kita melihat Al Mawardi menguatkan sebuah pandangan yang seimbang; titik perhatian yang sama antara individu dan kelompok, bukan berdasar pandangan seimbang formalitas saja yang sebenarnya membedakan dan membenturkan dua kepentingan yang berbeda akan tetapi berdasar kemaslahatan individu terkait dan terikat oleh kemaslahatan kelompok dan kemaslahatan kelompok tidak bisa tercapai tanpa kemaslahatan individu sebagai individu..! Al Mawardi membuka pemikiran yang penting, layak dan berkembang ia berkata : "ketahuilah bahwa kemaslahatan dunia di ukur dengan dua hal ; teraturnya urusan secara keseluruhanya, dan baiknya kondisi setiap individu di dalamnya. Dua hal ini tidak bisa baik salah satunya tanpa kesertaan lainya, karena orang yang baik keadaanya sementara dunia hancur berantakan tidak menutup kemungkinan akan merembet pada dirinya dan menghancurkan keseimbanganya, sebab darinya ia bersumber dan untuknya ia di persiapkan. Dan orang yang hancur keadaanya dan dunia baik serta seimbang segala sesuatunya, tidak akan di temukan kenikmatan dan pengaruh dari kebaikan dan keseimbangan dunia karena manusia dunia dirinya sendiri, tidak akan melihat kebaikan jika tidak mendatangkan kebaikan pada dirinya dan tidak akan melihat keburukan kecuali ketika mendatangkan petaka bagi dirinya karena dirinya selalu istimewa dan keadaanya selalu di utamakan maka pandanganyapun hanya pada hal yang membuat dirinya istimewa dan pikiranya hanya tertuju pada yang ia utamakan…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.berdasarkan hal ini Al Mawardi mengaitkan tolak ukur kemaslahatan, bahagia dan petaka antara individu dan kelompok yang tersusun dari individu dengan gaya dan bentuk yang baru dan inovatif juga ketika ia membahas bentuk dan tatanan ideal yang akan membawa kebaikan bagi umat manusia dengan menempatkan syura dalam prinsip politik dan menjadikanya sebagai falsafah system pemerintahan dalam islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ia memaparkan secara menarik pendapat berbagai aliran dan para pemikir setelah mengupas tentang syura dan keharusanya bagi pemimpin dan umatnya, ia menyebutkan bahwa aliran di Persia dan pemikiran politik mereka melihat syura sebagai perkumpulan berbagai orang, ketika ada satu orang yang mengeluarkan suatu pendapat maka peluang untuk kritik, perbaikan dan penjelasan terbuka lebar, kemudian menyebutkan aliran lain beserta para pemikir politiknya yang melihat bahwa syura hanya bersifat individual dengan bentuk di berikan kesempatan bagi yang berpengalaman untuk merenung dan berfikir hingga dapat memetakan suatu permasalahan dan bagaimana memecahkanya, tidak jauh berbeda dengan apa yang di lakukan oleh seorang peneliti ketika di hadapkan berbagai fakta dan permasalahan, sebuah bentuk syura yang menghindarkan suatu musyawarah dari berdasar mayoritas dan dari ketamakan meloncat pada kebenaran karena biasanya watak manusia ketika ia sendirian memecahkanya ia akan mengerahkan segenap pemikiran, ijtihad yang ketika di kumpulkan akan berantakan dan terpecah pecah dan hanya mengikuti pemikiran yang mengkilau pada awalnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia memaparkan kedua aliran tersebut ia mulai pada pendapatnya tentang bentuk syura yang menggabungkan antara dua hal tersebut dengan setiap bentuk memiliki beberapa kriteria tertentu atau beberapa tahap tertentu dari tahap tahap musyawarah dan ijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu permasalahan yang di musyawarahkan jelas dan tidak sulit untuk di temukan celah kekurangan di dalamnya maka yang di tuntut hanyalah memutuskan 'apakah hal itu benar atau salah?" dan kesepakatan seluruh peserta menjadi sebuah model yang di tuju. Akan tetapi ketika permasalahanya masih simpang siur dan membutuhkan pengkajian lebih mendalam maka penyendirian atau pengucilan diri setiap anggota musyawarah terhadap masalah tersebut sangat di tuntut sampai menemukan titik terang berdasar pengkajian tersebut maka saat itu suasana dan kondisi telah efektif untuk di paparkan hasil dari pengkajian dan untuk sampai pada kesimpulan final atau dengan kata katanya" yang lebih baik dalam kondisi seperti ini, setiap orang mengucilkan dengan pemikiranya dan memfokuskan diri pada hal itu untuk berijtihad menemukan jawaban sampai terbuka apakah benar atau salah, dalam berijtihad menemukan jawaban bersifat individual sementara dalam membukakan kebenaranya bersifat kolektif karena individualitas dalam berijtihad lebih jelas dan kolektif dalam berdebat lebih kuat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mawardi ketika menawarkan kepada kita tambahan ini dalam pemikiran politik pada zamanya menunjukan akan orisinalitas yang tumbuh dari bumi peradaban yang menjadikan keseimbangan sebagai sikap dan menolak ekstrim dalam berbagai hal, ranah dan tempat (islam), ia juga dengan pemikiran seperti ini telah mendahului zaman kita, apa yang ia bicarakan dan sampaikan pada kita persis bahkan sama dengan apa yang kita temukan hari ini di berbagai majlis pemusyawaratan dalam berbagai sitem demokrasi, di mulai dari para pakar dan lajnah lajnah terbatas maupun tidak terbatas yang masih terus mengkaji dan juga berbagai perkumpulan dan mu'tamar untuk memutuskan mana yang layak dan terbaik dan pembatasan benar atau salahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mawardi adalah seorang dan akan selalu- khususnya dalam pemikiran politik -sang jenius yang masih menanti orang orang yang akan mengungkapkanya dan itu akan menjadikan pandangan umat islam lebih orisinalitas pada peninggalan dan warisan nenek moyangnya dan nenek moyang kita bukan manusia purba tapi para ulama seperti Al Mawardi dan umat islam akan semakin di kuatkan dan di kukuhkan untuk bisa bangkit kembali di masa yang akan datang dan bukan mencari jawabanya pada peradaban mesir kuno, yunani, romawi ataupun barat.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-3785516994031004945?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/3785516994031004945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=3785516994031004945&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/3785516994031004945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/3785516994031004945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/09/abul-hasan-al-mawardi-974-1058-m-babak.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8395492443318196182</id><published>2008-08-18T08:14:00.002+07:00</published><updated>2008-08-18T08:16:30.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;PUISI BINATANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;oleh: Muhammad Firmansyah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Ayam berpuisi “kukuruyuuuuk…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Burung tak mau kalah “citcitcuit…citcitcuit”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Kambing ikut terpancing tuk berpuisi “mbeee..mbee”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Sapi menyambung kambing “ mmooo…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Btw mana puisi kalian? &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                                                                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1219022046_0"&gt;Banda Aceh&lt;/span&gt;, 8 Agustus 08&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;MANDI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Gw guyur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Byur byur byur !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Gw guyur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Hihihihi….dingin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;Banda Aceh, 8 Agustus 08&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;SMS Tengah Malam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;met bo2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;hppy nce dream,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;Jgn lpa brdoa dlu ya!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                                                                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Banda Aceh, 8 Agustus 08&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8395492443318196182?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8395492443318196182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8395492443318196182&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8395492443318196182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8395492443318196182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/08/puisi-binatang-ayam-berpuisi.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1719687572642146710</id><published>2008-08-18T08:10:00.002+07:00</published><updated>2008-09-01T00:08:24.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Kontak Fisik Sekulerisme dan Liberalisme dalam Tubuh Seorang Muslim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Inna Nur Fitriana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua istilah yang ada pada judul diatas (Sekulerisme dan Liberalisme) sangat berkaitan dan berhubungan. Sama-sama terlahir dari tanah yang sama, yaitu tanah Eropa pada abad 19 M tepatnya baik sebelum 1733 M ataupun sesudah revolusi Perancis pada tahun 1789 M. Begitupun dengan makna yang terkandung di dalam keduanya, pemisahan kehidupan duniawi dari campur tangan agama, berarti segala aspek baik itu politik, ekonomi, pemerintahan juga harus berdasarkan system pemisahan ini. Namun, jika pengertian ini dibandingkan dengan liberalisme awal terbentuknya memang berbeda. Liberalisme yang berasal dari bahas latin liber yang bermakna free, yaitu kebebasan. Liberalisme secara etimologis berarti falsafah politik yang menekan individu dan peran Negara dalam melindungi hak-hak warganya. Dalam sejarah liberalisme termasuk juga liberalisme agama yang ia adalah tonggak baru dalam kehidupan masyarakat barat dan arena itu disebut dengan periode pencerahan (Western Enlightenment). Liberalisme pada umumnya meminimalkan campur tangan Negara dalam kehidupan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dasar keduanya adalah terlepas atau keabsolutan dan kebebasan yang tak terbatas dari segala hal -- pemikiran, agama, social, suara hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik ( an absolute and unrestrained freedom of thought, religion, conscience, creed, speech, press and politics). Disamping itu hal ini berdampak besar bagi system masyarakat barat diantaranya adalah mengesampingkan atau menyingkirkan hak Tuhan dan setiap kekuasaan yang berasal dari Tuhan; pemindahan agama dari ruang publik menjadi sekedar urusan setiap individu; pengabdian total terhadap agama Kristen dan gereja atas statusnya sebagai lembaga publik, lembaga legal dan lembaga social. Dalam artian agama dan tempat peribadatan hanya sebagai lembaga formalitas untuk para pemeluknya. Hal ini dilihat dari segi agama, nah… bagaimana dengan liberalisme budaya yang sekarang ini sedang mengakar di negeri kita tercinta Indonesia. Kebebasan dari segala campur tangan agama maupun Negara tentang kultur yang sangat kaya yang dimiliki bisa dari seni, sastera, akademis, perjudian, seks, pelacuran, aborsi, keluarga berencana (birth control), alcohol, obat-obatan terlarang dan yang lainnya dengan mengatas namakan kebebasan dan hak asasi manusia atau hak setiap individu. Nah… dilanjut dengan segi ekonomi yang mendukung kepemilikan harta pribadi dan menentang aturan-aturan pemerintah yang membatasi kepemilikan harta pribadi. Tentu saja hal ini bermuara pada ideologi kapitalisme yang tidak terbebas atau berkaitan dengan unsur politik, social dan kultural terhadap bangsa-bangsa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata diantara propagandis sekularisme dan liberalisme sebagian dari mereka ada yang percaya akan adanya Tuhan, jika dia termasuk orang islam tentunya ia percaya pada Allah, tapi mereka berpendapat bahwa tidak ada hubungan sama sekali anatara Allah dengan kehidupan manusia. Kehidupan yang hanya berdasarkan ilmu pengetahuan yang didukung oleh akal pikiran dan berbagai eksperimen. Intinya mengusung materi hanya untuk memenuhi kehidupan. Bagaimana dengan kita selaku seorang muslim?. Apakah pernah terlintas di benak kita untuk tidak melibatkan agama, dalam artian kekuasaan Allah dalam setiap urusan yang kita miliki?. Bukankah ketika kita mendekat padaNya selangkah, Dia akan mendekat seribu langkah. Ketika kita mendekat padaNya berjalan, Dia akan mendekat dengan berlari. "Laa malja'a min Allahi illaa ilaihi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur'an 2 : 208 : " Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kadalam Islam secara keseluruhannya dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu." Allah SWT menjelaskan khitob pada ayat ini adalah orang-orang yang beriman, yaitu yang mengaku Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai rasulnya. Pengambilan ajaran Islam secara keseluruhan bukan setengah-setengah atupun sebagian saja. Banyak diantara ummat Islam itu sendiri yang belum tahu dan mengerti, diantaranya orang yang masih amah untuk tahu saja sulit apalagi untuk mengerti. Tapi adakalanya orang yang sudah tahu tapi dia mengingkari akan apa yang sudah diketahuinya. Jenis orang seperti ini hanya mengambil ajaran Islam yang sesuai atau cocok dengan gaya hidupnya, kebiasaannya, pemikirannya, juga latar belakang pendidikannya dan masih banyak lagi alasan-alasan yang menjadi penyebab pengingkaran dan pelarian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran sekulerisme dan liberalisme ini didukung dengan adanya pengiriman pelajar-pelajar muslim ke Negara-negara barat untuk menimba ilmu, hasilnya ada semacam transformasi pemikiran dan budaya yang sedikit banyaknya telah memberikan perubahan dan juga tambahan pada sistem masyarakat Islam pada umumnya. Hal ini tentu memberikan pengaruh positif maupun negatif. Banyak keyakinan-keyakinan yang ditanamkan dua ideologi ini, diantaranya memutarbalikkan hakikat Islam, bahwa Islam telah menyederhanakan tujuan-tujuannya, yaitu menganggap bahwa Islam hanyalah berupa acara-acara dan ritual-ritual belaka, ajaran Islam tidak diikut sertakkan dalam kehidupan dunia, karena Islam sudah tidak sesuai dengan peradaban dan hanya menyebabkan kemunduran. Sebagai contoh, pengumandangan kebebebasan wanita sesuai dengan kebiasaan wanita barat dan juga wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pria, gerakan ini biasa disebut dengan gerakan feminisme. Kemudian keyakinan yang mereka tanamkan adalah segala sistem dan manhaj sekulerisme yang ada di barat disadur dan ditransfer untuk dimasukkan ke dunia Islam dan Islam tidak mempunyai hak untuk menolak keberadan ideologi ini yang sudah mengakar di barat. Walhasil … masuklah budaya westernisasi yang mewarnai kehidupan orang-orang Islam secara total sehingga melupakan kepribadian sebagai seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita pernah merasakan malu untuk mengamalkan ajaran Islam, malas untuk menyertakan Islam dalam segala urusan kita karena beranggapan bahwa ajaran Islam hanya menyusahkan dan dinilai kolot, berarti haruslah kita berhati-hati. Bisa jadi doktrin-doktrin yang dibawa oleh ideologi ini secara langsung ataupun tidak telah merasuki kita selaku seorang Muslim. Banyak contoh di sekeliling kita yang terjadi, misalnya dari segi kebebasan berfikir dan berpendapat kita yang tidak tercover dan terbingkai oleh syari'at. Kemudian dari sisi gaya hidup yang bebas dan tidak menginginkan adanya pengawas dalam artian berbentuk orang maupun aturan-aturan. Jika masih saja berfikir bahwa Islam jumud dan isi dari dua pegangan Islam, yaitu al-Qur'an dan as-Sunnah karena itu di beberapa universitas islam di negeri kita telah diadakan mata kuliah kritik al-Qur'an dan hadist. Bukankah Islam adalah agama yang syamil mutakamil (menyeluruh dan penyempurna agama samawi yang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah merasa tidak puas akan ajaran Islam, jika kita merasa demikian maka cari akar masalahnya dan juga solusi, bukan malah lari dari ketidak puasan itu. Karena bisa jadi itu disebabkan oleh kita sendiri yang kurang atau tidak memahami. Maka seharusnya kita bangga mengatakan : "isyhaduu biannii muslimun." Saksikanlah bahwa saya adalah seorang muslim. Rasulullah SAW pernah bersabda : " kamu pasti akan mengikuti tradisi orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak sekalipun kamu akan masuk pula." Seorang pakar sejarah Islam ibnu kholdun berkata : " orang kalah selalu berkeinginan mengikuti yang menang dalam segala hal; dalam berpakaian, berperilaku dan adat kebiasaan." Dari fenomena yang bisa kita lihat dari sebagian besar negara-negara arab yang sangat menjunjung tinggi nasionalisme kearabannya atau kesukuannya dibandingkan dengan penyeruan terhadap penyatuan Negara-negara Islam (wihdatu dual al-Islam). Dan apakah kita termasuk orang-orang yang kalah? Dan apakah kita termasuk orang-orang yang termakan pemikiran ideologi yang menghancurkan Islam ini, meskipun pada awlnya ideologi ini ada dirancang untuk memusuhi kekuasaan mutlak dari gereja dan pemerintahan. Saya rasa yang bisa menjawab pertanyaan ini hanyalah diri kita sendiri. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1719687572642146710?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1719687572642146710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1719687572642146710&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1719687572642146710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1719687572642146710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/08/kontak-fisik-sekulerisme-dan_18.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8775194583563387969</id><published>2008-08-18T07:48:00.001+07:00</published><updated>2008-08-18T07:51:47.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 127, 64);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kisah Klasik PENDIDIKAN....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:Mekka Madaina Jamil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 127, 64);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 127, 64);"&gt;beragam pendapat mungkin kan meluncur dari setiap pemikiran insan,,,saat dia mendengar kata PENDIDIKAN...&lt;br /&gt;saat siswa SD yang mendengar kata PENDIDIKAN,,,&lt;br /&gt;saat siswa SMP yang mendengar kata PENDIDIKAN...&lt;br /&gt;saat siswa SMU yang mendengar kata PENDIDIKAN...&lt;br /&gt;saat Mahasiswa yang mendengar kata PENDIDIKAN...&lt;br /&gt;saat Akademisi, Karyawan, Pengusaha, Para Ahli, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1219020535_0"&gt;Anak Jalanan&lt;/span&gt;, dan seluruh manusia di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1219020535_1"&gt;Bumi&lt;/span&gt; ini berkata tentang PENDIDIKAN,,,,&lt;br /&gt;entah apa yang akan terfikirkan dari benak mereka... &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anak SD bilang&lt;/span&gt;: "pendidikan untuk usiaku adalah bermain"...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anak SMP dan SMA bilang :&lt;/span&gt; aku ingin belajar sebaik-baiknya,,karena ku tahu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pendidikan &lt;/span&gt;bagiku adalah belajar dimanapun tempatnya...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mahasiswa bilang&lt;/span&gt;: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk melaksanakan suasana belajar dan proses  pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat...&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dan keterangan ini yang mahasiswa dapatkan dari salah satu webS, saat dia mengumpulkan tugas-tugasnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akademisi dan Para Ahli lainnya bilang :&lt;/span&gt; Kami harus berusaha keras untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1219020535_2"&gt;Negeri&lt;/span&gt; ini,,dan terus berusaha membantu mencerdaskan para generasi berikutnya...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karyawan &amp;amp; pengusaha bilang &lt;/span&gt;: kami berharap dan terus berusaha agar keturunan kami dan generasi berikutnya dapat merasakan dan menjalankan pendidikan setinggi-tingginya,,,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anak jalanan dan para pengamen berkata &lt;/span&gt;: dalam sebuah bait lagu yang mereka nyanyikan di setiap angkutan umum "PENDIDIKAN bukanlah perusahaan yang orientasinya uang,,,&lt;br /&gt;tapi kapankah aku bisa jalankan pendidikan tanpa bayaran??...&lt;br /&gt;katanya pendidikan bukan untuk di perjualbelikan??,,,&lt;br /&gt;tapi kenapa biaya pendidikan kian tak terjangkau???&lt;br /&gt;''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''&lt;br /&gt;yah itulah pendapat beberapa pihak tentang pendidikan....&lt;br /&gt;hingga suatu hari seorang anak datang menghampiriku....&lt;br /&gt;''kak...mahasiswa ya?pasti pulang kuliah??"&lt;br /&gt;aku kan biasa ngamen dan main di masjid kampus ini...&lt;br /&gt;kuliah itu mahal ya ka???aku bisa ga ya kuliah kayak ka2?&lt;br /&gt;sekarang aja aku masih SD,,,alhamdulillah uda gratis,,,walopun teman2ku masih banyak yang jarang sekolah karena belum bayar SPP,,,katanya sih belum di gratisin sekolahnya...&lt;br /&gt;aku ingin kuliah ka!!!!&lt;br /&gt;bisa ga kaka bilangin ke dosennya,,,aku ingin kuliah nanti...&lt;br /&gt;..............................................&lt;br /&gt;malamnya pembantu ibu kost juga bercerita.....&lt;br /&gt;teh kuliah tuh mahal ga ya???ini....anak yang pertama katanya pengen kuliah,,,tapi bisa ga ya bibi biayain dia kuliah???taun depan dia lulus......&lt;br /&gt;.................................................&lt;br /&gt;keesokan harinya.....dosen pun bercerita"kemarin saya bertemu dengan profesor saya di S2 dulu,,,beliau sedang bingung, katanya cari pinjaman uang buat salah satu anaknya yang mau masuk perguruan tinggi...ternyata ya,,,profesor saya saja uangnya tidak mencukupi bwt seluruh biaya kuliah anaknya...lalu gimana dengan saya ya???wong jabatannya aja masih tinggian profesor saya toh!!!!harus pinjam kemana donk???&lt;br /&gt;................................................&lt;br /&gt;itulah cerita mereka............&lt;br /&gt;'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''&lt;br /&gt;betapa bersyukurnya kita yang pernah merasakan pendidikan  formal,,,&lt;br /&gt;walaupun mungkin berbagai perjuangan jua di usahakan untuk langkah ini&lt;br /&gt;terlihat tak sebanding memang,,,financial yang di dapatkan dengan berbagai biaya yang harus di keluarkan,,,,,apalagi untuk pendidikan....&lt;br /&gt;mungkin penghasilan yang di dapatkan lebih kecil dari biaya pengeluaran,,,,&lt;br /&gt;tapi mungkin itulah yang dikatakan berkah,,,,semua terasa cukup dan terpenuhi dengan RidhoNYA,&lt;br /&gt;sementara,,,,sebagian di negeri ini menjerit inginkan pendidikan yang diakui dengan berbagai motivasi mereka....&lt;br /&gt;lalu pada siapa mereka berharap???&lt;br /&gt;pemimpin negeri ini ???para pengusaha???atau mahasiswa yang katanya selalu menjadi tulang punggung masyarakat dalam beraspirasi???&lt;br /&gt;Selalu Ada ALLAH di hati,,,,hingga mereka pun selalu meminta padaNYA....&lt;br /&gt;lalu mereka bertanya kembali,,,kapan akan kami dapatkan pemerataan pendidikan di negeri ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah...&lt;br /&gt;kita memang bukan penentu kebijakan di negeri ini,,,&lt;br /&gt;kita juga mungkin bukan miliarder yang bisa dengan mudah keluarkan dana untuk pendidikan orang lain,,,&lt;br /&gt;tapi sementara ini mungkin kita baru bisa berdoa atas segala fenomena yang kita tahu....&lt;br /&gt;mungkin,,,,kita bisa bantu adik2 di jalanan sana belajar bersama kita saat ada moment membina anak jalanan....&lt;br /&gt;mungkin juga kita belajar menjadi para pendidik yang baik....&lt;br /&gt;pendidik yang tidak hanya berfikir uang tuk keluarganya saja,,,&lt;br /&gt;tapi juga pendidik yang mau mengajarkan setiap orang yang yang membutuhkan ajarannya,,,,&lt;br /&gt;kita yang pernah bersekolah di SD, SMP, SMA, atau bahkan tingkat selanjutnya.....&lt;br /&gt;banyak hal yang mungkin telah kita tahu dari pendidikan yang kita jalankan,,,&lt;br /&gt;saat semua orang bergerak untuk memperjuangkan pendidikan,,,&lt;br /&gt;ternyata telah banyak orang berharap di pundak kita untuk ikut serta di perjuangkan,,,,&lt;br /&gt;Selamat Berjuang para penerus bangsa...&lt;br /&gt;Selamat Berjuang wahai pemimpin masa depan,,,&lt;br /&gt;Terlahir di Negeri yang kaya ini...&lt;br /&gt;Maka Berjuanglah untuk kekayaan penghuninya...&lt;br /&gt;Negeri ini milik kita,,, yang harus di pelihara dan di manfaatkan.....&lt;br /&gt;hingga segala sisi kan terpenuhi dari hasil bumi ini saja,,,&lt;br /&gt;yah,,,saking kayanya Indonesia ini,,hakikatnya semua rakyat kan terpenuhi kebutuhannya bila dengan pengelolaan yang baik,,,&lt;br /&gt;Pendidikan masih menjadi tombak kemajuan negeri ini,,,&lt;br /&gt;sudah banyak orang2 maju di negeri ini,,,telah berhasil dengan kekayaan yang mereka miliki,,,tapi mengapa masih ada yang mengalami gizi buruk???putus pendidikan???dan ketidak pedulian???&lt;br /&gt;akankah semua ini hanya sekedar kata2???&lt;br /&gt;ataukah janji2 yang tak terpenuhi???&lt;br /&gt;apapun akhirnya....&lt;br /&gt;selamat berjuang........&lt;br /&gt;Bagi anda para calon pendidik bangsa!!!&lt;br /&gt;Bagi anda para calon pengusaha!!!&lt;br /&gt;Bagi anda para calon Pmimpin negeri!!!&lt;br /&gt;Bagi anda para calon Pejuang Negri,,,apapun anda....&lt;br /&gt;selamat menjadi seseorang yang jujur dan amanah.........&lt;br /&gt;SEMANGAT!!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8775194583563387969?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8775194583563387969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8775194583563387969&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8775194583563387969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8775194583563387969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/08/kisah-klasik-pendidikan.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-266427712618210437</id><published>2008-07-20T11:50:00.003+07:00</published><updated>2008-07-20T12:01:58.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Cambria;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=";font-family:Cambria;font-size:14;"  &gt;MEMBUKA PINTU GERBANG KEARIFAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt; Oleh: MUMU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Jagad keberagamaan islam Indonesia kita kembali terguncang dengan keluarnya SKB&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemerintah tentang pelarangan kegiatan Ahmadiyah di tanah air kita ini. Walaupun masih banyak pro dan kontra tentang keputusan tersebut, tapi pemerintah menyatakan keputusan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tersebut telah sesuai dengan undang-undang. Namun tampaknya masih banyak pertanyaan yang masih terbesit dalam sebagian orang diantara kita, Apakah suatu kelompok agama dinyatakan sesat hanya karena berbeda penafsiran dengan tafsir yang mayoritas, apakah keresahan suatu sekelompok penganut agama dapat dijadikan ukuran untuk menyatakan bahwa suatu aliran agama telah mengganggu ketertiban umum, Siapa yang berhak menilai penafsiran/kegiatan suatu aliran telah menyimpang dari pokok ajaran itu,benarkah keputusan tersebut teleh sesuai dengan UUD pasal 28 ayat 2, Dapatkah presiden membubarkan padahal dalam proses itu perlu diadakan pembuktian yang komperhensif. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1216528445_0"&gt;Aliran Ahmadiyah&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah suatu aliran keagamaan dalam islam yang keberadaanya sudah sangat lama diindonesia,dan sampai saat ini jemaatnya telah menyebar ke berbagai wilayah di tanah air. Sekte ini telah mendapat fatwa sesat dari &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1216528445_1"&gt;Majelis Ulama Indonesia&lt;/span&gt; karena mereka meyakini adanya nabi baru setelah Muhammad,yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Pemerintah pun secara resmi setelah mendapatkan rekomendasi dari MUI menyatakan pelarangan kegiatan Ahmadiyah dan penyebarannya diindonesia.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Munculnya aliran baru yang minoritas dalam agama memang bukan hal baru yang selalu memunculkan pro-kontra, ada beberapa kasus misalnya: Al-qiyadah al islamiah,komunitas Lia edenal quran suci dan sebagainya. Namun justru institusi negara melalui MUI telah menyulut api kekerasan dengan merusak kampus ahmadiyah di parung bogor, begitu juga rumah ibadah dan rumah para pemeluk ahamdiyah dirusak dan dibakar akibat ulah sebagian masyarakat yang mengaku sedang menjalankan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1216528445_2"&gt;fatwa MUI&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dalam kasus penodaan ajaran agama para ulama yang tergabung dalam MUI semata-mata hanya menggunakan pendekatan hukuman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sich&lt;/span&gt;, atau tidak jarang justru menimbulkan sikap yang menyulut anarkisme, tidak dibuka pendekatan lain baik itu ruang dialogis, bahasa kebudayaan atau pendekatan psikologis yang santun, yang kesemuanya itu dalam rangka menghindari kacamata sempit yang diproduksi dari bahasa syariat atau hukum. Dalam bahasa hukum hanya ada halal haram, salah benar, hitam atau putih. Tidak ada warna lain mengapa hitam, bagaimana latar historisnya menjadi salah. Fatwa keagamaan harusnya lahir dari mata air kearifan yang itu tidak sekedar labelisasi sesat, kafir, murtad, haram, bid’ah dan sebagainya. Tetapi fatwa itu seharusnya menjadi ruang pencerahan dan dialog kemesraan yang memberikan solusi terhadap setiap masalah perbedaan bukannya malah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melahirkan keresahan baru (trouble maker).&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dialog adalah suatu jalan mulia untuk mencari titik temu dalam menyelesaikan perbedaan, MUI harusnya tidak berhenti untuk terus melakukan dialog kepada mereka yang dianggap menyimpang dari ajaran agama, butuh waktu dan proses yang cukup lama untuk mengubah keyakinan suatu kelompok. Kalaupun pemerintah ingin membubarkan ajaran ahmadiyah karena desakan dari berbagai ormas islam sungguh disayangkan, karena pemerintah hanya membubarkan institusinya saja, dan tidak merubah keyakinan para penganutnya, analoginya adalah paku yang ditancapkan dibumi semakin dipukul, maka ia akan semakin kuat. Begitu juga dengan ajaran yang telah diyakini seseorang, semakin dimusuhi, dicaci dan diusik maka akan bertambah mantap keyakinannya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Setelah kita mempelajari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track record&lt;/span&gt; MUI yang banyak memproduksi fatwa-fatwa yang justru meresahkan pihak lain dan berbuntut pada konflik horizontal antar aliran agama, maka saatnya semua pihak pada saat ini untuk membuka pintu kearifan dalam menyikapi perbedaan. Kita bisa menyelesaikan perbedaan pendapat secara dialogis dan humanis. Menyelamatkan syariat dari aliran-aliran sesat tidak harus menggunakan bahasa syariat, ada bahasa politik, budaya dan menggunakan komunikasi yang efektif sehingga tidak ada pihak yang terdiskreditkan.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Seharusnya kita memahami bahwa kemajemukan atau pluralitas manusia adalah sebuah keniscayaan dan telah menjadi kehendak Tuhan. Yang tepenting adalah kita dapat memandang postif dan optimis terhadap kemajemukan itu sendiri dan menerimanya sebagai kenyataan untuk bersama-sama berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Hujuraat ayat 13.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Saya teringat akan kata-kata seorang budayawan Emha Ainun Najib, siapapun anda, baik yang punya atribut kyai daratan, kyai lautan, kyai tua, kyai muda, da’i, guru besar, MUI dan sebagainya, kalau sudah berurusan dengan Tuhan Yang Maha Mulia sesungguhnya sama saja derajatnya. Jangan sok merasa paling tahu tentang Allah yang maha mandiri, janganlah Ge-eR bahwa dia membutuhkan bantuan dan pembelaan anda, apalagi berkhayal bahwa anda satu-satunya manusia yang diberi amanat membantu Tuhan. Kecuali kalau untuk membantu fakir miskin, membantu orang yang ditindas, membela orang yang diperkosa.&lt;/p&gt;   &lt;span style=";font-family:Calibri;font-size:100%;"  &gt;Untuk itu penulis mengajak para pembaca semua untuk sama-sama menyikapi perbedaan dengan kearifan, ada kata-kata bijak yang perlu kita pahami dan kita aplikasikan untuk dijadikan konsep dalam kehidupan seperti saat ini. &lt;b style=""&gt;“Manusia itu menurut fitrahnya baik, maka ia punya potensi untuk&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;benar, sehingga ia berhak mengutarakan pendapatnya dengan baik dan untuk didengar. Tetapi karena manusia itu lemah dan sangat rawan untuk berbuat salah, maka ia wajib rendah hati dan bersedia menerima pendapat orang lain”.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-266427712618210437?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/266427712618210437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=266427712618210437&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/266427712618210437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/266427712618210437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/07/membuka-pintu-gerbang-kearifan-oleh.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8427302465087583030</id><published>2008-07-20T11:39:00.006+07:00</published><updated>2008-07-20T11:50:19.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(51, 255, 51);" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:24;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Roda Pedati dan Cakram DVD&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh: AA. Fathnan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dunia bagai roda pedati, semuanya berputar dalam daur yang teratur. Alam, langit bumi air, tunduk pada kuasaNya. Planet mengorbit, galaksi berotasi dan hidup bagai angka-angka digital yang berputar dalam cakram dvd: padat, teratur, tertentu. .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Barangkali karena sudah bosan dengan perbudakan model lama, manusia mencoba menginovasinya dan membuatnya seakan telah dihapuskan. Setelah ratusan tahun menjadi tradisi – bahkan di masyarakat kuno yang telah maju: Mesir, Romawi, dua abad terakhir perbudakan dihapuskan dengan berbagai kampanye anti rasisme dan chauvinisme. Sejak saat itu, perbudakan – perlakuan manusia terhadap manuisia lain dengan menganggapnya binatang dan atau benda yang dapat digunakan seenaknya – dilarang dan bersama-sama dianggap salah. Sayangnya pembebasan budak secara yuridis tidak benar-benar membebaskan mereka, karena seorang manusia bebas secara yuridis masih dapat dieksploitasi dengan hina, bahkan lebih hina dibandingkan seorang budak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah colonus Romawi abad ke-4 yang secara nominal bebas, atau seorang decurion romawi kontemporer, secara de facto kurang bebas dibandingkan dengan seorang budak penggembala atau juru tulis budak di rumah tangga kerajaan. Seorang Sartini di tangan majikan Arabnya secara de facto lebih sengsara ketimbang seorang budak Bilal di masa nabi Muhammad. Entah pula seorang Ngatini di Malaysia lebih tersiksa ketimbang budak-budak Majapahit di abad pertengahan Nusantara. Umat manusia memang telah lama saling memangsa, dan kejadian itu berulang hingga hari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perulangan, siklus, daur kekejaman umat manusia juga berlangsung pada ritual pengorbanan. Ritual pembunuhan manusia dengan motif persembahan terhadap dewa. Sejak lama, manusia primitif menyembah dewa hujan, dewa panen, atau dewa ternak. Dengan logika sederhana mereka menyimpulkan pengorbanan manusia terhadap dewa tersebut sebagai tumbal adalah solusi suatu permasalahan kolektif komunitas, seperti kekeringan atau gagal panen. Namun semenjak manusia mengenal ilmu pengetahuan dan menalar fenomena alam, dewa-dewa yang disembah secara sangat taat, fanatik dan tanpa sesal, luntur terlupakan. pengorbanan dilarang dan pembunuhan sebagai tumbal dianggap kekejaman dan kesalahan. Akhir-akhir ini, vonis hukuman mati diperdebatkan, hukum bunuh terhadap pembunuh ditolak, bahkan hukum Islam secara progresif dicibir karena mengakomodir rajam dan hukum qishash.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sayang, logika ini seakan paradoks saat pengorbanan, rajam, qishash menjadi tidak lebih kejam dibanding perang dan invasi. Dengan mendewakan kekuasaan, minyak, emas, ritual pengorbanan kembali berulang dengan rasio nilai destruksi yang jauh lebih besar. Jika di zaman Nabi Musa manusia mengorbankan manusia lain untuk menyembah thaghut, berhala, maka di zaman ini pengorbanan jauh lebih dahsyat. Negara-negara berdaulat menjadikan kekuasaan, emas dan minyak sebagai dewa-dewi yang menuntut pengorbanan perang berkepanjangan. Dalam perang ini, dibutuhkan anak-anak muda terpilih untuk membunuh penguasa-penguasa negara musuh dengan resiko dirinya dibunuh oleh korban yang diincarnya. Bukan saja satu dua orang, namun ratusan ribu mayat, kehancuran tak terkira dan kesengsaraan batin mendalam tercipta oleh perang. Disinilah kita menemukan antitesis dari rajam dan hukum qishash, bahwa pembunuhan dalam pengorbanan dilarang sementara pembunuhan dalam perang dimaafkan sebagai ”bukan pembunuhan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ironi! Dan lebih lagi ini berulang, seperti roda pedati atau cakram DVD. Saat teror muncul dan fantasi ketakutan dipentaskan-ditontonkan, justru orang-orang yang menggali keesaan Tuhan ditangkapi. Saat kebohongan dan kedustaan jelas-jelas terbaca, atau sangat jelas terlihat, justru orang-orang yang membela kebenaran yang dihujat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak mengherankan jika Ahmadiyah yang menikmati fantasi kedustaan dan kebohongannya bukan malah diberangus namun malah FPI ditangkapi. Tidak mengherankan pula jika godam, tendang dan tinju polisi justru mendarat di kepala-kepala mahasiswa yang penuh ideologi, sementara eksekutif tersenyum kecut dan rakyat melilit kelaparan. Semuanya bukan hal aneh. Itulah daur kekejaman manusia, itulah hukum memangsa-dimangsa kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka, apakah dengan demikian hidup menjadi tidak etis dan arbiter pada kekuasaan jahat. Untungnya tidak. Allah telah menurunkan nurani, dan nurani membenci kejahatan. Saat rantai kejahatan terus bersambung maka naruni menjadi harapan kita untuk memutusnya. Nurani harus diperjuangkan dan didukung. Sudah bukan lagi masanya merasionalisasi rantai kehidupan manusia dengan akal bulat. Dunia telah lama sengsara &lt;i style=""&gt;bung&lt;/i&gt;, dan justru rasionalisasi beserta akal menjadi bahan bakarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nurani adalah metafisika kehidupan, mengapa ibu mengasihi anak dengan tulus dan tanpa pragmatis, mengapa cinta tumbuh dan pengorbanan menjadi nyata, adalah nurani aktor tertuduh. Merasionalisasi nurani sama saja merasionalkan akar min satu, tak ada titik temu, tak ada guna. Hidangan pragmatisme dan kapitalisme adalah satu kutub, sementara nurani dan spiritual adalah kutub lain. Telah lama nurani ada. Saat Rasulullah menepuk dadanya dan berkata ”Ala wahiyal qalb”, saat segumpal daging menjadi raja kebijakan tingkah manusia : saat itu hati nurani ada. Bukankah hati nurani memang ada? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seperti roda pedati atau cakram dvd –– seluruh alam semesta berputar dalam poros ibadah, thawaf tanpa henti, dan planet mengorbit, dan galaksi berotasi. Nurani menjadi poros kehidupan alam semesta. Hanya manusia yang kadang lupa, ah manusia, memang hanya manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Bukankah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; 140708&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Thanks to &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, for welcoming me. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak yg berubah,&lt;/span&gt;byk yg sama aj. He... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Kapan2 ketemu lagi bro. miss you all...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8427302465087583030?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8427302465087583030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8427302465087583030&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8427302465087583030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8427302465087583030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/07/roda-pedati-dan-cakram-dvd-oleh-aa.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-4895367004600236887</id><published>2008-07-20T11:35:00.004+07:00</published><updated>2008-07-20T11:47:51.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Rasa Penasaran dan Kecewa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:180%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh : Inna Nur Fitriana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berawal dari rasa penasaran saya terhadap kehidupan diluar Pondok Pesantren yang kata senior dan murobbiyah penuh dengan lika-liku dan tantangan bagi kita generasi Husnul Khotimah&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Rasa penasaran yang saya alami semenjak menginjak bangku dua aliyah Madrasah Aliyah Keagamaan. Sekarang tak terasa sudah lebih dari dua tahun saya merasakan hidup yang benar-benar sudah di luar lingkungan PP (pondok pesantren) dalam artian dzohir, yaitu tidak berada di Husnul Khotimah yang terletak di kaki gunung Ciremai dan juga dalam artian lingkungan ruhiyah yang menopang saya. Sekarang segala sesuatunya tergantung diri sendiri. Dalam mencari jati diri, memang membutuhkan &lt;i&gt;bi'ah&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/i&gt;dan teman-teman yang kondusif, tapi yang paling utama dari sebuah pencarian dan perubahan adalah motivasi yang kuat dari diri. Allah SWT Rabb kita juga tak akan memberikan hidayah pada orang yang tidak mencari dan menginginkannya, tapi Dia Yang Maha Pemberi Petunjuk akan memberikan hidayah hanya pada orang yang mencari dan menginginkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ada rasa kaget yang menjalar dalam diri dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Memang benar Husnul Khotimah telah memfasilitasi apa yang saya butuhkan untuk &lt;i&gt;ma'rifatu maidan ad-Dakwah&lt;/i&gt;, contohnya fasilitas PPM (Praktek Pengabdian Masyarakat ), tapi kurang adanya kreatifitas dari diri membuat saya eksklusif. Rasa kaget yang saya alami benar-benar telah membiaskan banyak rasa kekecewaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dulu saya bersama teman-teman satu halaqoh selalu ada moment untuk membahas &lt;i&gt;qodhoya ummat&lt;/i&gt; bersama murobbiyah setiap sebulan sekali. Di dalamnya kami berdiskusi memikirkan bagaimana caranya mengatasi memberikan solusi untuk problematika ummat yang mencakup di dalamnya penyakit para aktifis dakwah. Mulai dari figuritas, kurangnya ke&lt;i&gt;tsiqoh&lt;/i&gt;an &lt;i&gt;jundi&lt;/i&gt; terhadap &lt;i&gt;qoidnya&lt;/i&gt;, beberapa aktifitas yang dilatar belakangi oleh hal-hal duniawi, dll. Berbagai &lt;i&gt;maroji'&lt;/i&gt; kami jelajahi dan telusuri. Dengan penuh semangat kami membahasnya, setiap anggota memaparkan argumennya dengan paparan yang Subhanallah! Dilandasi dengan dalil-dalil. Aku tau tujuan diadakannya hal seperti itu sebagai latihan untuk kami agar siap menghadapi tantangan yang akan kami hadapi, tapi toh… latihan hanya sekedar latihan. Kami belum langsung terjun pada kondisi yang kami bahas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah menjadi alumni HK (Husnul Khotimah), baru aku rasakan ternyata begini realita yang ada. Aku dan teman-teman dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan memilih pada dua jalan &lt;i&gt;khoir am syarr&lt;/i&gt;, sedangkan dulu di HK meskipun pilihan tetap pada dua jalan tetap saja peraturan-peraturan yang digagas oleh &lt;i&gt;asatidz &lt;/i&gt;menopang kami agar selalu ada pada jalan kebaikan. Sekarang peraturan-perturan itu tidak ada. Di luar HK semuanya di kembalikan pada diri masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Karena pondok pesantren kita adalah sebuah pondok pesantren berbasic tarbiyah, yang katanya &lt;i&gt;tarbiyah &lt;/i&gt;adalah &lt;i&gt;madal hayah&lt;/i&gt;. Tentunya salah satu hal yang paling mendasar adalah putus &lt;i&gt;tarbiyah.&lt;/i&gt; Seperti yang kita ketahui &lt;i&gt;halaqoh tarbawiyah&lt;/i&gt; adalah program unggulan disamping program bahasa dan &lt;i&gt;tahfidz&lt;/i&gt;. Dulu… (cerita lagi nih…) ketika liburan Ramadhan tahun 2005, aku bersama beberapa teman diamanahi untk menghubungi DPD PKS di kota kami masing-masing dengan membawa sebuah surat mandat dari Pondok. Ada beberapa teman yang ditanya oleh ketua bagian kaderisasi "mengapa halaqoh tarbawiyah di HK menjadi sebuah program yang diwajibkan? seharusnya hal itu didasari oleh kesadaran santri sendiri, agar produk yang dihasilkan dari halaqoh tersebut menjadi lebih bagus dan produktif." Ketika mendapat cerita seperti itu, akupun bertanya-tanya "iya ya kenapa diwajibkan? Mungkin karena begini juga alumni banyak yang putus &lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt;nya." Tapi sekarang saya tau sesuatu hal, mungkin jika tidak diwajibkan akan lebih banyak lagi yang putus dan dalam proses &lt;i&gt;halaqoh &lt;/i&gt;yang diadakan sepekan sekali itu, ada kesadaran dari dalam diri kita. Di dalamnya juga kita dapat mengambil &lt;i&gt;tsaqofah islamiyah&lt;/i&gt; dan setelah pulang dari &lt;i&gt;halaqoh &lt;/i&gt;kita mendapat ruh baru. Selalu terngiang dalam pikiranku kata-kata seorang ustadz yang aku dapatkan ketika pembukaan &lt;i&gt;Training of Mentor&lt;/i&gt; pada bulan Agustus 2005 "&lt;i&gt;Akhwati… tarbiyah&lt;/i&gt; itu &lt;i&gt;madal hayah&lt;/i&gt;, sepanjang hidup. &lt;i&gt;Tarbiyah&lt;/i&gt; diibaratkan seperti tanaman yang disiram, dipupuk dan akan menghasilkan biji-biji yang akan menghasilkan lagi. Jadi orang yang tidak tarbiyah tidak menghasilkan apa-apa dan putus &lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt; sama saja dengan &lt;i&gt;mutasyarridah&lt;/i&gt; (terlunta-lunta) jika perlu jadilah &lt;i&gt;murobbi&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;murobbiyah &lt;/i&gt;karena &lt;i&gt;al-Akh as-Shodiq laa budda an takuuna murobbiyan&lt;/i&gt; dan juga karena &lt;i&gt;murobbi&lt;/i&gt; adalah bahan bakar kebangkitan Islam."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Putus &lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt; di latar belakangi beberapa hal, salah satunya figuritas terhadap &lt;i&gt;murobbi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;murobbiyah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;phoby &lt;/i&gt;terhadap PKS. Adapun yang menyebabkan figuritas adalah &lt;i&gt;syndrome&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;- (Sebutan saya bersama teman-teman satu &lt;i&gt;halaqoh&lt;/i&gt;). Hal ini selalu diawali dengan rasa kekaguman yang terlalu berlebihan pada seseorang atau beberapa orang, sedangkan manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna, pasti pernah melakukan kesalahan. Ketika orang yang dikagumi melakukan kesalahan ia akan kecewa, dan… kemudian putus &lt;i&gt;tarbiyah.&lt;/i&gt; Kemudian ada juga karena tidak merasa puas dengan &lt;i&gt;murobbi &lt;/i&gt;baru yang ia dapatkan di luar HK yang mungkin &lt;i&gt;kafaah syar'iyah&lt;/i&gt; tidak memadai dan juga dari segi pengalamannya, dan masih banyak lagi sebab-sebabnya. Yang seharusnya kita lakukan ketika mengalami hal seperti ini, hendaknya kita mengambil ibroh diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Aib yang dilakukan saudara seiman hendaknya tidak disebarluaskan, karena bisa jadi aib itu akan bertambah buruk setelah mendapatknatambahan dari satu mulut ke mulut yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Kekurangan atau kesalahan yang dilakukan oleh saudara kita, jika benar dilakukan olehnya, maka kita harus lebih bersikap untuk bercermin dari kesalahan itu agar kita tidak ikut mengulanginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Tak ada yang istimewa dan sempurna dalam kehidupan ini. Kita semua, saudara-saudara kita, mrobbi-murobbi kita ada dalam bingkai ketidak sempurnaan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Kesalahan seharusnya bisa membuat kita lebih tawadhu', ketika Rasulullah mengatakan ;" setiap bani adampasti melakukan kesalahan." Itu berarti memang tidak ada satupun manusia yang lepas dari kesalahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Ternyata cela dan cacat yang kita lakukanumumnya dilator belakangi karena adanya kesenjangan aktifitas yang bersangkutan dengan dakwah, karena kita perlu saluran aktifitas yangbisa menjadi wadah dalam perkembangan diri kita, jika tidak tersalurkan dalam koridor amal dan aktifitas yang baik, maka akan muncullah sikap negatif yang merusak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian ada yang melakukan aktifitaas &lt;i&gt;tarbiyah,&lt;/i&gt; tapi tidak mempunyai tujuan yang jelas. Sekedar 'ikut-ikutan' ataupun karena tuntutan dari Pondok Pesantren. Dan yang harus kita lakukan adalah nasihat-menasihati dengan tiga hal yang perlu kita perhatikan : niat, cara dan waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Putusnya &lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt; yang disebabkan &lt;i&gt;phoby&lt;/i&gt; terhadap partai. Yang aku ketahui, setiap santri kelas tiga aliyah sebelum menjadi alumni diberi bekalan melalui dauroh-dauroh salah satunya dauroh tentang dakwah dan politik. Dari sana saya mendapatkan pelajaran bahwa dakwah merupakan esensi dari kehidupan muslim, dan dakwah juga merupakan misi utama para nabi dan rasul. Banyak yang berpendapat bahwa antara dakwah dan politik tidah ada hubungan sama sekali dan tidak dapat disatukan. Jadi mereka beranggapan dakwah hanya bisa dilakukan di atas mimbar, di masjid-masjid dan majelis ta'lim dalam bentuk pidato maupun ceramah. Dan untuk politik, hanya berhubungan dengan kekuasaan saja bukan dengan dakwah, padahal Islam mencakup segala aspek termasuk politik dan politik adalah salah satu &lt;i&gt;washilah &lt;/i&gt;dakwah, jika suatu saat nanti partai Islam dilarang, maka dakwah tidak pernah mati. Dikotomi antara Islam dan politik sudah lama terjadi, padahal politik bukanlah sumber masalah, tetapi masalahnya ada pada pengaplikasian sistemnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pondok Pesantren Husnul Khotimah mempunyai misi yang sama dengan PKS, karena kedudukan partai ada dalam dakwah. Ketika partai dibubarkan, maka dakwah tetap dalam keadaan berjalan. Dalam hal ini PPHK mempunyai orientasi pada PKS diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;1). PPHK adalah lembaga swasta yang mana bebas pengurusnya menjadi pengurus PKS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;2). PPHK dalah lembaga dakwah dan PKS adalah partai dakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;3). Berdakwah dengan berpartai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan ada lagi kata ustadz yang saya dapatkan di dauroh dakwah politik dan dakwah pada tanggal 13 Oktober 2005 yang terus melekat di benak saya "kemanapun anda setelah ini, bergabunglah dengan PKS dan interaksi dengan dakwah."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beberapa hal yang menjadi faktor pendorong alumni &lt;i&gt;phoby &lt;/i&gt;pada PKS adanya keterikatan, segalanya diatur, perjodohan dan perilaku alumni yang selalu jadi sorotan kader-kader PKS. Saya sadari tidak di tanah air ataupun di luar negri, alumni HK memang menjadi sorotan, ya… dikarenakan predikat HK sebagai pondok &lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt; yang pertama kali dan menjadi Lab percontohan bagi pondok pesantren yang lain. Terkadang kita tentu merasa tertuntut untuk melakukan segala hal yang terbaik agar mengangkat nama HK sebagai bukti balas jasa, tapi kita ... adalah kita manusia yang tak sempurna yang mencoba pada kesempurnaan. Terkadang ada yang kecewa pada kami atas perilaku kami yang mulai luntur dari nilai-nilai Islam, sehingga ada penanggulangan-penanggulangan yang diadakan berupa nasihat dan teguran. &lt;i&gt;'Ala…kulli hal&lt;/i&gt; semua ada untuk kemashlahatan kita semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kembali lagi pada rasa kekecewaan saya, mungkin ini juga akibat pemikiran saya yang menganggap HK itu harus spektakuler dan saya belum bisa terhindar dari &lt;i&gt;syndrome&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;-. Dari dulu saya selalu berfikir "kenapa ya kader luar HK itu berlari, sedangkan kita hanya jalan nyantai diam saja malah! Sedangkan kita dituntut untuk selalu berlari." Dari sinilah muncul dikotomi antara istilah kader HK dan kader luar HK dalam pikiran saya. Saya mencoba bertanya pada MR saya yang baru, jawaban beliau adalah : "De … setiap orang itu pasti mempunyai potensi dan potensi diri itu harus diasah agar tajam. Dulu di pondok kita hidup dalam lingkungan yang homogen, teman-teman kita, kakak kelas kita maupun adek kelas kita mereka sudah tahu dan terarah pada kebaikan karena ada topangan dari peraturan-peraturan pndok ataupun dari &lt;i&gt;asatidz.&lt;/i&gt; Sehingga adek terbantu untuk beramar ma'ruf dan nahyi munkar. Sedangkan kader luar pondok dia hidup dalam lingkungan yang heterogen, masyarakat juga menuntutnya untuk memperbaiki keadaan yang bertambah buruk. Aktifitas dakwah yang banyak menuntutnya untuk berbagi waktu, oleh karena itu tidak sedikit kader yang tingkatannya sama dengan kita bahkan dibawah kita dia mempunyai jam terbang tinggi, segudang aktifitasnya. Tidak sedikit ikhwan dan akhwat yang mengisi 5-10 halaqoh tiap harinya, dari sanalah kekreatifitasannya diuji dan diolah dengan proses yang bagus sehingga ada atsar untuk dirinya misalnya dalam akhlak, kepribadian, dll. Melalui ini mungkin kita melihat bahwa kader luar pondok memang lebih produktif. Mulai sekarang kita harus senantiasa merubah diri kearah yang lebih baik dan kematangan akhlak. Yang kita perlukan untuk memelihara dari lingkungan yang kurang kondusif dan sebagai penopang dakwah kita dengan berpegang pada tali-tali Allah yang kuat agar tak mudah terombang-ambing." Subhanallah… menyejukkan sekali nasihat beliau. Memang hidup di alam yang heterogen akan mengasah daya &lt;i&gt;tawaaqu'at&lt;/i&gt; (antisipasi) dan juga daya &lt;i&gt;manna'ah&lt;/i&gt; (imunitas) kita. Oleh karena itu apa yang ada di hadapan kita sekarang ini harus menjadi wadah pembelajaran bagi kita agar bisa lebih dewasa dalam menyikapi aral dan rintangan kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;NB : Rasa terima kasih saya ucapkan untuk teman-teman &lt;i&gt;" Minhatu al-Akhyar "&lt;/i&gt; yang telah membantu untuk membangun hati dan fikiran saya.^_^&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-4895367004600236887?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/4895367004600236887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=4895367004600236887&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4895367004600236887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4895367004600236887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/07/rasa-penasaran-dan-kecewa-oleh-inna-nur_4540.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-964965321216665780</id><published>2008-06-21T19:16:00.004+07:00</published><updated>2008-06-21T21:02:51.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Ahmadiyah, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(dibalik diskriminasi warga dan tindakan anarkis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khanova Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Akhir-akhir ini, di negeri  yang di sebut dunia islam sebagai negeri muslim terbesar di dunia, seolah tak pernah berhenti dari kekerasan yang terus menerus menimpa anak bangsa Indonesia. Belum selesai konflik antar anak bangsa di suatu daerah, akhir-akhir ini Indonesia di ramaikan oleh aksi masa yang tidak suka akan keberadaan suatu komunitas yang menamakan diri mereka &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ahmadiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul fatwa MUI yang menyatakan bahwa ajaran ahmadiyah adalah ajaran sesat, berbagai macam terror dan diskriminasi selalu menghantui jiwa mereka yang mengakui bahwa nabi terakhir untuk umat manusia adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;“Ahmad”&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mirza Ghulam Ahmad&lt;/span&gt; dan mengingkari bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir utusan Allah SWT untuk umat manusia. Dari mulai pengasingan jemaat ahmadiyah hingga tempat peribadatan mereka di rusak oleh kelompok yang tidak suka akan keberadaan aliran keyakinan ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Islam yang merupakan agama &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);font-family:lucida grande;" &gt;rahmatan lil ‘alamin&lt;/span&gt; (agama rahmat untuk alam semesta) mengajarkan toleransi antar umat beragama yang selalu di junjung tinggi, namun apa jadinya ketika nilai-nilai agama itu di selewengkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mu’min sejati akan selalu meyakini rukun iman yang enam yang menjadi identitas keimanan seseorang, disaat apabila seorang mu’min tidak meyakini salah satu dari ke enam rukun iman tersebut maka tidak sah lah keimanan seseorang tersebut. Dan salah satu dari rukun iman tersebut adalah iman kepada nabi dan rosul. Dan kalau kita mengkaitkan rukun iman kepada nabi dan rosul tersebut  dengan sebuah ayat alqur’an ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);font-family:lucida grande;" &gt;“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”&lt;br /&gt;(QS : Al ahzab : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan sebuah hadist sohih ;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Abu Huroiroh r.a bahwa nabi SAW bersabda : &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;“Aku di lebihkan atas nabi-nabi sebelumku dengan enam perkara ; aku di berikan jawami’il kalam (kalimat singkat namun penuh makna), aku ditolong oleh Allah SWT dengan rasa takut yang menimpa musuh-musuh Allah, dihalalkan bagi ku ghonimah (harta rampasan perang), dijadikan bagiku bumi sebagai tempat yang bersih dan sebagai masjid, aku di utus untuk seluruh umat manusia, dan aku dijadikan sebagai penutup para nabi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Maka jalaslah bagi orang-orang yang beriman dengan iman yang sebenarnya bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi akhir zaman yang di utus oleh Allah SWT untuk umat manusia. Maka kesimpulan dari pemaparan dalil diatas adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa syarat keimanan seseorang adalah dengan meyakini rukun iman yang enam, dan beriman kepada para nabi dan rosul adalah salah satu dari rukun iman. Nabi Muhammad SAW adalah salah satu dari para nabi dan rosul yang wajib di yakini oleh setiap mu’min, dan beliau adalah penutup para nabi dan rosul. maka orang yang meyakini bahwa ada nabi lain setelah nabi Muhammad adalah bukan seorang mu’min karena tidak meyakini salah satu dari rukun iman yang enam, yaitu tidak meyakini bahwa nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; Namun bagaimana dengan orang yang mengaku nabi setelah nabi Muhammad SAW?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kaum muslimin pada masa pemerintahan sahabat Abu Bakar As Shiddiq, mencatat bahwa sepeninggal Rosulullah SAW muncul 3 golongan yang di perangi oleh Abu Bakar As Shiddiq ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang pertama &lt;/span&gt;adalah golongan nabi-nabi palsu, yang kedua golongan orang-orang yang tidak mau membayar zakat, dan yang ketiga adalah golongan orang-orang yang murtad (keluar dari akidah islam). Dan yang perlu di garis bawahi dari ketiga golongan ini adalah munculnya nabi-nabi palsu, yang salah satunya adalah Musailamah al kadzab. Kalau dimasa para sahabat saja para nabi palsu beserta kelompoknya di perangi, maka suatu hal yang wajar apabila di masa sekarang golongan yang menamakan dirinya itu seorang islam, namun tidak mempercayai bahwa nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi di musuhi, apalagi di mereka berada dalam suatu Negara yang disebut sebagai akbaru ad daulah al islamiyah fil ‘alam (kedaulatan islam terbesar di dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Ada beberapa hal yang menjadi asas dari keyakinan ahmadiyah ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.&lt;/span&gt; Aliran Ahmadiyah di bagi menjadi dua, &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;ahmadiyah-Qadiyani&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;ahmadiyah Lahore.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Aliran Ahmadiyah itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.&lt;/span&gt; Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;“Tadzkirah”&lt;/span&gt; yang mereka anggap sebagai kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya mereka anggap sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.&lt;/span&gt; Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Rabwah dan Qadiyan di India&lt;/span&gt;. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.&lt;/span&gt; Dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai ada &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;26 orang&lt;/span&gt;, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.&lt;/span&gt; Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang wajid di imani ada 4 buah yaitu: Al-Qur’an, Zabur, Taurat, dan Injil. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai ada 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.&lt;/span&gt; Aliran Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.&lt;/span&gt; Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah.&lt;/span&gt; Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Basyiruddin Mahmud Ahmad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari kesimpulan diatas&lt;/span&gt;, telah nyata bahwa Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Thahir Ahmad.&lt;/span&gt; Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Siapapun yang tidak mau menerima Ahmadiyah tentu akan mengalami kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;diantara beberapa ayat alquran yang di bajak dan di selewengkan maknanya adalah ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam kitab tadzkiroh : &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku”&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;(Tadzkirah hal. 630).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan dalam kitab tadzkiroh ini merupakan pembajakan dan penyalah artian dari ayat Al Quran ;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;“katakanlah (wahai Muhammad) jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Q.S Ali Imran : 31)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam kitab tadzkiroh : &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;"Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(“Tadzkirah” hal. 634)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ini merupakan pembajakan dari firman Alla SWT ;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 51, 204);font-family:lucida grande;" &gt;“Dan kami tidak mengutus engkau (wahai Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Q.S Al Anbiya : 107)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan masih banyak lagi ayat-ayat dalam Al Quran yang di bajak dan disalah artikan oleh orang-orang ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memperingatkan siapa pun yang berani menulis kitab suci kemudian mengatakan bahwa kitab tersebut adalah di turunkan oleh Allah SWT, hanya karena ingin mendapatkan keuntungan yang sedikit.&lt;br /&gt;Dalam firman Allah SWT ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);font-family:lucida grande;" &gt;“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan.”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Q.S. Al-Baqarah : 79)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa terjadi tindakan anarkis dan diskriminasi terhadap golongan ahmadiyah?&lt;br /&gt;Ketika nilai nilai dalam akidah islam di rusak dan Nabi Muhammad SAW tidak diakui posisinya sebagai nabi terakhir, dan ketika ayat-ayat suci Al Qur’an di bajak dan di salah artikan dengan penambahan dan pengurangan, maka umat islam mana yang akan tahan akan hal tersebut…?!&lt;br /&gt;Kalaulah ahmadiyah adalah sebuah agama baru atau akidah lain selain islam sebagaimana agama Kristen, hindu, dan budha yang legal dan diakui Negara Indonesia, maka agama islam adalah agama kasih sayang dan toleransi terhadap agama lain sebagai mana diajarkan dalam Al-Quran dan hadist, dan seorang muslim yang benar-benar beriman dan menghayati setiap kandungan alquran akan menghargai penganut ajaran agama lain sehingga tindak kekerasan dan anarkis yang selama ini menjadi alasan orang-orang yang tidak suka akan islam untuk memperburuk citra umat islam di mata dunia. Namun walaupun demikian islam tidak akan pernah mentolerir siapa pun yang merusak akidah mereka dan ingin menyesatkan orang lain atas nama akidah islam. &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-964965321216665780?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/964965321216665780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=964965321216665780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/964965321216665780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/964965321216665780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/06/ahmadiyah-dibalik-diskriminasi-warga.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1325665510145319217</id><published>2008-06-17T21:45:00.008+07:00</published><updated>2008-06-18T20:37:39.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Belajar dari Musailamah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;M Miftah Al Aflah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan Aziz Suhendar yang berjudul mencari kebenaran (bisa dilihat &lt;a href="http://generasihk9.blogspot.com/2007/11/mencari-kebenaran.html"&gt;disini&lt;/a&gt;) yang dimuat di BLOG ini pada ( Nopember 2007) beliau menutupnya dengan kalimat seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“Lalu, pertanyaan terbesar tulisan ini adalah bagaimana anda bisa membuktikan Allah sebagai tuhan yang benar? dan kenapa tuhan kita bernama Allah? Jika jawaban anda semua berasal dari al-Quran maka apa buktinya al-quran itu dari allah? Apa komentar anda?.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;“SELAMAT MENCARI KEBENARAN” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Apakah buktinya Al Quran itu dari Allah?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Yang coba penulis angkat dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang kafir Makkah bernama Amr Bin Ash berkunjung ke Nejed. Ia meninggalkan Nabi Muhammad s.a.w. orang yang sangat dibencinya, untuk menemui &lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Musailamah Al-Kadzdzab&lt;/span&gt;, yang juga mengaku sebagai nabi. Musailamah berkata kepadanya: "Apa gerangan yang turun kepada kawanmu –Muhammad s.a.w.- akhir-akhir ini?" Amr bin Ash, tamu dari Makkah itu, menjawab: "Telah turun satu surat yang singkat, padat dan indah." "Bagaimana surat itu?", tanya Musailamah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amr Bin Ash kemudian membacakan Surat ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;serta saling mewasiatkan kebenaran dan saling mewasiatkan kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak Musailamah terdiam, lalu berkata, "Surat semacam itu turun juga kepadaku." Giliran Amr bertanya, "Bagaimana bunyi surat itu?" Musailamah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Wahai kelinci, wahai kelinci. Kamu itu cuma dua telinga dan dada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Di sekitarmu lubang galian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana pendapatmu, hai Amr?" Amr segera menjawab, "Demi Allah, Anda tahu bahwa aku tahu Anda berdusta." &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Tafsir Ibn Katsir 4:547).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amr bin Ash, yang ketika itu belum masuk Islam dan tidak menyukai Nabi Muhammad s.a.w. mengakui dengan jujur bahwa Al-Quran mengandung kata-kata yang singkat dengan kandungan makna yang dalam. Kata-kata itu dirangkai dalam susunan kalimat yang indah. Amr menyebutya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;suratun wajizatun balaghatun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Imam Syafi`i terhadap surat ini: "Seandainya manusia merenungkan surat ini, cukuplah satu surat ini saja sebagai pedoman manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan surat "Al Ashr" ini dengan surat "Kelinci"-nya Musaila¬mah. Pedoman hidup apakah yang dapat kita petik dari kisah ke¬linci itu. Karena itu, Amr bin Ash segera yakin 100% bahwa Musailamah telah berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Musailamah tidak KO sampai disitu. Dan memaksakan ronde selanjutnya bergulir. Untuk menandingi surat Al¬ Kautsar, ia membuat surat AI-Jamahir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Sesungguhnya aku telah memberikan padamu orang yang banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Shalatlah kepada Tuhan-Mu dan nyatakan secara terbuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah isi surat Al kautsar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Sesungguhnya musuhmu itulah yang akan binasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musailamah hanya bisa menulis dua ayat saja. Sekarang banding¬kan, kekayaan makna pada "Al-Kautsar" (nikmat yang banyak) dengan "AI-Jamahir" (orang yang banyak). Lihat, betapa indahnya hubungan perintah shalat dengan perintah berkorban dan betapa canggungnya hubungan antara "shalat"-nya Musailamah dengan pernyataan terbuka. Perhatikan juga bagaimana Allah menutup surat pendek itu dengan janji yang menggetarkan, "Sesungguhnya musuhmu itulah yang akan binasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ronde selanjutnya. Saya akan menyerahkan kepada kearifan pembaca untuk membandingkan pembukaan Surat AI-Nazi'at dengan karya Musai¬lamah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Demi perempuan-perempuan yang menggiling gilingan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Demi perempuan-perempuan yang mengadon adonan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Demi perem¬puan-perempuan yang memasak roti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah pembukaan Surat AI-Nazi'at:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Demi para malaikat yang merenggut nyawa dengan keras. Dan yang menarik nyawa dengan perlahan. Dan yang melayang dengan cepat. Dan yang menyusul dengan kencang. Dan yang mengatur segala urusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik. Ternyata apa yang dilakukan Musailamah adalah usaha untuk menjawab tantangan AI-Quran. Kepada bangsa Arab, yang pada waktu itu terkenal pandai dalam mengolah bahasa, yang melahirkan banyak penyair, Al-Quran menantang mereka berkali-kali. Pada ronde pertama AI-Quran menyuruh mereka membuat kitab yang seperti AI-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya kalau manusia dan jin itu berkumpul untuk mengadakan yang serupa Quran ini, niscaya mereka tiada akan dapat membuat yang serupa Quran, biarpun sebagiannya menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.&lt;/span&gt;" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;(Al-Isra' 88).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak ada yang sanggup memenuhi tantangan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada yang sanggup, kemudian di ronde selanjutnya Al-Quran mengurangi kadarnya dan menantang mereka untuk membuat 10 surat saja seperti surat-surat dalam AI-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;Atau mereka mengatakan: "Dialah yang mengada-adakan Al-Quran. " Katakanlah: “Kemukakanlah sepuluh surat yang diada-adakan itu yang menyamai Al-Quran dan panggillah siapa pun yang sanggup selain Allah, kalau kamu benar. " &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;(Hud 13 ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, tiga penyair besar - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Abul 'Ala AI-Ma'ri, Al-Mutanabbi&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ibn al-Muqaffa&lt;/span&gt;' - berusaha memenuhi tantangan ini. Akan tetapi mereka tidak sanggup menggubah satu ayat pun, sehingga mereka mematah-matahkan pena dan merobek-robek kertas mereka. Akhirnya Al-Quran menantang mereka untuk membuat satu surat saja yang seperti Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Dan jika kamu masih ragu-ragu tentang ke¬benaran Al-Quran yang Kami turunkan pada hamba Kami (Mu¬hammad), cobalah kamu kemukakan sebuah surat seumpama Al¬ Quran itu dan panggillah pembantu-pembantumu selain Allah, bila kamu benar. Dan kalau kamu tidak bisa membuatnya, dan kamu tidak akan bisa membuatnya, maka jagalah dlrimu dari neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu-batu. Disediakan untuk orang yang tidak beriman."&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;(Al-Baqarah 23-24).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab tantangan yang terakhir inilah, Musailamah membuat Surat Kelinci, Surat Jamahir, dan Surat Tukang Adonan. AI-Quran menantang orang Arab supaya membuat "satu surat seumpama Al-Quran" dalam hal diksi (pilihan kata), susunan kalimat (balaghah), dan kandungan maknanya (bayan). Anda melihat Musailamah tidak mampu. Al-Mutanabbi tidak mampu. Penyair-penyair terhebat sepanjang sejarah juga tidak mampu. Dalam bahasa Arab, tidak mampu itu&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt; ‘ajiza&lt;/span&gt;. Membuat tidak mampu adalah&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt; a'jaza&lt;/span&gt;. Sesuatu yang membuat orang tidak mampu disebut &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mujizat&lt;/span&gt;. Proses "men-tidak-mampukan" disebut &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;I’jaz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanyalah satu dari sekian banyak bukti bahwa Al Quran adalah dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Who’s the next musailamah???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1325665510145319217?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1325665510145319217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1325665510145319217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1325665510145319217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1325665510145319217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/06/belajar-dari-musailamah-m-miftah-al_2921.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5384503189952162091</id><published>2008-06-02T19:18:00.006+07:00</published><updated>2008-06-05T18:18:26.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;SOS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;(SAVE OUR SOUL )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;Memahami Makna Hari Kebangkian Nasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aziz Suhendar&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/SEfKen9C_mI/AAAAAAAAAKs/a5Wyby0MG_Y/s1600-h/harkitnas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 208px; height: 202px;" src="http://bp1.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/SEfKen9C_mI/AAAAAAAAAKs/a5Wyby0MG_Y/s200/harkitnas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208354121547185762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di sebuah negara, kekayaan alam melimpah, luas daerah terbentang dari barat hingga timur. Sudah merdeka sekitar&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 62&lt;/span&gt; tahun. Entahlah apa nama negara itu. Kita beri nama saja dengan &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“itu”&lt;/span&gt;. Iya negara itu. Negara tempat kita lahir dan dibesarkan. Negara yang harus kita banggakan ketika berada di negara lain. Semoga saja tidak malu menyebut nama negara itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Malu ? apakah nama negara itu yang membuat kita malu? Bukan, melainkan yang membuat malu adalah prestasi yang telah di dapat. Status sosial yang ada membuat kita dilecehkan. Stempel sebagai negara ke-3 terkorup di dunia yang membuat kita dicurigai ke profesionalitasannya. Negara yang kaya raya akan sumber alam nya tapi bukan untuk rakyatnya, entahlah untuk siapa? Memang sangat ironi dan di negara &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“itu”&lt;/span&gt; penuh dengan ironi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di sebuah gubuk kecil tak bertembok, ditemani cahaya rembulan dan ditonton oleh mata-mata bintang yang berkelip di langit yang gelap. udin, asep, maman dan bejo   berbincang-bincang ngalor-ngidul serta diiringi tawa serasa tanpa berdosa, tanpa masalah. yang ada dalam pikiran mereka adalah &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“besok makan apa?”&lt;/span&gt; Mungkin hanya itu masalah mereka, tapi prinsip mereka &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“mangan ora mangan sing penting ngumpul”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (komunal sekali, asal  tidak komunis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, itulah mereka tanpa masalah. Padahal nama-nama mereka itu sudah terkenal dikalangan internasional. diseminarkan oleh mahasiswa, di diskusikan, menjadi bahan penelitian. Sampai-sampai dibuatkan lembaga untuk mengurusi mereka. Sebut saja lembaganya dengan dinas sosial yang sempat ditiadakan oleh pemimpin yang tidak bisa melihat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi udin, asep, maman dan bejo tidak hanya ber-4 saja. melainkan ditemani dengan  ribuan atau mungkin puluhan ribu atau mungkin malah lebih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(lihat aja di BPS untuk lebih pasti)&lt;/span&gt;. Yang setiap tahun datanya semakin menambah, mungkin jumlah mereka pernah turun beberapa tahun lalu ketika mereka ditarik ombak secara masal di ujung barat, dan di goyang-goyang di tengah pulau jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu problem di negara &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“itu”&lt;/span&gt; yang tak kunjung usai atau memang jangan di selesaikan agar negara itu terus diperbincangkan dengan masalahnya. Toh, ada beberapa oknum yang semakin kaya ketika masalah itu terus didiskusikan dan ketakutan ketika masalah itu sudah selesai. Sekali lagi Masalah itu hanya salah satu ke ironisan yang ada dinegara yang menyebut dirinya welfare state. Masih banyak lagi masalah di setiap kalangan dan golongan, dari kalangan teratas hingga terbawah, mulai dari golongan terkanan hingga golongan paling kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah demi masalah memang akan selalu ada akan tetapi masalah itu muncul karena ada yang salah (Masih pantas kah kita mencari siapa yang salah?) Ketika mulai ajang perdebatan (reformasi) di stasiun TV di media massa atau di media apa saja. Ada yang berkata :&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“ ini semua salah sistem, so ayo kita ganti sistemnya "&lt;/span&gt;, di sisi yang lain berkata &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;"bukan, itu salah orangnya. Entahlah siapa yang salah dan yang harus salah?"&lt;/span&gt;. Mungkin yang salah adalah para pahlawan yang mati di medan pertempuran demi sebuah kemerdekaan atau soekarno yang mendeklarasikan negara &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“itu”&lt;/span&gt;. kemerdekaan yang dikasih dan dikasihani. (Kenapa harus merdeka?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naga bonar pun sempat menggeleng-gelengkan kepalanya ketika bonaga harus menjual tanahnya ke orang Jepang walaupun dengan bahasa investasilah atau apalah namanya, susah payah membela tanah air eh malah dijualin. Naga bonar pun protes ketika melihat patung pahlawan yang harus hormat kejalanan. Hingga akhirnya Ia berkata &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-style: italic;"&gt;"ini kesalahan aku (naga bonar) yang masih hidup di zaman mu (bonaga), zaman yang sulit ku mengerti"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(lihat : naga bonar jadi 2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para pahlawan hidup kembali pada zaman sekarang, memang akan menjadi sangat sulit dipahami oleh mereka. Dengan susah payah bertempur membela tanah air hingga nyawa pun taruhannya. Demi sebuah kesejahteraan yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat. Namun seiring waktu berjalan tetap saja negara &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“itu”&lt;/span&gt; terjajah. Walaupun dengan kemasan yang lain. Lebih canggih, lebih manusiawi dengan bahasa-bahasa yang halus tanpa harus mengangkat senjata tapi. Namun kolonial tetaplah kolonial, tetap saja merugikan bangsa. (agenda mendesak bangsa, selamatkan indonesia, Amien Rais, tentang korporasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang, siapakah yang mau menjadi pahlawan? Mengembalikan identitas bangsa, meraih kembali prestasi dan bangkit merebut martabat bangsa. Apakah masih ada jiwa-jiwa yang ikhlas tanpa pamrih membela dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Seharusnya itulah yang dapat kita renungkan di ajang hari kebangkitan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;100 tahun HARKITNAS&lt;/span&gt;. Di nodai oleh kebijakan yang bijak sana dan tidak bijak sini. Kenaikan harga BBM yang kedua kali nya membuat kami rakyat kecil meringis pasrah. Meronta-ronta meminta makan. Keadaan negara &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“itu”&lt;/span&gt; memang kritis. Kami rakyat kecil hanya dapat berteriak-teriak selamatkan jiwa kami, selamatkan jiwa kami. Selamatkan jiwa kami. &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;WALLAHU A’LAM BIS SHOWWAB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Dibuka lowongan menjadi pahlawan bangsa yang dapat membangkitkan negara “itu” dari kesusahan dan dapat mensejahterakan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ADA YANG MO DAFTAR??????????????????????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5384503189952162091?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5384503189952162091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5384503189952162091&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5384503189952162091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5384503189952162091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/06/sos-save-our-soul-memahami-makna-hari_02.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/SEfKen9C_mI/AAAAAAAAAKs/a5Wyby0MG_Y/s72-c/harkitnas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8868440892362787382</id><published>2008-05-26T05:46:00.006+07:00</published><updated>2008-06-06T02:39:18.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/SEhAw39C_pI/AAAAAAAAALE/XVZp1Zc28Yc/s1600-h/adit+p2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 391px; height: 490px;" src="http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/SEhAw39C_pI/AAAAAAAAALE/XVZp1Zc28Yc/s400/adit+p2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208484177451875986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8868440892362787382?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8868440892362787382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8868440892362787382&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8868440892362787382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8868440892362787382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/05/suasana-malam-jakarta-aditya-firmansyah.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/SEhAw39C_pI/AAAAAAAAALE/XVZp1Zc28Yc/s72-c/adit+p2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-590717279026361372</id><published>2008-05-26T04:49:00.010+07:00</published><updated>2008-05-28T21:24:27.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muslim Tanpa Inklusif Ataupun Eksklusif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Taufan januardi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menjadi angin yang menyegarkan tentunya ketika  salah seorang ulama terkenal memprediksi bahwa kebangkitan islam bermula dari Indonesia. Suatu kebanggaan karena memang saat ini Indonesia selain menjadi mayoritas muslim terbesar di dunia perkembangan pengetahuan keislaman di Indonesia pun cukup pesat dan beragam, akan tetapi ironis ketika keberagaman itu mengarah kepada kebebasan yang bablas dan kurang sesuai dengan standarisasi syariat yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh perkembangan keilmuan yang nyata dan patut kita beri &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;applause&lt;/span&gt; adalah aktifis islam liberal karena sudah mencoba berkontribusi untuk umat islam Indonesia walaupun tak jarang pernyataan kontroversial yang terlontar. Tidak jauh-jauh kepada islam liberal ternyata perkembangan keilmuan islam pun bisa kita tengok di blog ini, sebagai contoh munculnya istilah muslim inklusif, ketika mendengar istilah muslim inklusif membuat wawasan kita  bertambah atau paling tidak kosa kata di benak setiap kita bertambah. Dan pastinya berbagai ekspresi setiap kita pun berbeda-beda mulai dari mengerutkan dahi, menggelengkan kepala atau bahkan sampai manggut-manggut mendengar istilah muslim inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terinspirasi dari tulisan sebelumnya yaitu artikel saudara mumu yang bertemakan “Menjadi Muslim Inklusif Di Era Global”, mungkin juga bisa dikatakan sedikit tanggapan dari tulisan tersebut, karena jika ditempatkan di comment akan memakan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adakah muslim inklusif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kata muslim tentu erat kaitanya dengan islam bahkan tidak bisa dipisahkan antara muslim dan islam, maka ketika dikatakan muslim inklusif, berimbas juga kepada kata islam yang akan menjadi islam inklusif. Apakah ada islam inklusif ataupun muslim inklusif?, ada baiknya kita menelusuri asal usul penerapan istilah islam inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata istilah islam inklusif ataupun muslim inklusif tidak ada dalam tradisi keilmuan agama islam, bahkan yang pertama kali menerapakan istilah inklusif pada agama yaitu agama Kristen. Tepatnya sejak berakhir konsili vatikan II (1962- 1965), yang mana katolik Roma melakukan perubahan haluan teologi, beralih dari teologi eksklusif menjadi teologi inklusif yang salah satu inti dari isinya mengenai teologi inklusif adalah ajakan agama kristen kepada agama islam untuk melupakan pertikaian dan permusuhan yang sudah-sudah dan mengusahakan dengan jujur saling toleransi, akan tetapi pada sisi yang lain pada saat yang sama konsili mewajibkan jemaatnya untuk melakukan aksi kristenisasi pada seluruh umat manusia, dan ini jelas paradoks. Itulah sepintas gambaran  penggunaan istilah inklusif pada agama, yang kata itu tak ada sama sekali sebelumnya dalam kamus keilmuan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika inklusif itu diartikan sebagai menerima, terbuka  ataupun toleran maka sebelum munculnya istilah kata inklusif di belakang kata muslim pun, ternyata seorang muslim itu seyogyanya bersikap toleran dan terbuka, akan tetapi tentu ada batasan-batasannya di mana kita harus toleran dan dimana kita harus terbuka.  Jika yang dikatakan saudara mumu dalam artikelnya &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“menerima tidaklah sama dengan meyakini dan mengakui tidak sama dengan menyamakan”&lt;/span&gt; yang menuntut seorang muslim itu terbuka, menerima serta toleran terhadap pendapat orang lain maka hal itu sah-sah saja, akan tetapi apabila pendapat itu sudah melangkah memasuki kawasan standar baku syariat tentunya akan menjadi permasalahan bersama yang perlu diluruskan jika memang kurang sesuai dengan syari’at yang berlaku, tidak begitu saja diterima terlebih diyakini. Apakah pendapat yang mengatakan bahwa rambut perempuan tidak termasuk aurat, kita terima?, atau juga pendapat bolehnya pria non muslim menikah dengan muslimah,  itu juga kita terima? Tentunya tidak bisa langsung kita telan mentah-mentah begitu saja karena perbedaan pendapatnya sudah menyangkut asas dasar dalam agama islam yang dengan jelas termaktub dalam Al-Qur’an hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah muslim inklusif ataupun toleran menerima berbagai jenis pendapat walaupun tidak untuk  diyakini, istilah yang lebih cocok untuk penamaannya adalah muslim permisif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tadabur Al-Qur’an, ijtihad dan syari’at&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membaca Al-Qur’an maka kita akan melihat berbagai keindahan yang terpancar sehingga setiap kita  bisa mengambil ibroh dari apa yang kita baca. Dan memang benar Al-Qur’an bagaikan intan mutiara yang semua sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan sudut lainya, akan tetapi menjadi suatu kekonyolan ketika kita membaca atau mentadaburi Al-Qur’an sehingga mendapatkan makna tersirat yang bertolak belakang dengan Al-Qur’an itu sendiri, contohnya tidak wajibnya jilbab ataupun bolehnya meminum khamr karena berada di wilayah dan kondisi yang berbeda, karena jilbab budaya arab maka di Indonesia tidak berlaku, karena bukan budaya Indonesia memakai jilbab ataupun karena kondisi di Rusia dingin maka meminum vodka adalah sesuatu yang boleh-boleh saja atau bahkan halal, maka apa gunanya &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;(QS. Al-Ahzab : 59)&lt;/span&gt; tentang pewajiban jilbab dan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(QS. Al-Ma’idah : 90)&lt;/span&gt; tentang pelarangan khamr  , alasan-alasan yang menurut akal ma’qul (masuk akal) tapi sayangnya syariat itu tidak mengedepankan masuk akal manusia ataupun tidak, karena Sang Pembuat syariat lebih tahu kadar akal manusia.&lt;br /&gt;Perlu dipahami bahwa Al-Qur’an itu &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“Al ibrotu bi umumi lafdzi la bi khususi sabab”&lt;/span&gt;, artinya ibrohnya lafadz Al-Qur’an itu untuk semua zaman dan kondisi walaupun terdapat sebab turunya ayat Al-Qur’an, akan tetapi sebab itu tidak membatasi Al-Qur’an ataupun syari’at islam khusus untuk masyarakat Arab saja dan pada saat itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah hanya akal saja yang dijadikan barometer dalam berpendapat atau berijtihad maka bisa saja keliru dalam pengambilan hukum ataupun pendapat, adapun untuk menerima terlebih meyakini pendapat atau ijtihad seseorang, maka harus dipilah-pilah terlebih dahulu pendapat seperti apa yang bisa diterima ataupun ditolelir. Jikalau pendapat atau ijtihad yang tidak sesuai itu tidak disebarluaskan kepada masyarakat luas tentunya akan lain persoalannya, akan tetapi yang menjadi masalah ketika pendapat itu disebarluaskan kepada masyarakat banyak, yang tidak bisa tidak secara tidak langsung ketika menyebar pemahaman yang keliru di masyarakat maka masyarakat tidak hanya menerima , bahkan bisa jadi meyakininya. Apakah yang seperti itu yang dinamakan ”menerima tidak sama dengan meyakini”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama terdahulu pun terkadang berbeda pendapat tetapi tidak berbeda dalam masalah dasar-dasar pokok agama yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an. Lalu mengapa harus ulama yang kita ikuti? Karena merekalah pewaris para nabi, sangat aneh kiranya jikalau kita melupakan jasa-jasa ulama terdahulu yang jelas-jelas kesholehannya dan keikhlasannya dalam membangun islam, yang ketika berpendapat dan berijtihad standarisasinya hafal ribuan hadist dan hafal Al-Qur’an terus kita mengkritik bahkan menapikan pendapatnya yang jelas-jelas tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-sunnah sedangkan pendapat orientalis ataupun orang di luar islam kita telan mentah-mentah bahkan tanpa dikunyah. Timbul pertanyaan, seberapa pahamkah atau berapa ayat Al-Qur’ankah  yang kita hafal? Berapa hadist yang kita hafal sekaligus paham? Puluhankah? Ratusankah? Atau ribuankah? Berapa lamakah kita habiskan waktu kita untuk agama ini, selama ulamakah? Apakah amalan-amalan dan ilmu kita telah melebihi para ulama madzhab sehingga setiap kita sudah bisa bersaing berijtihad seperti beliau-beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Relativitas akal manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena akal manusia berbeda-beda maka sifatnya relatif, pendapat seperti itu akan berimbas kepada relatifnya sebuah kebenaran. Jika kebenaran sudah relatif maka apa yang bisa kita jadikan pijakan? &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“pendapat anda bisa benar dan pendapat saya bisa jadi salah ataupun sebaliknya”&lt;/span&gt;, bahkan perkataan anda dan saya dalam kalimat itu tidak akan ada yang benar karena relatifnya kebenaran, serta malah berdalih menunggu pengadilan di akhirat nanti yang menentukan mana yang benar dan mana yang salah.&lt;br /&gt;Ketika relatifnya kebenaran maka secara tidak langsung akan mengarah kepada pluralisme, karena dengan relatifnya kebenaran maka bisa jadi membenarkan semua pendapat ataupun membenarkan semua agama, seperti halnya filsafat perenial yang mengatakan pusat roda adalah tuhan dan setiap jari-jari yang menuju pusat roda adalah jalan-jalan agama untuk mencapai tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang tertulis dalam Al-Qur’an ataupun As-sunnah itu tidak bisa dijadikan pijakan kebenaran sehingga kita harus menunggu mengetahui kebenaran itu di akhirat nanti?&lt;br /&gt;Kebenaran yang kita capai tidak akan sama dengan kebenaran Allah, karena kita hanya manusia dan yang pasti kebenaran pada taraf manusia tidak mustahil dan tidak pula relatif selama ada pijakan yang jelas yang diberikan Allah kepada manusia yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah, maka yang diperlukan oleh kita sebagai muslim cukuplah mengikuti  ulama-ulama yang berpegang kepada Al-Qur’an dan As-sunnah kalaupun kadar kita belum mencapai taraf ulama madzhab maka yang kita lakukan adalah taklid bukan berlomba-lomba berijtihad menurut akalnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Epilog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kalaulah artian dari muslim inklusif itu adalah terbuka dan menerima segala pendapat walaupun tidak untuk diyakini, maka dalam kasus muslim inklusif yang diusung oleh mumu dalam artikelnya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“menjadi muslim inklusif di era global”&lt;/span&gt; lebih pas jika dinamakan muslim permisif, sedangkan jika muslim inklusif itu adalah toleran terhadap pendapat yang ada, maka tanpa memakai embel-embel inklusif pun kata muslim saja sudah cukup mewakili, karena sebagai seorang muslim yang baik sudah selayaknya bertoleran seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal –usul penerapan kata inklusif pada agamapun bermula dari Kristen yang tidak puas dengan teologi eksklusif yang mereka pakai sehingga berubah haluan menjadi teologi inklusif, apakah kita akan mengekor jejak Kristen sedangkan Kristen agama yang lain dan kita juga agama yang lain “lakum diinukum waliyadiin” . Walaupun ringan saja  hanya sekedar penamaan, namun dari hanya sekedar itulah berpeluang menjadi benih-benih penyamaran dan pengaburan makna. Ketika dikatakan muslim inklusif maka mesti ada muslim eksklusif, namun apabila muslim inklusif menjadi standar ideal maka istilah muslim eksklusif mau tidak mau harus dinegasikan karena itu tidak termasuk standar idealnya seorang muslim, dan muslim pun terpetak-petak menjadi inklusif dan eksklusif dan juga  tidak menutup kemungkinan akan adanya muncul istilah-istilah muslim lain yang sebelum-sebelumnya tidak ada dalam tradisi keilmuan islam. Apakah muslim yang seperti itu yang kita inginkan? Umat muslim sudah terpetak-petakan saat ini janganlah menjadikan petakan itu lebih sempit sehingga peluang bersatunya umat islam itu satu berbanding jutaan kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia terutama umat islam sudah jenuh dengan tingkah laku para politisi yang tidak bertanggung jawab, tidak sepantasnya kita ikut-ikutan menambah beban masyarakat dengan membuat ulah dalam agama. Jikalau politisi di negeri kita seperti itu, mungkin dia belum tahu islam tetapi jika kita yang tahu islam memperkeruh keadaan hingga membuat masyarakat bingung maka pertanyaan apalagi yang pantas ditanyakan. Janganlah jadikan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“Experiment Is The Best Teacher “&lt;/span&gt; sebagai motto atau pegangan dalam agama kita, hidup kita mungkin sepanjang rel, tetapi akan ada stasiun akhir dimana kita harus berhenti dan berakhir serta saat itu tidak bisa berbelok ke kanan ataupun ke kiri karena tujuan kita telah tiba. Wallahu a’lam bi shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-590717279026361372?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/590717279026361372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=590717279026361372&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/590717279026361372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/590717279026361372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/05/muslim-tanpa-inklusif-ataupun-eksklusif.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5924482974751052398</id><published>2008-05-04T18:57:00.003+07:00</published><updated>2008-05-28T21:30:29.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cathar'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selapis Jiwa dan Gelombang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sebuah Analogi Menelisik Kerikil Jiwa)&lt;br /&gt;Hani Fauziah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Selapis jiwa menco&lt;/span&gt;ba menatap gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;..betapa be&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;rlembar-lembar&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; hari y&lt;/span&gt;ang ia tul&lt;/span&gt;isi dengan tinta lelah dan penat…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;membuatnya berhenti sejenak…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; di satu titik &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kecil pada selembar hari dari j&lt;/span&gt;utaan hari-harinya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selapis jiwa men&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;coba menatap gelombang..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;..nun jauh di seberang gel&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;ombang itu, ada se&lt;/span&gt;buah janji yang selalu ia ingat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; sebuah negeri keabad&lt;/span&gt;ian yang begitu indah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang berdentang selalu pa&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;da ruang nuraninya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;sejuta irama yang&lt;/span&gt; selalu menggetarkan hatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Selapis jiwa t&lt;/span&gt;etap tak beran&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;jak di tepian gelombang..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;…dinginnya biru gelombang yan&lt;/span&gt;g menyapa jemari-jemari kakinya pada pepasiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; seperti membuatnya semakin genta&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;r untuk memasuki gelombang…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selapis jiwa menatapi gel&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ombang yang bergulingan…bertimpaan..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;..ia pejamkan kelopak nuran&lt;/span&gt;inya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;  rasa-rasa kecil ber&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;main-main riang dengan syetan-syetan kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  dalam rusuh nuraninya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  membuatnya sem&lt;/span&gt;akin gentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;..bergetaran denting-denting nuraninya mengeja sebait kata-kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; yang sangat a&lt;/span&gt;krab..bait-bait yang hurufnya berulangan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;  “Allah..Allah..Allah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;    Allah..Allah..Allah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;    Allah..Allah..Allah…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bait-bait yang dengan ajaibnya selalu saja membuat ia menjemput energi baru…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ia peluk erat…erat dan tak ingin kehilangannya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Selapis jiwa dan gelombang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;…ah, bukan tak pernah ia &lt;/span&gt;masuki gelombang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; berkali-kali bahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Namun selalu saja kelemahan azzamnya membuatnya lari…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; kembali lagi ke tepian semula sambil pejamkan nuraninya..dalam ketakutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Namun di satu titik kecil pada s&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;elembar hari dari jutaan hari-harinya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; Selapis jiwa mencoba menatapi gelombang dengan mata terbuka…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; Ia ingat kata-kata ibunya &lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;”Jangan kau pejamkan mata..tataplah gelombang dengan berani!!!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Jika malam pekat tiba, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kapan lagi ia seberangi gelombang itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Jika tirai malam telah diturunkan…pupuslah sudah semua kesempatannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; untuk bisa sampai ke negeri indah di seberang gelombang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selapis jiwa tetap tertegun…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Dinginnya biru gelombang menyapa kembali jemari-jemari kakinya yang gentar itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Nyebrang…tidak…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Nyebrang…tidak…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Nyebrang…tidak…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Maju mundur nuraninya berciutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selapis jiwa yang gentar itu mencoba menguasai dirinya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Dijajahnya gentar itu!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Diikatnya rasa-rasa kecil itu dengan dzikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;  Ada Bilal bin Ra&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;bah, satu bintang di seberang gelombang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; Ada Abu Bakar Shiddiq, satu&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt; bintang di seberang g&lt;/span&gt;elombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;  Ada Sayyid Quthb,&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; satu bintang di seberang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; gelombang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Ada Mush’ab bin Umair, satu bintang di seberang gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;   Izzudin al Qosam, sat&lt;/span&gt;u bintang di seberang gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Ada Syaikh Ahmad Yasin, satu bintang di seberang gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bekerjapan mata selapis jiwa…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Bintang-bintang di sebera&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;ng gelombang itu tinggi dan bersenyuman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Bintang-bintang itu pun dulunya pernah menyebrangi gelombang dengan sejuta keberanian…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; Kerlipan bintang-bintang itu me&lt;/span&gt;nggodai dan membujuk nuraninya untuk segera beranjak…mengarungi gelombang..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Selapis jiwa mencoba menguasai dirinya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; Dijajahnya gentar itu!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; Diikatnya rasa-rasa kecil itu &lt;/span&gt;dengan dzikir..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kemarin, ada sahabatnya yang sudah menduluinya pergi menempuh gelombang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ingin rasanya menyusul…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selapis jiwa m&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;erunduk di tepian pepasiran,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Jari-jari tangannya&lt;/span&gt; mencoba me&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;rasai dinginnya biru gelombang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;“ah, aku pun pasti bisa!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; diikatnya erat-erat rasa-rasa kecil itu dengan dzikir dalam kotak nuraninya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; berkedipanlah bintang-bintang di seberang gelombang menggoda nuraninya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;diambilnya perahu ya&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ng sudah lama ditambatnya di tepian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; sambil tersenyum,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  “Laa haula, walaa quwwata illa billah…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;seperti anak kecil: digenggamnya “jari-jari” Allah itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; dan tak hendak sampai kapan pun ia lepaskan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;“Nah, gelombang…sampaikan aku ke seberang..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tiba-tiba,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Gelombang tersenyum padanya..manis sekali..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; “selapis jiwa…jangan kamu takut…bersahabatlah denganku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Jika aku meng&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;hempaskan&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mu, teruslah berpeg&lt;/span&gt;angan dengan erat…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt; Jika aku menimpa per&lt;/span&gt;ahumu, bershabarlah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Jika aku melandai, jangan kamu lengah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Jika aku bergulingan dan m&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;embuatmu takut…tegarlah dan jangan kau pejamkan matamu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Selama kamu dekat dengan yang Maha Mengend&lt;/span&gt;alikan aku, maka aku adalah sahabatmu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Menjadi tenanglah nurani selepas jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dinaikilah perahunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pada kayuh dayung pertamanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selapis jiwa bergumam hangati relungnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; “Robbanaa laa tuzig quluubanaa ba’da idz hadaitanaa..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Gelombang pun tersenyum,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati gelombang berdoa, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;”Allumma sallimha”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Bintang-bintang di seberang gelombang pun bersenyuman…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: right; font-weight: bold;font-family:courier new;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cairo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awal Muharrom di puncak musim dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:lucida grande;" &gt;A thousand journey begins on a single step&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5924482974751052398?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5924482974751052398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5924482974751052398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5924482974751052398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5924482974751052398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/05/selapis-jiwa-dan-gelombang.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-2114694990726337141</id><published>2008-04-27T20:17:00.004+07:00</published><updated>2008-05-28T21:32:54.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potret Kecil Pluralisme Keagamaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;M Miftah Al Aflah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   Dalam sebuah artikel yang dimuat di Harian Umum &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;"Republika"&lt;/span&gt; (03/04/02) Muhamad Ali, seorang pemikir Islam liberal, melontarkan beberapa pemikiran tentang pluralisme agama yang kontroversial. Dan juga dalam sebuah artikel yang dimuat di &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“BLOG”&lt;/span&gt; ini oleh seorang berinisial Mumu juga melontarkan beberapa perkataan yang senada dengan Muhamad Ali. Pertama, Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya sangat toleran dan inklusif terhadap komunitas di luar Islam. Kedua, Islam adalah agama penyerahan diri. Artinya, setiap orang bertuhan yang berbuat baik bisa dikatakan Muslim. Contoh kecilnya adalah sebuah pertanyaan “apakah Thomas Alfa Edison masuk surga atau tidak?”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Bahwa Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat sangat toleran dan inklusif terhadap umat-umat lain adalah benar. Sejarah telah membuktikan bagaimana Piagam Madinah mengayomi dan memperlakukan seluruh masyarakat, termasuk non-Muslim, secara adil. Hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu. Tak ada kekhawatiran dari pihak non-Muslim akan perlakuan semena-mena dari pihak Muslim. Namun, toleransi tersebut diwujudkan sebatas pada persoalan-persoalan muamalah, dan tidak berlaku pada masalah-masalah akidah dan syariah. Tidak ada satu pun keterangan yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad s.a.w. masuk gereja untuk menunjukkan sikap toleransinya. Bahkan yang ada, tawaran pihak kafir Quraisy untuk saling bergantian beribadah ditolak mentah-mentah oleh beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kedua. Bahwa secara harfiah Islam berarti penyerahan diri tidaklah ada yang memungkiri. Namun, mengkatagorikan setiap penganut agama yang berperilaku baik sebagai beragama Islam (Muslim) adalah pendapat yang sangat gegabah. Apa perlunya Allah s.w.t. mengutus Nabi SAW kalau setiap orang yang mengakui adanya tuhan dan memiliki perilaku yang baik dikatakan Muslim?. Bagaimana pula dengan ayat Alquran yang menyebutkan bahwa orang yang mencari agama selain Islam tidak akan diterima (QS 3: 85)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kalaupun terminologi Islam dipahami sebagai agama penyerahan diri, maka yang dimaksud adalah penyerahan diri secara total kepada segala ketentuan Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, dan bukan penyerahan diri secara total kepada selain-Nya. Sangat naif jika setiap orang yang berserah diri kepada (satu) tuhan dengan syarat berperilaku baik diartikan sebagai ber-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pemikiran-pemikiran tersebut konon dimaksudkan untuk mewujudkan apa yang mereka namakan pluralisme agama. Lampu bisa beragam bentuk, tetapi cahaya tetap sama. Agama bisa bermacam-macam, tetapi tujuannya tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Semoga bisa menjadi sebuah catatan bersama yang ditekankan penulis dalam tulisan ini yaitu &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“jika pluralisme agama dimaksudkan untuk mewujudkan toleransi dan kedamaian dalam keragaman beragama, tentu tak ada masalah. Namun, jika pluralisme agama ditujukan untuk pengaburan dan pembauran akidah dan syariah, tentu harus ditolak.”&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Islam mengakui dan menghormati adanya keberagaman agama. tapi bukan berarti menganggap semua agama itu benar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Tidak ada pemaksaan dalam beragama (Islam). Sesungguhnya kebenaran telah jelas daripda kesesatan..."&lt;/span&gt; (QS 2: 256) merupakan bentuk pengakuan atas kenyataan tersebut. Potret sejarah menunjukkan bagaimana umat-umat non-Muslim yang berada di wilayah yang dikuasai umat Islam hidup tenteram dan damai. Sebaliknya, umat Islam yang hidup di kantong-kantong yang dikuasai oleh non-Muslim seringkali mendapat perlakuan yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;Wallahu a'lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-2114694990726337141?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/2114694990726337141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=2114694990726337141&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2114694990726337141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2114694990726337141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/04/potret-kecil-pluralisme-keagamaan.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8602002887877820381</id><published>2008-04-27T19:07:00.005+07:00</published><updated>2008-05-29T06:19:54.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inilah Saya dan Siapakah Anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Adi Andriana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pergolakan pemikiran di dunia Islam semakin menajam dan memanas, mengakibatkan timbulnya berbagai aliran aliran pemikiran baru yang terus menarik dan menyeret wajah umat dari satu sisi ke sisi lainya bahkan membuat geram, dan bila di klasifikasikan maka akan terbentuk tiga aliran besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah: aliran yang kebarat baratan yaitu sebuah aliran yang eksistensinya di kehendaki oleh neo imperialisme dan yang terpana dengan peradaban barat. Aliran ini memfokuskan diri pada pembebasan jati diri umat Islam dari setiap warisan masa lalu dan memutuskan tali sambung keberlangsungan peradaban umat, atau dengan kata lain memisahkan masa sekarang dan masa depan umat islam dari menjadi bagian tidak terpisahkan dari peradaban islam, karena tuan mereka tidak ingin peradabanya tersaingi oleh peradaban islam yang dalam sejarah panjang peradaban umat manusia tidak ada satu-pun yang dapat menyamai peradaban umat islam. Dan tujuan akhir dari setiap usaha yang mereka kerahkan yaitu menjadikan umat Islam mengekor pada peradaban barat, dan bukan menjadikan kita manusia berperadaban yang hakiki seperti janji manis mereka, akan tetapi mengekalkan “mengekorisme kita” pada peradaban barat. Di mulai dengan mengekor dari segi pemikiran, nilai, norma bahkan sampai pada style dan gaya hidup. Aliran ini menginginkan kita selaku umat islam agar merdeka, bukan merdeka dari penjajah tapi dari ajaran islam yang sebenarnya. Mayoritas penganut aliran ini beragama islam akan tetapi mereka menginginkan Islam yang persis seperti agama Kristen dengan inti ajaranya berikanlah bagian yang untuk kaisar bagi kaisar dan bagian yang untuk Allah bagi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat lebih jauh, sebenarnya hal seperti ini adalah hal baru bagi umat Islam, karena sepanjang sejarah kecuali setelah imperialisme menancapkan hegemoninya di tanah umat islam. Acuan dan titik tolak peradaban yang di jadikan pegangan adalah acuan dan titik tolak Islam. Setiap aliran pemikiran dan mazhab - mazhab yang berkembang dari mulai mazhab - mazhab dalam akidah sampai mazhab - mazhab dalam fikih semuanya mengacu pada acuan dan titik tolak Islam dan bukan pada selainya. Perbedaan antara ahlu ra’yi, Mutazilah sebagai yang berada di garda terdepan dari ahlu ra’yi dengan ahlu atsar, ahlu hadits sebagai yang berada di depan dari ahlu atsar yang tiada hentinya menentang mu’tazilah juga yang berdiri dan bersikap moderat dengan menyeimbangkan antara ra’yi dan atsar, semuanya tetap dalam koridor acuan dan titik tolak islam sebagai pegangan, mereka tetap menjadikan Islam dalam masalah akidah, syariah dan nilai sebagai penilainya. Dengan tanpa melihat salah dan benar, dekat dan jauhnya ijtihad dan takwilan mereka dengan ajaran islam yang lebih mendalam. Oleh karena itu dalam masalah penyebutan dalam kamus sejarah islam, tidak satupun yang menamai golongan,mazhab dan ijtihadnya dengan nama golongan islami,mazhab islami dan ijtihad islami, karena semuanya islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Indonesia aliran yang kebarat baratan ini lebih di kenal dengan sebutan sekuler, liberal atau sejenisnya. Namun agar tidak serampangan dalam menilai kita harus memperhatikan batasan batasan di antaranya yang pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa perbedaan antara kita dengan mayoritas mereka adalah dalam proyek peradaban atau dalam masalah sistem negara islam dan bukan dalam masalah aqidah oleh karena itu perbedaan ini termasuk dalam pembahasan “furuiyah” maka standar yang digunakan dalam penilaian pernyataan mereka adalah dengan menggunakan istilah “benar” atau “salah” dan bukan menggunakan standar “beriman” atau “kafir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang kedua: adalah kita harus membedakan mereka ke dalam tiga arah pemikiran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Arah pemikiran yang pertama adalah sekuler revolusionis, mereka adalah penganut arah pemikiran yang bukan hanya ingin memisahkan agama dari negara akan tetapi melebihi itu yaitu berusaha sekuat tenaga mencabut keberagamaan dari akal, hati, pemikiran, masyarakat dan budaya. Dan perbedaan antara kita dengan penganut arah pemikiran ini adalah perbedaan dalam masalah “ushuliyah” dan bukan hanya sebatas perbedaan dalam masalah “furuiyah”, maka standar dalam penilaiannya pun bukan hanya sebatas menggunakan istilah “benar” atau “salah” akan tetapi melebihi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Arah pemikiran sekuler yang menyerukan dengan sadar agar kita mengekor dalam acuan peradaban pada model barat, mereka adalah penganut paham yang tidak sebatas memisahkan agama dari negara serta menyerukan model peradaban barat dan sebatas pada ijtihad yang salah, akan tetapi mereka berdiri dibalik itu semua yaitu sebuah upaya untuk mengerogoti Islam serta menghancurkan peradabannya dan juga menjadikan barat sebagai satu satunya model acuan karena ketika itu terwujud akan terbuka jalan selebar lebarnya untuk menyingkirkan islam dari nafas dunia. Perbedaan kita dengan penganut arah pemikiran ini adalah dalam masalah dasar dasar keimanan dan keber-agama-an juga dalam dasar dasar afiliasi, jati diri dan proyek peradaban karena mereka berdiri sebagai buruh tanpa gaji peradaban, hal yang menjadikan pertentangan antara kita dengan mereka menjadi permusuhan sampai batas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kemudian arah pemikiran yang terakhir adalah para da’i yang getol menyerukan pemisahan agama dari negara dari kalangan sekuler yang berasal dari satu bangsa atau bahkan dari satu asal yang sama, dari mulai para pemikir, politikus sampai aktivis sosial maupun akademisi, yang terpana dan silau dengan kemajuan yang diraih Barat. Ketika dibandingkan dengan keterbelakangan dan keterpurukan umat islam saat ini mereka menyangka bahwa keterpurukan itu merupakan gambaran islam yang sebenarnya, kemudian mereka menyangka dengan cara mengambil model barat dengan sekulerismenya, liberalismenya, kapitalismenya, sosialismenya dan nasionalismenya tanpa memilah mana yang baik dan buruknya akan menjadi jalan satu satunya menuju kebangkitan umat islam, dengan harapan dan hanya sebatas harapan( akan kita lihat apakah harapan itu dapat di wujudkan atau hanya sebatas kata kata kosong belaka ) umat islam kembali berperan aktif bukan pasif, kembali memimpin dunia sebagaimana dahulu saat di Spanyol yang menerangi barat pada zaman kegelapannya. Bahkan sampai pada batas menggunakan istilah istilah modern secara ekstrim atau berlebihan untuk menunjukan bahwa mereka pro pada kemajuan. Arah pemikiran yang terakhir inilah yang saat ini sedang unjuk gigi( entah mungkin itu gigi palsu untuk menutupi keomponganya ), dan penyebaran yang semakin meluas karena dekingan barat di belakangnya terutama di berbagai universitas universitas di Indonesia. Dan sikap kita terhadap mereka adalah memisahkan mereka dari dua arah pemikiran di atas. Karena perbedaan antara kita dengan mereka dalam masalah “furuiyah” maka standar penilaipun hanya pada “salah” atau “benar” dan bukan dengan standar “beriman” atau “kafir”. Dan kewajiban kita meluruskan mereka sekuat tenaga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama saudara dengan hujah ilmiyah yang baik dan bijak bukan dengan hujatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk dua aliran berikutnya Insya Allah menyusul,dan jawaban” inilah saya” akan terjawab Insya Allah pada tulisan berikutnya,wallahu a’lam bisawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8602002887877820381?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8602002887877820381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8602002887877820381&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8602002887877820381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8602002887877820381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/04/inilah-saya-dan-siapakah-anda.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-2593302748954735183</id><published>2008-04-03T21:27:00.005+07:00</published><updated>2008-05-29T06:20:41.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjadi Muslim Inklusif di Era Global&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mumu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bahwa umat manusia semuanya berbeda tidak dapat dibantah, secara fisik dan psikologis, tidak ada dua manusia yang sama. Disamping perbedaan ras dan suku, terdapat sekian perbedaan antara lain dalam gagasan pemikiran pengetahuan dan penilaian yang kesemuanya itu tumbuh dari budaya yang ada di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pemikiran keagamaan adalah sesuatu yang paling dominan di Indonesia saat ini, semenjak dunia menghasilkan perkembangan-paerkembangan yang menakjubkan dalam teknologi dan komunikasi, keragaman pemikiran keagamaan telah menjadi suatu kenyataan yang mesti diterima dengan baik secara intelektual, maupun secara moral, dan secara hukum mesti dilindungi oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini kita telah mendengar tokoh-tokoh islam populer seperti Jalaludin Rahmat, Dawam Raharjo dan Prof. dr. Quraisy Syihab pakar tafsir Indonesia telah dianggap sesat oleh sebagian orang yang menyatakan dirinya sebagai ulama lewat sebuah buku yang berjudul &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Aliran-aliran Sesat&lt;/span&gt;. Begitu mudahkah para ulama dan kaum muslim saat ini menganggap pemikiran seseorang itu sesat hanya karena mereka dekat dan terbuka dengan kaum agama lain, atau hanya karena sebuah pernyataan yang menurut sebagian ulama tidak sesuai dengan ajaran yang mereka terima selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang terbuka, tidak layak bagi seorang muslim untuk menganggap seseorang itu sesat hanya karena pernyataan yang dikeluarkan oleh orang tersebut tidak sesuai dengan apa yang diyakininya, janganlah kita bersikap eksklusif atau menutup diri terhadap pemikiran agama yang tidak sesuai dengan apa yang kita yakini selama ini. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Kita harus bertoleransi dan berprasangka baik untuk menerima segala pendapat dengan sikap rendah hati.&lt;/span&gt; Perlu diingat menerima tidaklah sama dengan meyakini dan mengakui tidak sama dengan menyamakan.Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bersatu dalam keragaman tanpa membedakan ras, suku, golongan dan agama dan bersikap terbuka demi membangun Indonesia yang kondisinya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;multicultural&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim Al-Jauzi berkata &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“orang yang bersikap fanatik dan tidak mau menerima pendapat orang lain bukanlah termasuk dari golongan orang yang berilmu”&lt;/span&gt; Perbedaan bukanlah berarti perpecahan dan berbeda bukan berarti permusuhan.Rasulullah SAW tidak jarang membenarkan pendapat yang berbeda walaupun kelihatanya bertolak belakang. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa suatu ketika Rasulullah SAW memerintahkan seorang sahabatnya menuju perkampungan bani Quraizah, beliau bersabda &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;“Janganlah seorang diantara kamu sholat ashar, kecuali diperkampungan bani Quraizah".&lt;/span&gt; Ketika maghrib tiba mereka belum juga tiba diperkampungan itu para sahabat berbeda pendapat, sebagian ada yang sholat Ashar terlebih dahulu diperjalanan dan sebagian lagi tetap meneruskan perjalanannya dan baru akan sholat setelah sampai diperkampungan bani Quraizah.Dan ketika mereka kembali, dan melaporkan hal itu kepada nabi Muhamad SAW, beliau tidak mempersalahkan salah satu dari kedua kelompok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya akhlak Rasulullah SAW, beliau adalah orang yang inklusif dan selalu terbuka kepada siapapun, namun apa yang terjadi pada kaum muslim saat ini, orang muslim sering kali hanya mengetahui lalu meyakini satu pandangan saja dan menolak bahkan menilai siapa yang mengamalkan ajaran selain yang diyakininya maka telah keluar dari koridor agama. Orang yang seperti itu sebenarnya adalah orang yang tidak mengerti dan paham agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda membaca Alquran, maka maknanya akan terlihat jelas dihadapan anda, anda bagaikan melihat gambar dan hakikat-hakikat yang tampil dihadapan anda, demikianlah sehingga anda menduga telah mengetahui maknanya secara jelas, namun bila anda membacanya sekali lagi, anda akan menemukan makna yang berbeda dengan makna sebelumnya.begitulah seterusnya sampai anda menemukan kata atau kalimat yang mempunyai arti bermacam-macam. Yang mungkin semuanya benar. Ayat-ayat Alqur’an bagaikan intan mutiara, yang semua sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda-beda dengan sudut- sudut yang lainnya. Tidak mustahil jika anda mempersilahkan orang lain untuk memandangnya, niscaya ia akan melihat cahaya yang lebih banyak dari apa yang anda lihat. Tidakkah anda perhatikan bagaimana kitab suci Al quran dapat menampung berbagai pemikiran mazhab? Tidakkah anda perhatikan bagaimana kitab suci al qur’an dapat menampung aneka pendapat ilmiah yang berbeda-beda?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas yang perlu dihayati oleh setiap muslim dalam menyikapi aneka pendapat yang berbeda. Semua kita bersaudara dan tidak boleh perbedaan pendapat membuat rusak hubungan kita sesama manusia. Allah menciptakan berbagai golongan itu di maksudkan untuk menguji kita semua, seberapa besar kita memberikan kontribusi kebaikan kepada umat manusia. Dan kepada Allah lah semua golongan itu kembali.&lt;br /&gt;ALLAH SWT berfirman &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya"&lt;/span&gt; ( Al israa, 84) .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-2593302748954735183?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/2593302748954735183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=2593302748954735183&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2593302748954735183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2593302748954735183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/04/menjadi-muslim-inklusif-di-era-global.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-428705868391353805</id><published>2008-04-03T21:20:00.002+07:00</published><updated>2008-05-29T06:21:21.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;CICIP CINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;M Firmansyah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Urungkan dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pada cicip – cicip cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ulaskan atau ujari diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dengan puluhan romansa bijak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sebagaimana tuan empunya bijak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Begitu romantis pada keadaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Buru – buru cari cinta-Nya dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Baru keliling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;       Tegal, 24 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-428705868391353805?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/428705868391353805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=428705868391353805&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/428705868391353805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/428705868391353805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/04/cicip-cinta.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-4279460864572874248</id><published>2008-03-20T22:31:00.003+07:00</published><updated>2008-05-29T06:22:18.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt;Dari Siti Nurbaya Sampai Ayat-Ayat Cinta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;M. Miftah Al Aflah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah diskusi, seorang teman mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik. Dahulu, pada masa Orde Baru, banyak pembuat film mengeluh akan ketiadaan kebebasan. Sehingga mereka tak membuat film yang memuat kritik dan protes, terutama kepada pemerintah. Sekarang jaman sudah berubah. Mengapa mereka tak membuat film-film yang kritis? Mengapa tema yang muncul cenderung itu-itu saja? Mengapa film cinta, film remaja dan film horor yang terus menerus keluar di bioskop? &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“FILM SEPERTI APA YANG DITUNGGU-TUNGGU OLEH MASYARAKAT INDONESIA?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang film, Indonesia mempunyai catatan panjang ttg dunia yang satu ini, dibawah naungan tertinggi &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Festival Film Indonesia&lt;/span&gt; (FFI) yang merupakan ajang perhargaan tertinggi bagi dunia perfilman di Indonesia. pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955 dan berlanjut di tahun 1960 dan 1967 (dengan nama Pekan Apresiasi Film Nasional), sebelum akhirnya mulai diselenggarakan secara teratur pada tahun 1973. Pada tahun itu pula mulai diberikan penghargaan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Piala Citra&lt;/span&gt;. Mulai penyelenggaraan tahun 1979, sistem Unggulan (Nominasi) mulai dipergunakan. Walaupun sempat terhenti pada tahun 1992, dan baru diselenggarakan kembali tahun 2004. Pada perkembangannya, FFI dinilai ampuh dalam berperan membangkitkan film Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sadar tidak sadar, film2 yang selama ni byk dikonsumsi oleh masyarakat beragama islam ini, ternyata dikuasai oleh orang2 yang ingin menghancurkan islam.. waaawww yang bener?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata menghancurkan disini perlu digaris bawahi, karena dia mengandung 2 arti&lt;br /&gt;1. ingin menghancurkan islam dengan sengaja (diniatin)&lt;br /&gt;2. menghancurkan islam dengan tidak sengaja (gak diniatin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;apa yang diinginkan dari sebuah film / tayangan televisi?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini mengingatkan saya pada sinetron Bajaj Badjuri. Saat itu Si Said kedatangan pamannya dari Arab yang tidak bisa bahasa Indonesia, dia hanya bisa bahasa Arab. Sang Paman dan Si Said diundang ke acara selametan Mpok Minah. Saat paman Si Said bicara pada Said dalam bahasa Arab, pembicaraan biasa-biasa saja dan bukan do'a. Tetangga-tetangga Si Said termasuk Pak RT, Ucup, Emak, Badjuri dll bilang &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;..."Amien...Amien"&lt;/span&gt; menganggap yang dikatakan Pamannya Si Said adalah do'a. Ini merupakan sindiran bahwa orang kita tidak pernah paham substansi sebuah makna. Apalagi makna beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke layar lebar, masyarakat Indonesia tentunya sudah sangat bosan dengan film-film horor yang sudah pasti ceritanya basi abis, sampai sekarang film –yang kerjanya nakutin orang dan bkin khurafat- menjadi antrean wajib dijajaran bioskop2 tanah air, selalu ada hantu2 keluaran baru hasil adaptasi produser-produser yang berharap mendapatkan keuntungan dari menakut-nakuti orang di bioskop. Secara adegan yang benar-benar mendidik dalam film-film berbasic kuburan ini sama jarangnya dengan jumlah orang jujur di DPR. Ditambah lagi masyarakat selalu dijejali sinetron-sinetron yang mudhorotnya sama banyaknya dengan uang yang dikorupsi para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fenomena yang tak bisa dihilangkan dari wajah perfilman Indonesia. setelah terbangun dari tidur panjangnya, film Indonesia seakan tak pernah bisa lepas dari mistis dan mengandalkan mahluk halus sebagai bintang utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya para pecinta film Indonesia tidak diberikan alternative film2 yang menyuguhkan ruh islami, mereka tidak punya opsi lebih kecuali film-film khurafat dan romantika cinta anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;film tempat terbaik untuk menyampaikan pesan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan media lain, film memiliki kemampuan untuk meniru kenyataan sedekat mungkin dengan kenyataan sehari-hari. Tentu yang saya maksud di sini adalah film live action (bukan film animasi) sekaligus film yang bercerita (film naratif, lawannya adalah film eksperimental yang tidak mengandung narasi atau cerita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu memang mungkin sulit untuk membuat film-film bernuansa islami, jangankan membuat film islami, memakai jilbab saja tidak boleh. bahkan ternyata bukan film-film islami saja yang sulit dibumikan, film-film yang dianggap mengusik pemerintah langsung didepak dari peredaran, sebut saja film berjudul &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bung Kecil (1978),&lt;/span&gt; yang kena cekal pemerintah karena isinya tentang orang muda yang melawan feodalisme. Kemudian film berjudul &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Wasdri (1977),&lt;/span&gt; skenarionya dianggap bisa menyinggung pejabat Kejaksaan Agung, karena Wasdri, buruh angkut di Pasar Senen, Jakarta, hanya diberi upah oleh seorang istri &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;jaksa&lt;/span&gt; hanya separuh dari yang biasanya ia terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;karena pengaruh film begitu besar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak smp dan sma muslim diindonesia (ikhwan dan akhwat) pernah tersihir oleh F4, dalam sekejap tren rambut artis Taiwan itu langsung jd model terkini yang kudu diikutin anak-anak muda muslim, lagu-lagunya jd bahan adu gengsi disekolah, wajah Indonesia tapi gaya ke f4-f4 tan, yang akhwatnya pun seperti dirasa perlu untuk mengoleksi poster-poster mereka. Ini sama saja dengan lidah ke Perancis-Perancisan bagi orang Jerman dan Rusia pada abad 17, dimana bahasa Perancis adalah bahasa Dewa sementara bahasa Jerman dan Rusia cukup buat bicara dengan kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapanpun, anak SMP, SMA sampai mahasiswa yang beragama islam seharusnya mencerminkan keislamannya, bukan malah sebagian gaya hidupnya raib dijajah style budaya non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat-Ayat cinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;“Pemerintah kita tidak pernah punya strategi yang cukup untuk mengembangkan perfilman Indonesia. Sampai saat ini, film di Indonesia belum juga menjadi identitas budaya nasional,”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Riri Riza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada film Siti nurbaya yang menceritakan seorang gadis yang dipaksa menikah dengan seorang tuan tanah yang kaya, memberikan gambaran pada zamannya, sampai zaman beralih dan matahari membawa cahaya baru bagi perfilman Indonesia dengan menghadirkan &lt;em&gt;ayat-ayat cinta.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Film Ayat-ayat cinta, walaupun tidak sebagus novelnya, tetap saja film islami, sosok fahri diharapkan dapat menjadi contoh teladan bagi kalangan muda yang linglung mencari uswatun hasanah dari film-film layar lebar. Bukan Dibyo dalam film maaf saya menghamili istri anda (Ringgo Agus Rahman, dalam penampilan yang hampir me-reset ke-overeksposannya), atau seorang penyanyi band yang wajahnya tertutup rambut gondrong dan penuh tato seperti yang dihadirkan dalam film D’Bijis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang AAC belum bisa dipatenkan sebagai jawaban atas pertanyaan representasi yang kritis tentang kehidupan masyarakat indonesia. Namun dengan besar hati film AAC –terlepas dari segala kontroversi tentang parameter penilainnya, mampu memecahkan rekor penonton terbanyak selama sejarah film Indonesia diputar- saya rasa sudah berhasil menjawab pertanyaan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“FILM SEPERTI APA YANG DITUNGGU-TUNGGU OLEH MASYARAKAT INDONESIA?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-4279460864572874248?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/4279460864572874248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=4279460864572874248&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4279460864572874248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4279460864572874248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/03/dari-siti-nurbaya-sampai-ayat-ayat.html' title=''/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-6547492268070861424</id><published>2008-03-20T22:23:00.010+07:00</published><updated>2008-04-20T20:14:25.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Mari Kita Bertanya Apa tujuan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n0x7U13TI/AAAAAAAAAJM/C9MDay9kHQo/s1600-h/adi+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n0x7U13TI/AAAAAAAAAJM/C9MDay9kHQo/s400/adi+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186445584469712178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terlintas pertama kali di benak jika akan mengadakan perjalanan jauh. Jawabanya tentu akan memastikan tempat yang akan dituju atau tujuan terlebih dahulu kemudian setelah itu mengkalkulasi waktu, tempat, biaya dan bekal yang akan dibawa. Fakta ini sepertinya sudah diterima oleh berbagai kalangan secara fisikal. Dari mulai seorang anak kecil sampai kakek dan nenek tua renta. Dari mulai orang desa sampai orang kota. Dari mulai orang buta huruf sampai orang yang bergelar didepan dan dibelakang kartu namanya, namun menerima dan memahaminya dalam konteks perjalanan hidup secara emosional, tidak banyak yang menganggapnya sebagai hal pertama, yang harus di pastikan sebagaimana dalam perjalanan fisik... Padahal bukankah kehidupan ini juga merupakan sebuah perjalanan.?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan dan patut dikasihani orang yang tidak mengetahui secara pasti tempat yang akan dia tuju dalam kehidupan. Dan mungkin kita termasuk ke dalam yang tidak mengetahuinya. Sebagai contoh jika kita ditanya apa tujuan hidup kita?.. Tentu sebagai seorang yang mengetahui bahwa setelah kehidupan didunia ini ada kehidupan yang kekal. Kita akan menjawab bahwa tujuan hidup kita adalah Ridha dan Surga Allah. Namun jika kemudian ditanya lagi apa tujuan saat berada didunia ini atau dengan kata lain apa kontribusi,cita cita,dan visi hidup kita. Banyak dari kita yang kebingungan atau kalaupun menjawab akan tetapi jawabanya buram, tidak pasti dan penuh dengan keraguan. Agar tidak terkesan bertentangan maka mari kita menyebut jawaban pertanyaan yang pertama dengan tujuan jangka panjang. Karena jarak antara kita dilahirkan sampai kita di kembalikan lagi ke Yang Maha Pencipta. Dalam perhitungan waktu manusia dihitung secara integral atau dengan keseluruhan. Dan menyebut jawaban pertanyaan yang kedua dengan tujuan jangka pendek karena dihitung secara parsial atau dengan bagian bagian terpisah. Maka jawaban jujur yang berasal dari sanubari atas kedua pertanyaan tersebut, kita dapat menyimpulkan sendiri apakah kita termasuk yang tidak mengerti dan mengetahui secara pasti apa tujuan jangka pendek dan hanya memahami tujuan jangka panjang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui bahwa tujuan begitu penting namun sedikit yang menyadarinya dan mungkin saja kita termasuk yang tidak menyadarinya dan juga tujuan terbagi dua yaitu tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Mungkin timbul sebuah pertanyaan apa arti tujuan itu sendiri. Maka jawabanya adalah tujuan lebih dari sekedar mimpi, tujuan adalah mimpi yang diwujudkan. Tujuan lebih daripada sekedar pernyataan kabur ”oh saya berharap dapat.” Tujuan adalah pernyataan yang jelas “inilah apa yang saya usahakan agar tercapai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk memahami arti tujuan lebih jelas, jika kita mengingat ingat kembali di saat usia kita masih belia. Di saat suatu waktu ditanya oleh Guru,Orang tua,Tetangga atau Teman apa cita cita kamu nanti, serentak penuh keceriaan dan kebanggaan diri kita yang masih belia menjawab ”saya ingin jadi dokter” “saya ingin jadi profesor” “saya ingin jadi ustadz” “saya ingin jadi dosen” “saya ingin jadi pilot” “saya ingin jadi pengusaha” “saya ingin jadi guru” “saya ingin jadi presiden.”jawaban dari kita yang belia itu kita sebut mimpi tapi bukan tujuan. Ada perbedaan tipis antara mimpi dan tujuan yang kadangkala membuat kita terkecoh. Tujuan adalah mimpi yang diwujudkan sementara mimpi hanya sebatas harapan tanpa aksi. Dengan bermodal mimpi saja seseorang hanya akan tiba dan bermukim di alam antah berantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada langkah maju yang diambil hingga suatu tujuan ditetapkan. Tanpa tujuan orang hanya berkeliaran dalam menjalani hidup ini. Mereka berjalan terhuyung- huyung. Tanpa mengetahui kemana mereka pergi, dan akibatnya mereka tidak pernah sampai kemana mana. Tujuan mutlak perlu bagi keberhasilan sebagimana udara bagi kehidupan. Tak seorangpun pernah secara kebetulan mencapai sukses tanpa tujuan. Sebagaimana tak seorangpun dapat hidup tanpa udara. maka sebuah renungan mendalam untuk menemukan tujuan yang jelas mutlak harus. Dan sebuah tujuan tidak bisa didapatkan hanya dengan semalam tapi butuh proses dan waktu menjelaskanya di dalam benak sampai menjadi gambaran terakhir persis seperti sebuah skenario kehidupan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita tahu apa tujuan hidup kita, apakah dengan itu sudah cukup dan kemudian menopang dagu menatap langit mengharap jatuhnya kesuksesan jatuh. tentu tidak! tapi segera sesudah kita berurusan dengan tujuan itu. Segera sesudah kita memecahkanya. kitapun harus mengatur diri secara efektif untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai dengan jawaban kita. Atau dengan kata lain kita menjadi sutradara bagi skenario kita sendiri. Kemampuan mengatur diri dengan baik tidak punya arti apapun jika kita tidak berada dalam visi dan tujuan kita.demikian juga sebuah tujuan yang baik tidak punya arti apapun jika kita tidak bisa mengatur diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika timbul keraguan terhadap kemampuan diri di pertengahan, setelah segenap usaha dikerahkan. Dan tidak ada perubahan. Maka bersabarlah segala sesuatu ada waktunya dan prosesnya. Seorang anak dapat berjalan dan berlari setelah belajar berguling, duduk, merangkak, bahkan terjatuh. Sebatang pohon dapat berbuah setelah diterpa hujan, angin dan panas bertahun tahun. Dalam sebuah penelitian bahwa untuk sukses pada umumnya membutukan waktu 15 tahun lamanya. Yang perlu kita ingat saat di pertengahan jalan adalah “yang penting bukanlah dimana kita berada dahulu atau dimana kita berada sekarang melainkan kemana kita ingin tibalah yang terpenting.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua itu hanya akan seperti mayat tanpa ruh bila tidak ada motivasi. Dan sumber termurni darimana motivasi itu berasal adalah hati. Hati yang bersih. Hati yang ikhlas. Sementara sarana terbaik untuk mengasah keikhlasan hati adalah tarbiyah. Karena dalam tarbiyah hati terasah disaat kesombongan jiwa harus tunduk pada pancaran cahaya keikhlasan dari manapun itu berasal. Terasah disaat berjuang merubah futur menjadi peluang mempertebal jiwa. Salah dan berlebihan bila dikatakan tarbiyah adalah sarana memperdalam agama. itu jauh dari realita. Maka tidak heran bila tarbiyah bukanlah segala galanya tapi segala galanya dimulai dari tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZAGAZIG,6 MARET 2008&lt;br /&gt;Di Depan Komputer Tua,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-6547492268070861424?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/6547492268070861424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=6547492268070861424&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6547492268070861424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6547492268070861424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/03/mari-kita-bertanya-apa-tujuan-kita.html' title='Mari Kita Bertanya Apa tujuan Kita'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n0x7U13TI/AAAAAAAAAJM/C9MDay9kHQo/s72-c/adi+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-4303214656048706069</id><published>2008-03-20T22:07:00.005+07:00</published><updated>2008-04-20T20:22:15.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Presiden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n3lLU13UI/AAAAAAAAAJU/XzGy5zK9tq4/s1600-h/presiden+1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n3lLU13UI/AAAAAAAAAJU/XzGy5zK9tq4/s400/presiden+1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186448663961263426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namanya ahmad, biasa di panggil amat. Seorang santri disalah satu pondok pesantren tradisional. 6 tahun sudah amat menimba ilmu di pondok. sudah waktunya amat meninggalkan pondok dan berkelana mengejar mimpi dan cita-cita. Meneruskan hidup dan mengamalkan ilmu yang telah didapat untuk kepentingan khalayak banyak. Menjadi orang yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, sebelum meninggalkan pondok keesokan harinya. Amat di panggil mudir ma’had sama halnya dengan santri yang lainnya, dengan pertanyaan yang sama yaitu apa cita-cita kamu dan akan kemana? Dengan tidak ragu-ragu amat menjawab “cita-cita saya menjadi presiden ustad”. Rawat muka ustad seperti kebingungan. Jawaban yang berbeda dengan jawaban santri yang lainnya. Biasanya para santri menjawab saya mau ngajarin ngaji di TPA daerah asal saya, atau mungkin menjadi mubaligh-mubaligh mushola yang ada atau mungkin menjadi guru madrasah. Hanya amat yang mempunyai cita-cita yang salah jalur menurut ustadnya. Lalu ustad bertanya apa alasan antum ingin menjadi presiden? Alasannya “ karena presiden adalah orang nomor satu di seluruh negara. Berarti dia diatas orang lain dalam segala-galanya. Kekuasaaan , fasilitas, uang , kehormatan, kenyamanan, tidak ada yang melebihi. Ustad menggeleng-gelengkan kepalanya dan berpikir panjang apakah ada yang salah dalam kurikulum pondok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harapan ustad mendidik santri agar menjadi para da’i walaupun hanya ustad TPA atau mubaligh mushola pun tak apa. Justru itu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat modern yang jauh dengan agamanya. Profesi itu bukan hina atau rendah bahkan lebih tinggi dibandingkan presiden atau pejabat korup dimata Allah. Dengan alasan amat yang begitu duniawi sekali. Berarti ilmu zuhud belum dapat dikuasai amat. Hal ini tidak boleh dibiarkan amat harus diluruskan dalam hal pemikiran dan niat. Amat pasti tidak tahu bahwa jabatan presiden itu sebuah fungsi, bukan rejeki. Toh, hidup didunia ini bukan untuk mencari rejeki banyak dan menimbunnya agar bisa dilihat sebagai orang yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, amat berpamitan dengan ustadnya. Sebelum diizinkan meninggalkan pondok. Sebagaimana biasanya ustad melakukan kewajibannya untuk meluruskan niat. Lalu ustad pun bercerita tentang fenomena yang terjadi diluar sana. dialam yang berbeda dengan kondisi pondok yang dapat menanamkan nilai-nilai islam dengan mudah, bisa menjalankan ibadah dengan tenang, merasa dekat dengan Allah dan mengamalkan sunah rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran manusia sekarang sudah kumuh. Entah berasal darimana dan bagaimana prosesnya sehingga dapat mencuci otak manusia dan tak gampang mencari siapa biang kerok dari kerusakan pikiran itu. Yang jelas, prioritas orang adalah bagaimana mendapatkan uang yang banyak, kedudukan dan kehormatan. Kemudian menjamin kesejahteraan, keselamatan dirinya sendiri, tanpa memerdulikan orang lain.&lt;br /&gt;Semua pekerjaan itu mulia asalkan ikhlas dan tidak melanggar syariat. Yang antum harus cari itu bukan uang, bukan kekuasaaan dan kehormatan tetapi kebahagiaan. Kebahagiaan itu milik Allah letaknya ada pada syariat yang diridhoiNya. Menjalankan perintahnya dengan ikhlas dan bersabar menjauhi larangannya. Insyallah akan memberikan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang, kekuasaan dan kedudukan tidak menjamin kita akan bahagia. Banyak orang yang Menjadi keblinger karena kebanyakan uang. Lupa daratan pada saat memegang kekuasaan . lupa diri saat memiliki kedudukan dan kehormatan. Apalagi dengan tuhannya akan semakin jauh karena dunia ini terlalu nikmat untuk dirasakan.&lt;br /&gt;Amat langsung memotong misi reformasi niat dan cita-citanya tersebut. Terimakasih ustad atas nasihatnya, kata amat dengan dingin. Ustad tentu mengatakan itu karena menyangka saya tidak tahu. Padahal semua itu sudah saya dapatkan dari dalam kurikulum pondok dan ta’lim masjid. Tujuan saya juga adalah kebahagiaan. Namun kebahagiaan saya ukurannya bukan lagi ukuran apa yang dikatakan ustad tadi. Kebahagiaan saya ukurannya adalah uang, kekuasaan dan kehormatan. Apa salahnya kita bahagia dengan kedudukan dan kehormatan yang berasal dari uang yang didapatkan dari cucur keringat yang diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad langsung menelan ludah dalam-dalam. Tak habis pikir kenapa santri dapat berpikiran seperti ini. Padahal suasana pondok sudah sangat kondusif untuk mengamalkan nilai-nilai kezuhudan. Menganggap bahwa kedudukan adalah amanah yang harus diperjuangkan bukan disalah gunakan untuk menimbun harta dan jauh dari pemikiran uang adalah segalanya. Kehormatan itu berada disisi Allah, bukan dipandang oleh manusia yang standartnya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum nggak salah kalau mendapat uang dan kekuasaan dengan cucur keringatmu sendiri. Jawab ustad. Tetapi salah jika antum mengira akan mendapatkannya ketika menjadi presiden. Baik presiden perusahaan, presiden organisasi atau presiden negara. Apapun dan dimana pun presiden adalah fungsi, bukan alat untuk mengeruk harta. Adapun uang, kedudukan dan kehormatan bukan benda-benda kotor yang harus ditabukan. Jangan keliru. Uang, kedudukan dan kehormatan sama sekali tidak salah. Hanya saja memosisikannya harus tepat. Semuanya itu bukan tujuan. Tujuanmu adalah ridho Allah.&lt;br /&gt;Amat terhenyak, diam seribu bahasa. Tak tahu harus berbicara apalagi. amat berpikir panjang. ustad melihat ada harapan dimuka amat untuk berubah, meluruskan kembali cita-citanya yang keblinger. Ustad pun menambah wejangannya kepada amat. Jika antum masih ingin menjadi presiden dan nomor satu di negara ini. Apakah antum sudah merasa sanggup? Karena yang antum kerjakan untuk orang banyak, menentukan nasib banyak orang. sementara itu, waktu yang dikeluarkan pun akan banyak. Mungkin antum sudah tidak punya waktu untuk beribadah dan untuk keluarga. Kemudian apakah antum sudah siap? Untuk menanggung resiko menjadi orang nomor satu. Setelah itu bertanyalah, apakah orang lain memang mau antum mendapat nomor itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat masih tetap terdiam. Bukannya tidak bisa menjawab. Sebab amat tahu itu bukan pertanyaan yang harus dijawab melainkan sebuah statemen untuk melemahkan keyakinan amat dan mengundurkan diri dari mengejar cita-citanya. Berubah menjadi da’i dan mubaligh mushola. Amat terus berpikir panjang. dan menemukan jawabannya. Bahkan lebih mantap dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ustad pun selesai memberikan wejangan dan melurusakan niat amat. Karena melihat rawat wajah amat yang mulai berubah. Melihat amat sudah mulai mau menerima argumentasinya. Kemudian bertanya kembali kepada amat. Dengan pertanyaan yang sama.&lt;br /&gt;Terimakasih ustad, jawab amat. Saya sekarang bahagia. Akhirnya saya dapat memutuskan. dulu saya memang masih ragu-ragu kini pikiran saya sudah mulai jernih. Saya menjadi lebih yakin dalam menentukan sikap. Sekali lagi terimakasih ustad.&lt;br /&gt;Saya Mohon pamit ustad. Dan meminta doanya. Supaya saya mendapatkan apa yang saya cita-citakan. Ustad menjadi kebingungan. Antum belum menjawab pertanyaan saya abis ini mau kemana dan apa cita-cita antum? Tanya ustad. Dengan yakin amat menjawab saya akan kejakarta dan menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad diam seribu bahasa dan menelan ludah bulat-bulat.&lt;br /&gt;Amat pun melangkahkan kakinya dengan mantap dan meninggalkan pondoknya tercinta untuk mengejar cita-citanya dan menjadi bahagia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-4303214656048706069?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/4303214656048706069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=4303214656048706069&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4303214656048706069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4303214656048706069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/03/presiden.html' title='Presiden'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n3lLU13UI/AAAAAAAAAJU/XzGy5zK9tq4/s72-c/presiden+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8507493025617050309</id><published>2008-03-14T16:49:00.003+07:00</published><updated>2008-04-07T17:53:33.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informatika'/><title type='text'>Tips dan Trik Setelah Instal Ulang Windows (part 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n9JLU13VI/AAAAAAAAAJc/6f4tGva3cJI/s1600-h/pika+1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n9JLU13VI/AAAAAAAAAJc/6f4tGva3cJI/s400/pika+1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186454779994692946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wattaaaaaa….&lt;br /&gt;Salam [N]gorbit..&lt;br /&gt;Udah tau kan cara instal ulang windows xp sp 2?&lt;br /&gt;Atow apalah,pokoke setelah instal ulang&lt;br /&gt;Pasti adek2 tow temand2 sekalian udah pada tau kan&lt;br /&gt;Nah yang jadi pertanyaan,setelah instal ulang ngapain lagi sich??&lt;br /&gt;Disini Saya ( Beuh,,Saya? ) mw share sedikit nich.&lt;br /&gt;Buat yang udah tahu,&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; MOHON STOP ON READ POSTING INI…!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Klo kamu tetep maksa ngotot,yawudah, silahkan, heuheuhe.&lt;br /&gt;Lanjut…&lt;br /&gt;Yang perlu disiapin..&lt;br /&gt;1.Kopi/teh/Susu juga boleh,camilan yang tentunya bikin kriuk kriuk…( gK juga Gk papa )&lt;br /&gt;2.Mouse optik laser biar prosesnya lancar ( hari gene..pake mouse bola voli )&lt;br /&gt;Okeh..&lt;br /&gt;Siap..&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1. Instal driver,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting..!!&lt;br /&gt;Driver sound,VGA,dll&lt;br /&gt;klo gK ada driver yahh..&lt;br /&gt;wassalam..&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;2. Instal program yang kalian perlu,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti software aplikasi,multimedia,,dll&lt;br /&gt;Klo udah semua,restart aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3. Menghapus file yang ada di prefetch,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;caranya,buka start menu trus “RUN” (tanpa tanda kutip )&lt;br /&gt;ketik “prefetch” ( ingat tanpa kutip ),hapus semua filenya&lt;br /&gt;ini dilakukan karena yang berada di prefetch ntu berupa junk file..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;4. Konfigurasi komputer manajemen (Manage ) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke manage..&lt;br /&gt;Caranya klik kanan pada my komputer&lt;br /&gt;Trus service and application – service&lt;br /&gt;Cara gampangnya ketik di RUN,services.msc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liat jendela sebelah kanan,muncul beberapa system yang aktif maupun tidak.&lt;br /&gt;Cara ini buat windows 2000 / XP keatas yah….&lt;br /&gt;Matikan/ disable yang nggak perlu spt berikut ini :&lt;br /&gt;Alerter&lt;br /&gt;Application Layer Gateway Service,&lt;br /&gt;Application Management&lt;br /&gt;Automatic Updates&lt;br /&gt;Background Intelligent Transfer&lt;br /&gt;Clipbook&lt;br /&gt;Distributed Link Tracking Client&lt;br /&gt;Distributed Transaction Coordinater&lt;br /&gt;Error Reporting Service&lt;br /&gt;Fast User Switching Compatibility&lt;br /&gt;Help And Support ( yang ngerasa pinter mah ni g butuh )&lt;br /&gt;IMAPI CD-Burning&lt;br /&gt;Indexing Service&lt;br /&gt;IPSEC Services&lt;br /&gt;Messenger&lt;br /&gt;Net Logon&lt;br /&gt;Net Meeting&lt;br /&gt;Remote Desktop Sharing&lt;br /&gt;Network DDE Network DDE DSDM&lt;br /&gt;Portable Media Serial Number&lt;br /&gt;Print spooler ( klo gK pake printer )&lt;br /&gt;Remote Desktop Help Session Manager&lt;br /&gt;Remote Registry&lt;br /&gt;Secondary Logon ( Cuma butuh sebuah user untuk login )&lt;br /&gt;Smartcard&lt;br /&gt;SSDP Discovery Service&lt;br /&gt;Telnet&lt;br /&gt;Themes&lt;br /&gt;Uninterruptible Power Supply&lt;br /&gt;Universal Plug and Play Device Host&lt;br /&gt;Upload Manager&lt;br /&gt;Webclient&lt;br /&gt;Windows Time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wireless Zero Configuration ( buat yang g punya WIFI )&lt;br /&gt;WMI Performance Adaptor&lt;br /&gt;Wuiih&lt;br /&gt;Banyak gila.&lt;br /&gt;Tenang,gK semua koQ.&lt;br /&gt;Ntu semua ada tipenya masing2.&lt;br /&gt;Tergantung si user.&lt;br /&gt;Apakah dia masuk network kah?internet kah?atau stand alone?.&lt;br /&gt;Dan yang pasti di disable udah di tandain koQ. ( Lihat atas )&lt;br /&gt;Biar gk bingung nih penjelasannya&lt;br /&gt;Computer Browser&lt;br /&gt;Module ini untuk memonitor daftar dari computer yang terhubung kedalam jaringan Network. Module Computer Browser dapat dimatikan bila kamu menggunakan computer dirumah tanpa terhubung dengan network / LAN.&lt;br /&gt;Distributed Link Tracking Client&lt;br /&gt;Module ini difungsikan untuk memonitor hubungan antar NTFS file didalam computer sendiri atau jaringn network dengan nama domain. Fungsi module ini hanya dibutuhkan bila seseorang membutuhkan link ke computer lain pada sebuah file. Tidak semua orang membutuhkan link dari dan ke computer kamu untuk sebuah file dan kamu dapat mematikan (Disable).&lt;br /&gt;Error Reporting Service&lt;br /&gt;Fungsi module Error Reporting Service adalah memberikan laporan bila Windows XP terganggu. Fungsi ini tidak berguna dan dapat di Disable.&lt;br /&gt;Help and Support&lt;br /&gt;Mendapatkan file support dengan menekan F1 untuk mengaktifkan. Apakah anda cukup sering melakukan dan membaca help file dari Windows ? jika tidak matikan fitur ini.&lt;br /&gt;Indexing Service&lt;br /&gt;Indexes contents and properties of files on local and remote computers&lt;br /&gt;bertujuan untuk mempercepat access ke file dengan cara antrian secara flexibel. Service ini tidak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Net Logon&lt;br /&gt;Supports pass-through authentication of account logon events for computers in a domain&lt;br /&gt;Bila kamu terhubung dengan network dan sebuah domain. Fitur ini diperlukan Tetapi bila kamu hanya mengunakan computer sendiri saja dan tidak memiliki domain. Fitur ini dapat dimatikan.&lt;br /&gt;NetMeeting Remote Desktop Sharing&lt;br /&gt;Fitur ini untuk memberikan access ke computer kamu melalui Netmeeting lewat jaringan Intranet. Jika kamu tidak berkenan memberikan access kepada orang lain, khususnya dengan cara Remote ke computer kamu. Sebaiknya fitur ini dimatikan.&lt;br /&gt;Network Location Awareness (NLA)&lt;br /&gt;Module ini untuk mencatat dan menyimpan daftar network konfigurasi serta informasi lokasi. Fungsi ini tidak membantu, dan dapat dimatikan.&lt;br /&gt;Network Provisioning Service&lt;br /&gt;Manages XML configuration files on a domain basis for automatic network provisioning&lt;br /&gt;Tidak dibutuhkan untuk computer home dan sistem simple network. Fitur dapat dimatikan.&lt;br /&gt;Performance Logs and Alerts&lt;br /&gt;Fitur module untuk mencatat performa computer dan kegiatan lain yang dicatat pada sebuah file (Log file).Kamu tidak perlu pusing dengan performa sistem Windows kamu, matikan karena tidak banyak berguna untuk stand-alone.&lt;br /&gt;Portable Media Serial Number Service&lt;br /&gt;Retrieves the serial number of any portable media player connected to this computer&lt;br /&gt;Fungsi module ini tidak berguna dan hanya diperuntukan bagi Windows Media based/compatible ("PlaysForSure") portable. Pemakai MP3 tidak membutuhkan fitur ini dan sebaiknya dimatikan.&lt;br /&gt;QoS RSVP&lt;br /&gt;Menyediakan pengiriman network signal dan kontrol pada local traffic Fungsi module dengan konsep memberikan bandwidth lebih besar bagi kebutuhan aplikasi.&lt;br /&gt;Nyatanya fungsi ini tidak terlalu berdampak. Pilihan dapat dimatikan atau tetap digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remote Desktop Help Session Manager&lt;br /&gt;Manages and controls Remote Assistance.&lt;br /&gt;Belum diketahui fungsinya untuk apa, Remote Assistance bisa diterima. Atau tidak diperlukan dan dapat dimatikan.&lt;br /&gt;Remote Registry&lt;br /&gt;Memberikan otorisasi remote user memodifikasi registry pada sebuah computer Sebaiknya dimatikan.&lt;br /&gt;Security Center Monitors system security settings and configurations&lt;br /&gt;Menampilkan Pop Up ketika firewall down, Anti virus telah out of date atau sistem Windows update sengaja dimatikan. Bila kamu selalu memonitor ke 3 fungsi diatas, fitur ini dapat dimatikan.Karena fungsi Security center hanya memonitor dan bukan mencegah dan lebih baik mengawasi langsung dari program pengaman kamu.&lt;br /&gt;Server Dukungan file server seperti printer&lt;br /&gt;file untuk berbagi atau share didalam network Bisa dibutuhkan bisa tidak, bila kamu tidak melakukan share antar computer didalam network. Fitur ini dapat dimatikan.&lt;br /&gt;Smart Card&lt;br /&gt;Manages access to smart cards read by this computer&lt;br /&gt;Kamu menggunakan Smart Card pada computer kamu? Bila tidak sebaiknya dimatikan.&lt;br /&gt;SSDP Discovery Service&lt;br /&gt;Enables discovery of UPnP devices on your home network&lt;br /&gt;Windows akan memonitor hardware lain dengan sistem Plug and Play. Fungsi ini dapat dimatikan bila kamu tidak lagi menambah perangkat lain atau hardware yang anda gunakan adalah permanen. Tetapi bila kamu menggunakan banyak hardware sebaiknya fitur ini tetap diaktifkan.&lt;br /&gt;System Restore Service&lt;br /&gt;Performs system restore functions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windows dapat mengembalikan sistem Windows dengan melakukan restore bila set point backup dilakukan. Dengan mengaktifkan system restore akan lebih mudah mengembalikan Windows bila terjadi crash serta malfunction dan mengembalikan Windows XP ke waktu anda melakukan backup. Ada pendapat, sistem restore tetap diaktifkan karena lebih cepat mengembalikan sistem Windows seperti set point terakhir. Sayangnya sistem ini mengambil space pada storage. Keuntungannya, kamu dengan cepat dapat mengembalikan sistem WinXP yang bermasalah Pilihannya adalah antara kebutuhan kamu apakah mengunakan sistem restore untuk mengembalikan Windows dengan penentuan set point yang kamu lakukan. Atau mematikan (Disable) tetapi dengan resiko, bila terjadi crash pada Windows kamu harus mengulang menginstall kembali. Keuntungan, kamu mendapat space storage lebih besar.&lt;br /&gt;TCP/IP NetBIOS&lt;br /&gt;Helper Provides user experience theme management support for NetBIOS over TCP/IP (NetBT) service and NetBIOS name resolution&lt;br /&gt;Matikan bila kamu tidak memerlukan NetBIOS untuk network.&lt;br /&gt;Themes&lt;br /&gt;Provides user experience theme management&lt;br /&gt;Untuk alasan performa, seperti menampilkan interface Win2000. Fitur ini dapat dijalankan melalui Desktop Properti. Jadi tidak ada alasan module ini diload kamu dapat mematikan fitur ini.&lt;br /&gt;Uninterruptible Power Supply&lt;br /&gt;Manages an uninterruptible power supply (UPS) connected to the computer&lt;br /&gt;Sudah jelas fungsinya bila kamu menggunakan UPS memerlukan fungsi ini, fitur ini khusus hanya untuk UPS yang terhubung ke computer melalui COM port. Bila tidak dapat mematikan.&lt;br /&gt;Wireless Zero Configuration&lt;br /&gt;Menyediakan fungsi otomatis untuk Wireless network adaptor. Bila kamu tidak memiliki perangkat WIFI dapat dimatikan.&lt;br /&gt;WMI Performance Adapter&lt;br /&gt;Provides performance library information from WMI HiPerf providers&lt;br /&gt;Tidak jelas untuk apa, dan dapat dimatikan.&lt;br /&gt;Workstation&lt;br /&gt;Creates and maintains client network connections to remote servers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu mengunakan sharing file didalam network, biarkan fungsi ini tetap bekerja. Bila kamu tidak mengunakan fitur sharing dan computer kamu berdiri sendiri / stand alone.&lt;br /&gt;Heueueheuhe…&lt;br /&gt;Banyak gila ya, ini baru Part I lho, masih banyak langkah–langkah selanjutnya..&lt;br /&gt;Tunggu yah..di posting berikutnya..&lt;br /&gt;+++ [N]gorbit +++&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8507493025617050309?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8507493025617050309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8507493025617050309&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8507493025617050309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8507493025617050309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/03/tips-dan-trik-setelah-instal-ulang.html' title='Tips dan Trik Setelah Instal Ulang Windows (part 1)'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R_n9JLU13VI/AAAAAAAAAJc/6f4tGva3cJI/s72-c/pika+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-284764037425780547</id><published>2008-03-08T00:30:00.002+07:00</published><updated>2008-03-08T00:38:33.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Sehatkah Kebiasaanmu?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sehatkah Kebiasaanmu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alfina Fauzah Hadi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu begitu dingin, hamparan putih kabut tipis menyelimuti udara, menghalangi senyum cerah mentari. Jalanan legang, hanya terlihat beberapa orang bergegas menuju tempat kerja. Flat-flat mahasiswa Indonesia mesir (masisir) masih sepi , tidak ada aktivitas, tidak ada tawa, ataupun riuh renyah obrolan khas remaja. Yang ada hanya dengkuran halus dibalik selimut. Mungkin karena lelah dan mengantuk setelah semalaman begadang. Alasannya macam-macam, ada yg belajar, ada yang menyelesaikan tugas, ada yang nonton, chatting, atau Cuma ngobrol-ngobrol biasa yang tak jelas juntrungannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya, tidur larut malam dan tidur ronde kedua ba’da shubuh sampai matahari meninggi adalah &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;bad habbits&lt;/span&gt; yang harus dihindari. Tanpa disadari, kebiasaan itu lambat laun akan menggerogoti kesehatan tubuh. Terutama hati –yang berfungsi menawarkan racun-. Pasalnya dalam keadaan normal pukul 23.00-01.00 adalah proses &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;de toxin&lt;/span&gt; bagian hati. Proses tersebut tidak akan maksimal kecuali dalam keadaan tidur nyenyak. Kemudian dilanjut dengan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;de-toxin&lt;/span&gt; bagian empedu kira-kira sampai pukul 03.00. nah…. Inilah saat tepat untuk bangun pagi. Mungkin disinilah salah satu hikmah mengapa shalat tahajud dianjurkan pada sepertiga malam terakhir, supaya tidak mengganggu proses pembuangan racun dan zat-zat tidak berguna dari dalam organ tubuh. Pada pukul 05-00-07.00 proses de-toxin berlanjut pada bagian usus besar, usahakan buang air besar pada jam tersebut. Setelah proses &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;de-toxin&lt;/span&gt; selesai, giliran usus kecil melaksanakan tugasnya menyerap gizi dan makanan yang kita makan, makanya…biasakan sarapan pagi sebelum pukul 09.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngongong-ngomong soal makan, mahasiswa terkenal sangat akrab dengan makanan instant, mulai dari mie instant, sarden, sosis, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;kuftah&lt;/span&gt; yang asi makanan orang mesir, bahkan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kran-tindeng&lt;/span&gt; alias air yang langsung diminum dari kran tanpa di masak dahulu. Makanan instant jenis apapun, produk manaun, hampir bisa dipastikan mengandung pengawet dan MSG. yupz,, pengawet dan MSG adalah dua pasangan emas ganda campuran yang sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh. Namun saying, banyak orang yang tidak menyadari atau mungkin tidak peduli akan hal itu. Pengawet makanan instant telah terbukti menyebabkan kanker. Sedangkan MSG secara perlahan akan merusak otak anak. Adapun pada orang dewasa MSG dapat menyebabkan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;de-generatif&lt;/span&gt; syaraf otak dengan munculnya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Alzheimer&lt;/span&gt; alias pikun (hiiiii… ga mau kan klo nanti jadi nenek-nenek yang pikun!!! Ntar gak kenal cucunya lho) dampak lain dari MSG adalah secara permanen merusak bagian otak paling kritis yang mengendalikan hormon dan mengakibatkan kelenjar &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;en-doktrin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baeralih ke fenomena musim panas, disaat udara pada musim ini sangat tidak bersahabat, rasa haus yang tak kunjung hilang walaupun minum berliter-liter air putih (upz..hiperbola dikit…) disaat eperti ini sosok &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Softdrink&lt;/span&gt; -dengan gelembung-gelembung hasil penginjeksian gas CO2 kedalam minuman- menawarkan kesegaran tersendiri. Apalagi ditambah rasa khas yang menggelitik lidah dan diminum dalam keadaan dingin. Hmmm… segerrrrrrrr. Sebenarnya komposisi sofdrink sangat sederhana, 90% air, sepuluh persen sisanya terdiri dari pemanis buatan, perasa, pewarna, asam fosfat, kafein dan beberapa mineral. Tapi jangan salah, jika kita rajin minum softdring dampaknya tidak sesederhana komposisinya. Sering minum softdrink dapat merusak osteoporosis, merusak enamel gigi, plus memicu obesitas. Menurut laporan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;The British Medical Journal The lancet&lt;/span&gt;, obesitas meningkat 50% akibat kebiasaan minum softdrink, efek minum softdrink benar-benar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“sesegar”&lt;/span&gt; rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Last, tidur larut malam, bangun siang, minum softdrink dan makan makanan instant adalah sedikit contohdari kebiasaan buruk yang sering kita lupakan dampaknya. Wajar jika sekarang kita merasa aman dan nyaman dengan kebiasaan tersebut karena dampaknya tidak kita rasakan saat ini, bisa jadi efek buruk dari kebiasaan tidak sehat tersebut baru kita rasakan 10 atau 20 tahun kemudian. Jauh-jauh hari Rasulullah telah mengingatkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang sering dilalaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz.. alangkah lebih baiknya jika kita mencoba merubahnya. Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-284764037425780547?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/284764037425780547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=284764037425780547&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/284764037425780547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/284764037425780547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/03/sehatkah-kebiasaanmu.html' title='Sehatkah Kebiasaanmu?'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-6241192768936085980</id><published>2008-02-18T18:47:00.003+07:00</published><updated>2008-02-18T19:55:49.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Memungut  Batu</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memungut    Batu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ashif A. Fathnan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa diungkapakan dari frasa &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;‘memungut batu’&lt;/span&gt;? Di siang yang terik, di pojok lapangan bola, dengan hembusan angin kering kemarau,  segerombolan santri melakukan sebuah eksekusi besar. Dalam genggaman mereka, ember-ember retak tanpa gagang, (entah dari rak kamar mana mereka merampoknya), menanti isi.batu-batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mematung, kadang menggaruk kepala, siang yang terik terlalu kejam untuk mencairkan bulir keringat dengan ketombe meranggas kulit kepala. Seorang ustadz berdiri di depan mereka, berkacak pinggang. Sejumput kertas di tangannya bercerita panjang tentang daftar kesalahan dan pelanggaran. Sesaat sang ustadz melirik kembali daftar itu. Kabur, merokok, main ps, ah, kesalahan klise, nikmat dunia yang terlalu dangkal untuk dinikmati sesaat, pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Antum tahu kenapa antum ada di sini?“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suara berat, memecah kebuntuan di terik siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Untuk dihukum ustadz...“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang santri menimpali sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Yah, silahkan, masing-masing 10 ember. Saya beri waktu sampai ashar. Harus penuh, yang tidak penuh, nanti saya dobel dua kali lipat….“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dimulailah eksekusi itu. Satu per satu batu diambili, di congkel dari tanah, dicomot begitu saja. Panas yang terik masih membakar, dan para santri berpeluh keringat. Sambil mengusap jidatnya, sesaat ia berbisik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Dasar batu, sampai kapan kau akan habis....??“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan di atas bukan fiktif belaka, anda semua pasti pernah merasakannya. Lapangan mandul yang kering meranggas itu memang tak pernah bosan ditumbuhi batu, kerikil, bahkan batu kerakal. Sehingga tak jarang, hukuman yang diberikan untuk para santri pelanggar adalah ’memungut batu’, di lapangan kering meranggas itu. Entah ide cemerlang siapa dan siapa pertama kali yang memulai eksekusi hukuman ini. Tapi yang jelas, hukuman ini cukup efektif, selain menjadi pelajaran yang sangat memukul (oleh sebab memungut batu 10 ember di siang terik adalah sangat2 melelahkan dan boring total) juga sangat menguntungkan, karena batu-batu yang ada di lapangan menjadi berkurang dan ustadz atau santri bisa lebih menikmati permainan  sepak bolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak kenal lapangan mandul? Ia memiliki letak yang sangat strategis, berada tepat di depan pintu masuk pondok. Diberi nama mandul, merupakan singkatan dari Manis Kidul, karena memang hak miliknya adalah pada desa Manis Kidul. Pernah ingin dibeli pondok namun warga menolak. Dan akhirnya lapangan itu dugunakan bersama-sama saja. Kondisinya? Sangat luar biasa, batu kerikil, sampai batu besar semua ada. Rumput? Jangan bicara tentang rumput sintesis atau rumput &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;bermudagrass hibrida C-transvaalensis&lt;/span&gt; yang biasa kita temui di stadion kelas berat, anda melihat sejumput akar yang tumbuh pun itu sudah alhamdulillah. Bandingkan dengan Old Trafford, Guisseppe Meazza, atau San Siro, anda akan melihat emas dan kotoran cicak, sangat jauh sekali, seperti bumi dan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;andromeda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua karena konfigurasi tanah yang kering, berbatu, dan penuh debu kemarau, semacam gabungan antara gurun Sahara dan arena rock climbing di pinggiran Arizona. Tak terbayang andai David Beckham atau Frank Lampard bermain disana. Mungkin saja talenta mereka menguap bersama debu-debu kemarau yang dihembus angin. Boleh dicoba, MU vs Team A HK, pasti MU akan dibantai habis 5-0, asal mainnya di lapangan mandul, lapangan hebat, fantastis, berumput tebal, dan tribun penuh lapak pedagang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak kenangan yang tersimpan bersama lapangan kering kerontang mandul tercinta. Sepak bola, ya, tentu saja fungsi utama dari lapangan itu adalah untuk bermain bola. Dan sepanjang sejarah sepak bola hk, lapangan mandul telah menorehkan banyak misteri. Dan juga duka tak terperi. Kejadian paling aneh adalah gol kontroversial karena bola terkena batu. Ini adalah peristiwa paling ’gila’ dalam catatan sejarah sepak bola. Mana ada, dalam pertandingan bola kelas amatir manapun, gol dianulir karena bola yang seharusnya ditangkap kiper, meleset karena terkena batu. Mungkin hanya di pondok kita, terutama di lapangan mandul kering kerontang itu, kejadian ini benar-benar ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak kecelakaan baik ringan maupun berat terjadi di lapangan mandul. Ada kiper yang kesakitan karena menjatuhkan badannya di atas rumpun batu yang tumbuh subur di bawah gawang. Ada yang kesandung batu, sehingga jatuh dan terluka. Ini belum seberapa, ada lagi, santri yang patah kaki atau tangan karena saat jatuh, terkena batu yang menyumbul dari dalam tanah. Suatu hal yang sangat ironi, ingin sehat dengan olah raga malah menuai sakit berkepanjangan, semoga tidak terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, itu baru sepak bola saja. Lapangan bola mandul juga merupakan tempat dilakukannya upacara dalam hari-hari besar tertentu, saat itulah, banyak akhwat yang bergelimpangan. Bukan syahid di medan perang tentunya, namun pingsan, semacam &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;euforia&lt;/span&gt; kunang-kunang dan melemahnya kondisi fisik yang menyebabkan ketidaksadaran. Entah karena belum makan atau memang sedang tak sehat, selalu saja ada yang pingsan di setiap upacara. Mungkin karena lapangan mandul yang terlalu meranggas, kering kerontang dan fantastis penuh misteri itulah penyebabnya. Bukankah kejadian itu jarang terjadi saat upacara berlangsung di lapangan basket?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, saat saya dan teman2 Jogja berkunjung ke pondok, kami lihat perubahan memang telah banyak terjadi. Banyak gedung baru dibangun, ada ruang khusus makan, ada lab bahasa, ada lab informatika, gedung-gedung dimodifikasi, dan asrama baru didirikan. Tak terasa, dua tahun memang telah berlalu, dan selama itulah dunia berubah, juga pondok kita. Teman saya yang lebih dari lima tahun tidak melihat almameternya terkaget-kaget melihat pondok kita, banyak perubahan, fisik maupun psikis. Ternyata, selain gedung dan tata ruang yang semakin memiliki bentuk, para santri juga semakin tak berbentuk, semakin tidak ilmiah, bahasa semakin tak ada, dan yang paling terlihat adalah asrama semakin kotor. (setidaknya kondisi ini pada saat saya dan kawan2 melihat secara kasar saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah ini &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;implikasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;dari setiap kemajuan? Semakin maju dan berkembang suatu strata sosial semakin berkembang pula mode-mode kerusakan moral. Entah teori ini sudah dibuktikan secara ilmiah atau belum, yang jelas kita melihat itu ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Adalah desa, yang selalu identik dengan kenyamanan, keramahan, kesalihan moral dan tatanan sosial yang harmonis sementara terbelakang secara teknologi dan fasilitas hidup. Namun kota, maju dan berkembang secara teknologi dan fasilitas namun memiliki tatanan sosial yang kacau, tidak teratur, acuh tak acuh, tidak aman dan nyaman. Itu secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;general&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;random&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/span&gt;saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pondok kita? Meski secara fasilitas dan teknologi semakin maju, tidak layak jika tatanan sosial yang telah terbangun sebelumnya ikut berubah. Nilai-nilai kebaikan yang telah ada seharusnya dijaga dan dikembangkan, sehingga kontrol sosial tetap ada dan pondok tetap berada pada jalur &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;asholah&lt;/span&gt;nya, yaitu pusat pendidikan agama dan spiritual. Sudah semestinya para pengelola lebih fokus pada fenomena ini, evaluasi dan analisa harus selalu dilakukan, barangkali kebijakan dan tata ruang hukum perlu dirombak, mengingat perubahan fisik juga menuntut perubahan &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;psikis&lt;/span&gt;. Seperti kita tahu, elemen manusia tidak hanya akal dan raga, tapi juga hati. Pembangunan fisik, yang memenuhi kebutuhan akal dan raga seharusnya juga diiringi dengan pembangunan psikis, yang memenuhi kebutuhan hati, kebutuhan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Representasi&lt;/span&gt;nya adalah ketenangan batin, kenyamanan, aman, penuh dengan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;dzikir&lt;/span&gt;, manusia yang berakhlakul karimah. Saya rasa motto pondok kita sudah sangat mewakili, ‘disiplin, sederhana, rajin beribadah, berakhlak mulia, gemar membaca’. Itulah yang harus dijaga dan dikultuskan. Seperti tradisi dan budaya yang selayaknya tak lekang dimakan usia. Semaju dan sehebat apapun kondisi fisik pesantren, seharusnya nilai dan norma itu tidak hilang. Meskipun kita melihat pesantren kita yang beranjak menuju &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;’kota’&lt;/span&gt; dari kondisinya yang dulu sangat &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;’desa’&lt;/span&gt;, seharusnya kita tetap merasakan pondok yang nyaman, damai, tenang, indah luar dalam. Sehingga saat berkunjung atau sekedar singgah ke pesantren, kita akan disuguhi wisata spiritual, khas ciri kehidupan Islam, yang tentunya tak kita temui di kehidupan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tak mudah menyikapi perubahan. Bahkan yang ada pada diri kita sendiri. Kita sering terlupa, dan tak sadar bahwa perubahan-perubahan banyak menyeret kita pada kondisi yang lebih buruk atau setidaknya lebih tidak nyaman dari sebelumnya. Sehingga, sering kita dapati orang berkata, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;’si dia memang telah berubah’&lt;/span&gt;, atau, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;’kamu sudah banyak berubah ya...’&lt;/span&gt;. Perubahan menuju kebaikan tentu saja kita terima dan dukung, namun jika realita mengatakan sebaliknya, maka alangkah naif. (Dengan iman dan istiqomah semua itu pasti mampu diatasi). Bagaimanapun keshalihan dan biah hasanah harus kita endapkan dalam diri, sehingga itu menjadi suatu standar hidup yang akan kita bawa kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata teman saya yang terkaget-kaget melihat pondok setelah lima tahun, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;“pondok memang telah banyak berubah“&lt;/span&gt;, berubah dalam arti yang sesungguhnya, fisik maupun psikis. Namun ia memberi pengecualian, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;“Satu yang tak berubah, yaitu lapangan bola mandul“.&lt;/span&gt; Awalnya saya tertawa mendengarnya, barangkali ia hanya bercanda dan mencoba memberikan hiburan segar. Samun seketika saya sadar, ini bukan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;intermezzo&lt;/span&gt; atau canda tak penting yang dibuat-buat. Silahkan buktikan sendiri, lapangan kering-kerontang itu seakan kaku, membeku dalam fungsi waktu. Entah mengapa, ia selalu akrab dengan batu-batu, dari dulu hingga kini. Seakan-akan memang ada kekuatan yang menyebabkan batu-batu itu muncul dari dalam tanah, seperti tanaman saja. Walaupun ribuan tangan santri dikerahkan untuk memunguti batu itu, ia akan tetap ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini hanya mitos, atau memang ada pembuktiannya secara &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;geologis&lt;/span&gt;? Saya tidak tahu. Yang jelas, dalam hidup ini, memang seharusnya ada sisi-sisi dimana perubahan tidak membawa kita menjadi orang lain. Dan tetap menjadi diri kita adalah kuncinya. &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;Just be your self&lt;/span&gt;. Begitu pula seharusnya pondok pesantren kita, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;almameter&lt;/span&gt; yang kita akui bersama. Menjadi pondok kita yang dulu, ah, andai saja itu benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 090208&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Teruntuk teman-teman tercinta, mengapakah gerangan kita bosan berjuang? Apakah hidup sudah terlalu menjemukan untuk dinikmati? Bukankah banyak sisi-sisi dunia yang belum kita jamah. Ayolah kawan, dunia terlalu luas untuk diratapi dengan diam dan duduk termenung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-6241192768936085980?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/6241192768936085980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=6241192768936085980&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6241192768936085980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6241192768936085980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/02/memungut-batu.html' title='Memungut  Batu'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-536088026743468558</id><published>2008-02-15T21:04:00.008+07:00</published><updated>2008-02-22T12:30:58.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Mengapa Saya Berpolitik?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa Saya Berpolitik?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : M. Miftah Al Aflah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika mengkaji pada sejarah islam, sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya seumur-umur belum pernah ikut pemilu, apalagi membangun dan mengurusi partai politik. Realita seperti ini sudah disepakati oleh semua orang, termasuk para ahli sejarah, ulama dan juga semua umat Islam. Dengan realita seperti ini, sebagian kalangan lalu mengharamkan pemilu dan mendirikan partai. Alasannya, karena tidak ada contoh dari Nabi Muhammad s.a.w., juga tidak pernah dilakukan oleh para shahabat belia yang mulia, bahkan sampai sekian generasi berikutnya, tidak pernah ada pemilu dan pendirian partai politik dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lain dari elemen umat ini punya pandangan berbeda. Mereka tidak mempermasalahkan bahwa dahulu Rasulullah s.a.w. dan para shahabat tidak pernah ikut pemilu dan berpartai. Sebab pemilu dan partai hanyalah sebuah fenomena zaman tertentu dan bukan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;esensi&lt;/span&gt;. Lagi pula, tidak ikutnya beliau s.a.w. dan tidak mendirikan partai, bukanlah dalil yang &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;sharih&lt;/span&gt; dari haramnya kedua hal itu. Bahwa asal usul pemilu, partai dan demokrasi yang konon dari orang kafir, tidak otomatis menjadikan hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika mau jujur, memang tidak ada satu pun ayat Quran atau hadits nabi s.a.w. yang secara &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;zahir&lt;/span&gt; mengharamkan partai politik, pemilu atau demokrasi. Sebagaimana juga tidak ada dalil yang secara &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;zahir&lt;/span&gt; membolehkannya. Kalau pun ada fatwa yang mengharamkan atau membolehkan, semuanya berangkat dari &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;istinbath&lt;/span&gt; hukum yang panjang. Tidak berdasarkan dalil-dalil yang tegas dan langsung bisa dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah ditarik kesimpulan bahwa ada sebagian orang yang memberikan &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;brand image&lt;/span&gt; buruk kepada politik bagi dakwah islam, maka dikira perlu untuk menanyakan kembali seberapa besar kebutuhan suatu kalangan beragama terhadap sebuah partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebutuhan terhadap sebuah partai politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika partai dijadikan asumsi buruk terhadap eksistensi sebuah kelompok tentunya dirasa perlu menanyakan kembali &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-family:lucida grande;" &gt;“seberapa besar peranan sebuah partai politik untuk sebuah agama?”&lt;/span&gt; hanya 10 % kah? 50% ? 70 %? Atw….? Contoh kecil pelarangan jilbab yang pernah terjadi di Prancis disebabkan banyaknya pekerja imigran –dari aljazair, maroko, Senegal, dll- beragama islam, sehingga mendongkrak jumlah kaum muslimin pada saat itu menjadi agama mayoritas terbesar kedua di negri menara Eiffel itu, Akan tetapi banyaknya jumlah umat muslim pada saat itu tidak didukung dengan kekuatan yang melindungi segala bentuk afiliasi agama ini sehingga menjadikan umat muslim hanya bisa tunduk patuh pada aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan tidak bisa berbuat apa-apa, tentunya sangat mengherankan ketika adanya larangan memakai aksesoris keagamaan seperti jilbab bagi kaum muslim akan tetapi pemakaian kalung salib –aksesoris keagamaan umat Kristen- tidak dilarang sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah lebih baik jika umat islam menengok kebelakang ketika kekhalifahan Turki berakhir akibat &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;konspirasi&lt;/span&gt; Yahudi Internasional dan seorang Yahudi dari DUmamah bernama Mustafa Kemal naik menjadi penguasa negeri tersebut, Islam secara cepat dihabiskan. Jilbab dilarang, bahkan adzan pun harus menggunakan bahasa Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang Kristen sudah membuat partai. Orang yahudi sudah membuat partai. Bahkan yang tidak punya agamapun (komunis) ikut ikutan membuat partai, sekarang justru malah bermunculan generasi muslim yang melarang pembuatan partai atau berpolitik dengan dalih &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-family:lucida grande;" &gt;rosulullah kan tidak berpolitik&lt;/span&gt;. Tentunya umat islam tidak akan mau mengulang peristiwa pelarangan jilbab yang pernah terjadi di prancis dan turki. Sampai disini bertanya kembali seberapa besar peranan partai politik untuk sebuah agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-family:lucida grande;" &gt;“Adalah sangat mengherankan sebuah faham seperti Komunisme, Kapitalisme, memiliki negara yang melindunginya, yang mendakwahkan ajarannya, yang menegakkan prinsip-prinsipnya, dan mengajak masyarakat untuk menuju ke sana. (Hasan Al Banna)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telah meng-azamkan diri untuk tetap berada di barisan dakwah yang menyeru kepada Islam, maka jangan -lupakan- ranah politik sebagai salah satu -medan peperangan- yang harus dimenangkan. Karena kemenangan dakwah yang diperjuangkan oleh para pendukungnya adalah bermuara pada kebaikan hidup di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Islam harus mampu berperan sebagai pengendali kebijakan politik negaranya, dan berani menolak segala intervensi dan tekanan asing. Karena politik adalah pintu utama yang paling mudah bagi suatu negara untuk bisa melewati semua tantangan yang ada dibandingkan pintu-pintu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seruan Para Ulama untuk Mendukung Dakwah Lewat Parlemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apa komentar para ulama tentang masuknya muslimin ke dalam parlemen? Dan apakah mereka membid'ahkannya?&lt;br /&gt;Ternyata anggapan yang menyalahkan dakwah lewat parlemen itu keliru, sebab ada sekian banyak ulama Islam yang justru berkeyakinan bahwa dakwah lewat parlemen itu boleh dilakukan. Bahkan sebagiannya memandang bahwa bila hal itu merupakan salah satu jalan sukses menuju kepada penegakan syariat Islam, maka hukumnya menjadi wajib.&lt;br /&gt;Di antara para ulama yang memberikan pendapatnya tentang kebolehan atau keharusan dakwah lewat parlemen antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Imam Al-'Izz Ibnu Abdis Salam&lt;br /&gt;2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah&lt;br /&gt;3. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah&lt;br /&gt;4. Muhammad Rasyid Ridha&lt;br /&gt;5. Syeikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa'di: Ulama Qasim&lt;br /&gt;6. Syeikh Ahmad Muhammad Syakir : Muhaddis Lembah Nil&lt;br /&gt;7. Syeikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi&lt;br /&gt;8. Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;br /&gt;9. Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin&lt;br /&gt;10. Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-AlBani&lt;br /&gt;11. Syeikh Dr. Shalih bin Fauzan&lt;br /&gt;12. Syeikh Abdullah bin Qu'ud&lt;br /&gt;13. Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-'Asyqar&lt;br /&gt;14. Syeikh Abdurrahman bin Abdul Khaliq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan, yang mengatakan demikian justru para ulama yang sering dianggap kurang peka pada masalah politik praktis. Ternyata gambaran itu tidak seperti yang kita kira sebelumnya. Siapakah yang tidak kenal Bin Baz, Utsaimin, Albani, Asy-Syinqithi, Shalih Fauzan dan lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karena dakwah menjadi penghalang turunnya azab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks bernegara, Amal &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;As-Siyasi&lt;/span&gt; (berpolitik) tidak sekedar berorientasi pada kekuasaan dan mencapai kedudukan-kedudukan tinggi dalam pemerintahan, tetapi Amal Siyasi semata-semata ditujukan bagi penegakan hukum-hukum Allah di dalam masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip keadilan yang telah digariskan oleh Allah, karena ada konteks &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;amal ma’ruf nahi munkar&lt;/span&gt; yang umat islam pegang. berangkat dari sini ranah politik dipandang sebagai sebuah ladang besar untuk membentangkan sayap dakwah, menjadikan politik yang islami serta hamba-hamba politik yang islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain adalah karena dakwah akan menjadi penghalang turunnya azab Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-family:lucida grande;" &gt;“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa [QS Al-A’raf 164]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang disabdakan Rasulullah s.a.w. tatkala Aisyah ra. bertanya, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-family:lucida grande;" &gt;“Apakah kita akan diazab oleh Allah, sedangkan di antara kita ada orang-orang Sholih?”, Rasulullah menjawab, “Ya, jika keburukan itu sudah mendominasi” (Muttafaq ‘alaihi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya azab yang berupa musibah dan bencana tapi termasuk azab Allah berupa keterhinaan, kerendahan izzah, hingga keterjajahan umat Islam di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;…Ya….saya harus berpolitik, lantaran ia adalah “seni” untuk mengurus umat dan demi tegaknya kalimat Allah di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Menanti hadirnya partai Islam yang sungguh-sungguh memperjuangkan nasib umat dan menjadikan umat sebagai asset, bukan sebagai kuda tunggangan yang dimanfaatkan tiap lima tahun sekali adalah sebuah harapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-536088026743468558?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/536088026743468558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=536088026743468558&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/536088026743468558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/536088026743468558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/02/mengapa-saya-berpolitik.html' title='Mengapa Saya Berpolitik?'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1400072472569378894</id><published>2008-02-14T18:42:00.004+07:00</published><updated>2008-02-19T18:45:14.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Islam dan Politik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam dan Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ahmad Adi Andriana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kedua kata ini membawa sebuah pertanyaan, apakah ada keterkaitan antara islam dan politik?. Pertanyaan seperti ini pada zaman modern tersebar ke berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, termasuk kita. Akan tetapi sebelum itu terjawab kita perlu mengetahui apa arti dari kedua kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah ketaatan disertai kesadaran, atau berdasar pengetahuan dari manusia terhadap Allah SWT sesuai syariat yang telah diturunkan melalui NabiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik adalah tata cara mengatur kehidupan manusia baik secara mikro ataupun makro dari segi ekonomi, pendidikan, pemerintahan, ketatanegaraan dan hubungan internasional antara satu negara dengan lainya untuk mewujudkan kesejahteraan, kedamaian dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jika seandainya kata islam dan politik menimbulkan sebuah pertanyaan berupa adakah keterkaitan  antara undang undang langit dan undang undang &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;konvensional&lt;/span&gt;? maka jawabanya akan kita dapatkan dari studi perbandingan bahwa islam berbeda dan memiliki keistimewaan dengan filsafat, sistem dan agama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Filsafat Yunani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; :&lt;/span&gt; dalam paradigma Aristoteles khususnya, tentang keterkaitan antara Dzat Tuhan dengan alam dunia hanya sebatas Pencita alam ini, setelah itu menopang dagu. karena Ia telah menciptakan sebab yang mengaturnya, tanpa perlu ada lagi syariat dan agama. sehingga alam berdiri sendiri, manusia berdiri sendiri, sosial masyarakat berdiri sendiri dan politik berdiri sendiri. Tuhan dalam keterkaitanya dengan pengaturan alam ini tidak jauh berbeda seperti pembuat jam, setelah membuatnya ia meletakan mesin yang mengatur perjalanan detiknya dan membiarkanya. Maka kesimpulanya dalam paradigma Aristoteles tidak ada campur tangan agama dalam pengaturan individu, sosial, politik dan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Paganisme Jahiliyah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; :&lt;/span&gt; dalam paradigma bangsa arab sebelum islam tidak jauh berbeda dengan paradigma aristoteles. Dalam hal ini mereka mengimani bahwa Tuhan hanyalah Pencipta alam ini, hanya sebatas menciptakan.dan mereka membiarkan hidup mereka diatur oleh berhala, dengan meminta konsultasi disaat akan mengadakan perjalanan, menetap, perang, perdamaian, perniagaan, penikahan, thalaq bahkan sampai cinta dan benci. Al Quran menceritakan paradigma mereka. &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-family:lucida grande;" &gt;”dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka:”siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukan matahari dan bulan?”tentu mereka akan menjawab:”Allah”,maka betapakah mereka dapat dipalingkan dari jalan yang benar”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kristen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; :&lt;/span&gt; ada persamaan pada paradigma kristen dengan lainya yang menyingkirkan pengaturan Tuhan terhadap dunia. Khususnya pada ketatanegaraan, karena ajaranya terbatas pada hubungan antara individu dengan Tuhanya. Hal ini yang menjadikan aneh, bertentangan dengan ajaranya, saat kristen katolik eropa ikut campur pada kekuasaan kontemporer.&lt;br /&gt;Sekulerisme : merupakan respon terhadap kekuasaan temporer gereja, untuk meletakanya kembali pada hubungan antara individu dan Tuhanya, maka politik dalam paradigma sekulerisme hanyalah pengaturan dunia dengan akal dan eksperimen manusia saja tanpa campur tangan agama dengan kata lain titik tolaknya dunia bukanlah agama.&lt;br /&gt;Sekulerisme telah memutus ikatan silaturrohim antara agama dan dunia, membebaskan politik dari nilai nilai agama,dan menggantinya dengan nilai-nilai machiaveli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; :&lt;/span&gt; istimewa dibanding filsafat dan agama diatas, islam memiliki keterkaitan moderat antara agama dan politik, tidak melebur dan tidak menghindar karena kedudukan Tuhan dalam islam tidak hanya sebatas Pencipta alam dunia kemudian meninggalkanya, tetapi juga mengaturnya. Dalam Al Qur’an: &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-family:lucida grande;" &gt;”berkata Firaun:”maka siapakah Tuhanmu berdua,hai Musa?.”...”Musa berkata:”Tuhan kami ialah Tuhan yang telah memberikan kepada tiap tiap sesuatu bentuk kejadianya, kemudian memberinya petunjuk”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kedudukan manusia dalam islam memiliki kebebasan, kehendak, keinginan, kekuatan dan kemampuan mengatur kehidupanya, sosialnya dan dunianya. Akan tetapi kebebasan, kehendak, kekuatan dan kemampuan itu berada dalam koridor khalifah yang terikat undang undang kehilafahan dimuka bumi yaitu syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikut campurnya syariat bukan berarti membuang kebebasan dan kekuasaan manusia dalam mengatur kehidupanya, sosialnya, politiknya dan dunianya, tapi hanya memiliki batas halal, haram dan prinsip luhur yang ada dalam syariat, keduanya memberi ruang dan tempat bagi masing masing karena manusia adalah tuan di bumi bukan tuan bumi, ia hamba Tuhan, Tuan bagi segala sesuatu setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena agama turun dari langit sementara politik mayoritasnya buah dari akal dan eksperimen manusia yang berubah mengikuti realitas kehidupan yang terus berputar dan berubah, maka syariat berada hanya pada prinsip, nilai dan tujuan luhur saja, dan selebihnya meyerahkan pada akal dan eksperimen manusia untuk berkreasi dan berinovasi. Maka nilai, prinsip dan tujuan itu tetap tidak berubah dalam kondisi apapun sementara politik terus berputar dan berubah diiringi oleh nilai, prinsip dan tujuan luhur syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah seluruh politik itu ajaran agama yang tetap dan tidak berubah, juga tidak berdiri sendiri dan terpisah dari agama, tapi keduanya terikat secara indah, maka dalam islam ini disebut &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;siyasah syariyah&lt;/span&gt; tidak seperti dalam kristen yang mencampur adukan antara agama yang tetap dan politik yang berubah dalam kesatuan.sehingga menetapkan politik yang berubah dan merubahkan agama yang tetap. Juga tidak seperti &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;sekulerisme&lt;/span&gt; yang menyingkirkan agama dari politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik dalam islam tidak hanya terpaku pada apa yang ada dalam wahyu dan sunah nabi, tapi politik berubah dan berkembang seiiring dengan perubahan dan perkembangan dunia sesuai dengan maslahat dan adat istiadat secara abadi dan dan tidak bertentangan dengan wahyu dan sunah nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala peraturan, sistem dan model yang dapat mewujudkan kemaslahatan yang sesuai dengan syariat dapat dikatakan islami, dari mulai kemaslahatan individu, keluarga, sosial masyarakat, negara dan dunia bisa dikatakan islami selama dapat terwujudnya kemaslahatan dan keadilan. selama berada pada koridor nilai nilai, prinsip dan tujuan syariat islam. Oleh karena itu politik merupakan bagian dari syariat walaupun buah dan hasil dari akal, inovasi, kreasi dan manusia. Inilah arti dari syiar yang selalu kita dendangkan &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“politik dan partai hanyalah wasilah dan da’wahlah tujuan kita”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;NB: TULISAN INI KU KHUSUSKAN BAGI SAHABATKU AZIZ  SUHENDAR.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1400072472569378894?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1400072472569378894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1400072472569378894&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1400072472569378894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1400072472569378894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/02/islam-dan-politik.html' title='Islam dan Politik'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-6788231302566052950</id><published>2008-02-11T08:16:00.000+07:00</published><updated>2008-02-11T08:21:53.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sepenggal Ayat-Mu Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepenggal Ayat-Mu Tentang Cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;           Muhammad firmansyah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada ujung di depan sana&lt;br /&gt;Coba engkau telusuri dengan mata kaki warisan Nabi.&lt;br /&gt;Coba engkau maknai sepintas,bila sempat. Itu juga bila sempat buatmu.&lt;br /&gt;Coba engkau ketuk pintu hati cukup tiga kali&lt;br /&gt;Ucapkan salam jangan lupa&lt;br /&gt;Jelaskan pada dunia tentang sesuatu di ujung sana&lt;br /&gt;Yang engkau temui, terus sempat kau maknai serta kau bersalam untuknya&lt;br /&gt;“Dunia, apa kau mencintai ayat tuhanku dan tuhanmu?” tanya begitu&lt;br /&gt;Takzim malam tuhan, peluk bulan, kering gurun&lt;br /&gt;Sampai licin lumut terinjak kaki bocah alam&lt;br /&gt;Terus terang aku bela akan gugatan Tuhan&lt;br /&gt;Tentang ketidakadilan selama ini&lt;br /&gt;Sepenggal ayat-Mu tentang cinta&lt;br /&gt;Ku cari selalu.&lt;br /&gt;Luar biasa terasa bahagia,&lt;br /&gt;Biasa cukup dengan bahagia atau cukup terasa saja.&lt;br /&gt;Mati saja semua luka&lt;br /&gt;Biarku kawin muda dengan surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       Depok, 18 Maret 07&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-6788231302566052950?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/6788231302566052950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=6788231302566052950&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6788231302566052950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6788231302566052950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/02/sepenggal-ayat-mu-tentang-cinta.html' title='Sepenggal Ayat-Mu Tentang Cinta'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-7021600792314916534</id><published>2008-02-08T23:09:00.001+07:00</published><updated>2008-02-19T18:38:49.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Dinamika Sosial Politik Kampus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dinamika Sosial Politik Kampus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Imron Hasyim&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kampus sebagaia salah satu &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;center of intellectuality&lt;/span&gt; memberikan ruang bagi berkembangnya berbagai ranah pemikiran, mulai dari yang kekiri–kirian sampai kiri abis, atau yang kekanan-kananan sampai kanan abis, isu–isu nasional hingga internasional sampai saat ini selalu saja menjadi garapan yang menarik di kampus–kampus seantero dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa selalu memainkan peran atau menjadi pemain sentral di negara manapun, yaitu sebagai &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;the universal opposition&lt;/span&gt; anti terhadap pemerintahan rezim apapun yang berkuasa di negara tersebut. Mewaspadi ancaman yang akan ditimbulkan oleh masyarakat intelektual kota ini, para pemimpin negara kerap kali akan melakukan gerakan–gerakan restruktuisasi politiknya hingga jauh menjangkau kedalam kampus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia praktik &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;restruktuisasi&lt;/span&gt; politik di contohkan dan di pertontonkan oleh rezim orde baru pimpinan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“bapak pembangunan”&lt;/span&gt; Soeharto duapuluh tahun yang lampau tepatnya pada tahun 1974 lewat SK menteri P dan K No 028/U/1974 tentang NKK (normalisasi kehidupan kampus) dan BKK (badan koordinasi kemahasiswaan) sekarang senat / BEM, dimana isi keputusan ini sangat membelenggu langkah gerak mahasiswa yang sejatinya pergerakan mahsiswa harus senantiasa bergerak dan merambah, menjalar, mengembangkan nalar intelektualitas sejatinya, namun dalam konteks NKK-BKK semua kegiatan mahasiswa kala itu harus seluruhnya melalui persetujuan pihak pimpinan perguruan tinggi / rektorat yang nota bene waktu itu mereka adalah antek–antek penguasa, dan pergerakan mahasiswa harus sesuai dengan cita–cita kepala negara yang tentunya ini sangat jelas bertentangan dengan idealnya mahasiswa yang selalu menempatkan dirinya menjadi oposisi kritis pada pemerintahan yang sedang berkuasa, dampak yang paling terlihat adalah mahasiswa  kehilangan ruang politiknya yang bebas dan kreatif, melainkan hanya sebatas teori dan konsep diruang kelas, kemudian juga dipisahkannya organ &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;ekstra&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;intra&lt;/span&gt; kampus adalah tindakan menghilangkan atau bahkan pencurian terhadap basis gerakan oraganisasi dan hilangnya peran sejarah suatu gerakan kritis yang lahir dari kombinasa dua organisasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kehidupan kampus adalah gerakan yang senantiasa mengusung perlawanan sehingga semakin ditekan, semakin di tindas maka semakin besar dan terlihatlah kekuatan aslinya terbukti dari saat higga pasca NKK- BKK di munculkan, pergerakan sosial politik mahasiswa justru semakin menunjukan taringnya, salah satunya adalah tumbangnya rezim yang melahirkan NKK – BKK yaitu rezim orde baru adalah berkat perjuangan dan perlawanan mahasiswa (era 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat ini permasalahan kampus terus saja berkemnbang ditengah–tengah pasang surut kondisi sosial politik negeri ini, namun ironis justru permasalahan yang berkembang di kampus hanya permasalahan yang sama sekali tidak menunjukan kekuatan bersama sebuah kelompok mahasiswa yang besar, yang mengusung isu bersama dan ideologi menjadi oposisi penuh bagi pemerintah, sebagaimana warisan yang diberikan oleh pergerakan mahasiswa terdahulu yang seharusnya menjadi bahan kerjaan mahasiswa saat ini, sekarang yang berlangsung hanyalah pertarungan antar mahasiswa sendiri, tidak ada lagi teriakan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“satu komando, satu perjuangan, rakyat (mahasiswa) bersatu tak bisa dikalahkan”&lt;/span&gt;  justru diperalat oleh sekat–sekat dasar ideologi, atas dasar fanatisme sempit kelompok, kamu bukan kelompokku, maka kamu musuhku, kamu tidak sealiran denganku kamu salah, yang melahirakn tradisi politik kotor dan amoral, yang saat ini justru mahasiswa menjadi boneka atau malah robot kepentingan oknum tertentu yang haus akan kekuasaan, bahkan bisa jadi mahasiswa adalah pionir bagi pemerintahan yang sedang berkuasa, alamat kemunduran gerakan kampus. Indikas ini pun terlihat dari gaya hidup hedonisme anak muda yang dibawa oleh budaya barat, membuat mata dan hati tertutup untuk memikirkan masalah rakyat, dan lebih penting mengatur jadwal bersenang–senang pacaran, mumpung masih muda katanya??? ketimbang memikirkan kelanjutan atas kemajuan bangsa dan negaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat inipun sosial politik kampus akan selalu menjadi dinamika yang terus menerus berkembang dan hangat untuk dikaji dan didiskusikan, karena kedinamisannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-7021600792314916534?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/7021600792314916534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=7021600792314916534&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7021600792314916534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7021600792314916534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/02/dinamika-sosial-politik-kampus.html' title='Dinamika Sosial Politik Kampus'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5595826196256139006</id><published>2008-01-29T20:45:00.001+07:00</published><updated>2008-02-19T18:50:34.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan kegiatan'/><title type='text'>Laporan Acara Genk HK 9 Jakarta</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ADA “TUYUL” KENA TIMPUK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HK 9 NGUMPUL YUK..!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hk 9 jkt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R583Tw-fhnI/AAAAAAAAAFA/DJ21C4QluCs/s1600-h/25.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R583Tw-fhnI/AAAAAAAAAFA/DJ21C4QluCs/s320/25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160904510693934706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Udara panas kota Jakarta rupanya tak menyurutkan langkah kami untuk memenuhi panggilan ini. Kepulan asap makhluk pemakan bensin tidak pula membuat kami mundur. Kami sadari ini adalah panggilan suci. Monas, 27 Januari 2008 menjadi saksi akan sebuah ritual ini hehee..adalah Adit (STPDNuaimi) membuka ritual ini dengan mantra yang sangat sakral &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;“basmallah”&lt;/span&gt; dilanjut Zukho(pengusaha muslim) melantunkan ayat–ayat suci sarat makna milik sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Genk HK09 jakarta yang akrab dipanggil &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“the Jak”&lt;/span&gt; rupanya mencoba meritualisasikan perkumpulan orang–orang pilihan itu dalam satu tujuan, dalam satu ruh, dan yang pasti satu tempat juga satu waktu..ya iya lah masa ya iya donk..hehee..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" face="trebuchet ms"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Firman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(PNJ kers)&lt;/span&gt; bertindak sebagai pimpinan ritual memberikan arahan–arahan supaya ritual ini benar-benar sarat makna, dapat berjalan mulus..namun rasanya belum cukup disini Mbah Hendi selaku sesepuh pun bersemangat dengan wejangan dahsyatnya. Masih ada lagi, gak ketinggalan ada utusan dari negeri barat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(unpad kers)&lt;/span&gt;.Iya Yaumil pun ikut menyuarakan mantra–mantra ampuhnya..ritual ini dihadiri dua puluh tiga makhluk kasar (coz bukan makhluk halus kaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di chanel HK 09 kan? Yupz itulah gambaran seremnya acara HK9 khususon daerah Jakarta,,bisa dibilang sukses acara pertemuan kita itu, gimana ga sukses coba 24 orang yang hadir plus ustadz Handi yang ditakdirkan Allah bertemu dengan kita di Monas karena acara kita bertepatan dengan acara Munashoroh Palestina yang diadakan oleh partai Islam TERbesar di negeri ini. Jadi kita manfaatin Ust.Handi (165 ESQ trainer) buat kasih taujih..jadi tambah berkah deh agenda ini dan kita jadi dapat ilmu (&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;the power of knowledge&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;uncaptable mentality&lt;/span&gt; subhanallah ustad jasamu tiada tara)..itu sungguh skenarioNya, karena beliau hadir di Monasnya lebih awal dari rombongan Kuningan. Dengan menumpang kereta CireKs (cirebon ekspres) Ust. Handi jadi lebih awal datangnya. Alhamdulillah beliau mau menerima permintaan kita untuk memberikan tausyiah kepada HK 09 ini walaupun dengan terpaksa ikhlas..tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Syukron ya ustadz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman selaku Dekon (Dewan Konsolidasi) HK 09 Jakarta Raya mengungkapkan makna alumni HK, alumni bukan hanya formalitas saja akan tetapi ada eksistensi nilai – nilai, salah satu nilainya adalah sebagai juru dakwah sebagaimana pesan dari masyaikh dakwah kita Ust. Ach Noer (apapun jadinya kalian alumni, jadikan dakwah sebagai PRIORITAS). Berbeda dengan Iya Yaumil selaku dekon Bandung Raya, beliau mengatakan pentingnya mengembangkan jaringan alumni ini, karena jaringan  alumni HK adalah salah satu investasi masa depan (cie..dasar anak Ekonomi UUD nt) hehee.. Pertemuan ini merupakan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;follow up&lt;/span&gt; agenda triwulan HK 09 Jkt yang belum maksimal, alhamdulillah dari pertemuan HK 09 ini disepakati beberapa point, pertama: akan diadakan tiap bulannya pertemuan serupa, kedua: adanya uang Kas sebesar 10rb dengan perincian biaya 50% buat dana sosial -kayak klo ada yang sakit dan walimah gitchu- dan 50% lagi buat agenda pertemuan, rihlah dll, tapi ini hanya lah sebagai syarat saja agar teman–teman alumni punya symbol atau sebuah tanda dari akibat kumpulnya mereka,. Mudah–mudahan liputan Yang singkat ini bikin jealous alumni–alumni dari daerah seberang dan bikin kesel anak Jakarta khususnya yang belum sempat hadir hehehe…. C U next meeting, caiyo Semangat yah!!!!!Takbiruuuuu ALLAHU AKBAR.&lt;br /&gt;Wassalam,,,,,,,,,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5595826196256139006?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5595826196256139006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5595826196256139006&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5595826196256139006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5595826196256139006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/01/laporan-acara-genk-hk-9-jakarta.html' title='Laporan Acara Genk HK 9 Jakarta'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R583Tw-fhnI/AAAAAAAAAFA/DJ21C4QluCs/s72-c/25.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-7697094534973759096</id><published>2008-01-21T17:40:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T18:27:23.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>profile of the month</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Apa Kabar Pak Icon?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Wawancara dengan ketua angkatan 9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Qitsa Qismina&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R5R3aFQ2DXI/AAAAAAAAAD0/aZ22EmSXZFU/s1600-h/ini+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R5R3aFQ2DXI/AAAAAAAAAD0/aZ22EmSXZFU/s400/ini+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157878763219193202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Assalaamualaikum..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Wah, lama banget ya belum pernah denger lagi kabar dari Icon alias ketua angkatan kita,, tapi gak usah khawatir, alhamdulillah hari kamis, 18 januari kemarin tim reportase Blog Angkatan 9 udah berhasil melacak keberadaan dan keadaan Icon kita tersebut (loh,kok kayak jadi orang ilang ya?..) Ternyata Icon kita yang jago nasyid ini sedang menimba ilmu bahasa di Pare-Kediri, katanya sih sembari mengisi waktu luang menunggu jadwal masuk kuliahnya di LIPIA yang baru bakal mulai bulan februari ini.Terus ada kabar apa aja nih?,, nah baca aja deh ya hasil liputan berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;M.Husein Abdurrahman,(biasa kita kenal ‘husein azma’)adalah Icon atau Ketua angkatan alumni Hk angkatan 9. Yah,karena ada dua Husein di angkatan 9 jadi tambahan kata ‘azma’ di belakang namanya bikin kita lebih mudah buat nyebutin orang yang kita maksud. Ditanya tentang perasaannya waktu kepilih jadi Icon angkatan 9 dia berkata : “Gak percaya,, ana berpikir emang apa sih yang ada di diri ana sampai bisa kepilih jadi Icon alumni angkatan 9..” .So,kira-kira apa ya yang bikin dia bisa kepilih jadi Icon?,pertanyaan ini bisa dijawab oleh temen2 dengan ucapan.. ”Insya Allah ini yang terbaik,husein dipilih secara demokratis LUBER dan jurdil atas aspirasi temen2 angkatan 9” (serius loh,waktu pemilihan kita emang LUBER dan jurdil kayak pemilu..).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Nah,ditanya soal visinya jadi Icon dia bilang begini : “Ketika kepilih jadi Icon,ana bertekad memperbaiki diri,karena bagi ana Icon itu adalah simbol yang menunjukkan karakter tentang kelompok tersebut,jadi ana harus terus memperbaiki diri agar karakter kelompok ini (alumni angkatan 9) juga dipandang baik.., ana ingin menyatukan angkatan 9, minimal kita saling tahu kabar &amp;amp; perkembangan dan menjaga silaturahim.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berhubung ketua Icon kita ini juga merupakan seorang munsyid maka waktu ditanya soal pengalaman yang paling menarik selama di HK dia berkata : “Waktu nasyid bareng Azma, perjalanan untuk bisa mencapai jadi grup nasyid yang cukup bagus adalah pengalaman yang paling berkesan, masa-masa latihan nasyid sampe tengah malem, jatuh bangun ikutan lomba sampe akhirnya bisa mempersembahkan grup nasyid yang  asli produk angkatan 9. Dan alhamdulillah Azma bisa diterima dengan baik..,semua itu gak mungkin bisa ana lupain..”. Ya,nampaknya kita juga gak bakal lupa sama grup nasyid yang populer banget di HK ini,kita sempat bertanya-tanya Azma itu masih eksis gak sih? pertanyaan ini dia tanggapi dengan ramah “..Untuk saat ini Azma belum kita eksiskan lagi,Insya Allah dengan ana berkuliah di jakarta nanti dan gabung lagi dengan Akhi Yayan dan Akhi Imran mudah2an Azma bisa kita eksiskan lagi..”.Wah,amin amiiiinnn....  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lalu apa ya kesan dia tentang angkatan 9?...”Gokil, ukhuwahnya oke banget, asyik, pokoknya angkatan sembilan itu oke banget deh...” (wah gokil itu apa ya?hehe..).Terus waktu diminta komentar tentang temen2  angkatan 9 yang sudah menggenapkan setengah dinnya dia berkata : “Salut, keberanian ikhwah2 angkatan sembilan bisa kita jadikan sebagai contoh, dan spesial buat yang baru kemarin menikah, Bassam dan Rifa, ana ucapkan barakallah,,afwan ana gak bisa dateng.”.Okeh deh pak Icon,doakan yang lainnya bisa menyusul..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(foto : M. Husen Abdurrahman / ABD )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-7697094534973759096?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/7697094534973759096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=7697094534973759096&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7697094534973759096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7697094534973759096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/01/profile-of-month.html' title='profile of the month'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R5R3aFQ2DXI/AAAAAAAAAD0/aZ22EmSXZFU/s72-c/ini+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-8244468848135572895</id><published>2008-01-19T21:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T05:42:21.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cathar'/><title type='text'>Cerahnya Hariku Bersama Liqo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerahnya Hariku Bersama Liqo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Sebuah Catatan Lepas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh : Hani Fauziah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bismillahirrahmanirrahiim…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Thank you Allah…Syukur penuh kecup sujud yang seharusnya tiada henti kusampaikan pada Engkau, Ya Rahman…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Murobbiku, aku mencintainya karena Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dalam setiap tegurannya kutemukan Engkau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dalam setiap sikap tegasnya kembali aku menemukan Engkau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dalam setiap kritik dan sentilannya, lagi-lagi aku mendapati Engkau…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Betapa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;global-freedom&lt;/span&gt; ala musim panas Masisir (baca : mahasiswa mesir) yang sanggup merontokkan sendi-sendi pertulangan ruhiyah yang sudah dikokohkan bertahun-tahun adalah monster besar di balik kasur… Alhamdulillah, Allah menganugerahiku dengan kesempatan untuk menjadi salah satu dari orang-orang yang tergabung dalam tarbiyah, kalau gak…, enggak tau gimana jadinya aku di liburan musim panas ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kuterjebak..lagi-lagi murobbiku mengingatkan lewat kalimatul-liqoatnya, mengajakku kembali bertemu pada Engkau&lt;br /&gt;Murobbiku, sama seperti murobbiku-murobbiku terdahulu, adalah juga manusia.., sering juga aku menggerutu dalam hati karena ketidaksetujuanku atas beberapa keputusannya.&lt;br /&gt;Namun, selalu saja gerutuku yang pada akhirnya membuatku malu sendiri…karena selalu saja terbukti pada akhirnya – dan ini sungguh terjadi berulang kali – bahwa keputusan itu yang benar dan gerutuku yang salah sebagai bukti pembelajaranku.&lt;br /&gt;Subhanallah…aku banyak belajar dari banyak kejadian yang aku alami sendiri…bersama beliau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat liqo…&lt;br /&gt;Ah, rasanya seperti sedang membaca buku Memoar Hassan Al-Banna saja…&lt;br /&gt;Bener! aku sendiri yang sering datang dengan wajah lecek berlipat, hati linglung…sering bawa-bawa segala masalah-masalah hidup ke tempat liqo…selalu saja tersentuh dengan kalimat liqoat sang murobbi..bagai setetes embun menyembul basah di kepala putik yang kering….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saja tangis yang tertumpah-ruah dalam detik-detik liqoat pekanan kami, jika tidak…minimal hati-hati kami kembali melihat Allah begitu dekat!&lt;br /&gt;Dalam majelis singkat ini kami seolah baru tersadar kembali akan setumpuk agenda besar problematika makro umat yang sering kami lalaikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm..gini, deh, gambaran umumnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang ke majelis kadang pada bete..bawaannya hidup tuh banyak problema.&lt;br /&gt;Apalagi yang udah pada punya adek-adek binaan..bawa segepok qodhoya mutarobbi mereka…belum lagi qodhoya jama’i organisasi ini itu dll..wah, kadang malah temen-temenku suka lupa ngasih jatah buat bicarain qodhoya pribadinya sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibukalah liqo…biasanya MC-nya bilang begini: “…majelis ini disaksikan Allah dan dinaungi sayap-sayap malaikat…dst…dst…” Nah, aku pribadi: my heart’s beginning to open its door, persis orang kesihir baru disadarin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus si MC baca doa. Nah, mulailah aroma ke-fana-an dunia semakin terasa kental. Aroma akhirat, surga, neraka menyelimuti. Tersadar : “Dunia tuh mata’ul ghurur…”&lt;br /&gt;Terbukalah lagi matahati kami di kala berdoa. Ada yang terisak, ada yang terdiam. Ah, benar-benar nurani tau di mana tempat yang layak untuk ditangisi. Robb, terima kasih buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;precious moment&lt;/span&gt; kayak begini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;every week&lt;/span&gt;!,, seperti menemukan akar hijau terpendam, ada aroma matahari disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…masuk ke session selanjutnya: Tilawah!&lt;br /&gt;Cahaya-cahaya Allah melumatkan noda-noda hati yang gundah. Sering malah jadi inget : “Duh, target tilawah harian sepekan ini payah banget. Pantesan ruhiy ko kayaknya down banget…” baru sadar, jiwaku terasa tenang banget setiap dibasuh ayat-ayatNya dalam suasana great begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimatul-Liqoat, saatnya peluru-peluru Murobbi membidik satu persatu kealpaan dari kami!&lt;br /&gt;Sejuk, menghujam ke dasar hati, menusuk kelalaian…Selalu saja malu sendiri jadinya, seperti diajak mengeja kealpaan dan kelalaian sepekan belakang. Ini bagian favorit dalam liqo versiku (kalau kalian apa?) Setiap liqo, detik-detik untaian singkat kalimatul-liqoat inilah yang paling selalu aku tunggu. Biasanya nuraniku menangis dan seger kembali, atau setidaknya semangatku bercampur taubat lahir lagi, diperbaharui lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadabbur ayat Al Qur’an…Amazing! Subhanallah! Ma’lumat tafsir yang lezat dan kaya banget. Lewat tadabbur, ruhani dan otakku diajak berwisata ke masa lalu, masa sekarang, masa depan, bahkan alam akhirat! Pengalaman wisata jiwa yang berarti banget…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi liqoat. Subanallah, rasanya kayak ikut training intensif, Selalu ada ilmu baru, info segar, kisah penuh makna, kata-kata bijak, pencerahan jiwa dan intelektual sekaligus. Ini nih yang bikin aku tambah penasaran untuk terus menggali banyak literature pembangun jiwa setiap pekannya. Apalagi kalau disinggung tentang dunia Islam: wah, apa kabar Palestina? Apa kabar Iran? dst..dst.. Bener-bener jadi terasa: aku lah yang paling kurang peduli dan peka sama problematika umat dunia. aku malah sibuk berkutat ngurusin problema-problema kecil tentang diriku sendiri, Nah, alhasil, aku selalu terpacu dan semangat menggebu buat dengerin info-info tentang dunia Islam ini. Ga boleh ada satu kata pun yang terlewat, penting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qodhoya alias curhat. Apa yang aku rasakan di bagian ini? Guess what? Walaupun aku kadang cuma bisa menjadi pendengar setia, but…banyak, banyak, banyak…banget pengalaman, trik, tips, strategi kehidupan, dan begitu banyak belajar tentang bagaimana menyikapi masalah-masalah - keshabaran dan kebijaksanaan -. Ga bosen, walaupun biasanya cuma bisa dengerin temen-temen curhat about banyaknya rintangan dakwah yang mereka hadapi. aku selalu tersadar: “Ah, my future isn’t so far from those way!” So, ga ada salahnya aku pelajari pengalaman-pengalaman itu dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liqoat…&lt;br /&gt;Bagaimanpun setting acara liqoat, semalas apapun aku melangkahkan kaki ke tempat liqoat, seBeTe apapun suasana hatiku saat itu, sekesel apapun penerimaanku pada teguran-teguran murobbiku…&lt;br /&gt;Ini tidak lain hanyalah cambuk kehidupan selama aku masih ingin menjadi seperti orang-orang yang maju ke depan.&lt;br /&gt;Selama aku berharap akan menjadi orang yang masih berani menghadapi kehidupan dengan mata terbuka. Selama aku adalah orang yang siap jatuh dan bangkit untuk  lebih baik.&lt;br /&gt;Bukan orang-orang yang lari karena takut diatur-atur, atau takut kena sentilan.&lt;br /&gt;Bukankah ini anugerah Allah? disana lagi-lagi kutemukan Allah, kudapati Allah, ku melihat Allah…pada setiap potongan frame kehidupanku. Bukankah aku harus selalu berusaha mendapatiNya? menikmati setiap detiknya? manis dan pahitnya? Bukankah kalau aku sedang sakit aku makan obat pahit? bahkan setiap makanan pun terasa pahit? Bukankah ada kalanya aku sehat dan saat itu aku rasakan makanan itu menjadi enak kembali? Atau bukankah saat aku kelaparan, nasi gosong di panci pun begitu berarti? aku ingin melihat kehidupan dengan frame yang lebih jujur.  Thank’s Allah for those precious moments every week!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tausiyah diri: ’asaa an takrohu syaian fahwa khoiron lakum: janji Allah, do you believe it?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 6 Agustus 2007&lt;br /&gt;(ditulis saat Summer Holiday)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-8244468848135572895?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/8244468848135572895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=8244468848135572895&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8244468848135572895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/8244468848135572895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/01/cerahnya-hariku-bersama-liqo.html' title='Cerahnya Hariku Bersama Liqo'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-6692858309983606832</id><published>2008-01-14T13:59:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T05:46:07.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'>Indonesiaku Tercinta…</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesiaku Tercinta…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;Oleh : Taufan Januardi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;      &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Entah berapa lama negeri kita terjajah  para kaum kolonial imperialis, contoh saja Belanda dengan VOC-nya yang sempat becokol 350 tahun lamanya di Nusantara ini. Bukan waktu yang singkat, karena harus dibayar dengan jerit tangis, pedih pengorbanan dan tumpahnya banyak darah anak negeri. Belum lagi Portugis pendahulu Belanda ataupun Inggris dan Jepang masa sesudahnya yang tak kalah kejam menguras habis kekayaan alam Nusantara tanpa memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menikmati manisnya keadilan sedikit pun. Hingga akhirnya setelah penantian yang amat lama dan kalahnya Jepang di tangan sekutu, terlahirlah kemerdekaan Nusantara di bawah satu naungan yaitu negara Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:webdings;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tanpa disadari setelah proklamasi pun bangsa kita tetap terjajah. Terjajah ideologi yang dianut oleh para pemimpin rezim Orde Lama ataupun Orde Baru, yaitu kediktatoran dan kehipokritan yang terus menjangkit di tubuh para pemainnya, hingga lengsernya dinasti diktator oleh Reformasi pada tahun 1998. Ketika masa para penguasa absolut itu berjaya, terkesan negara aman, makmur dan tentram. Akan tetapi tidak banyak rakyat tahu bahwa pada masa itu hidup bagai terisolasi, setiap orang tidak bebas mengeluarkan aspirasi atau pendapatnya untuk menegur pemerintahan, karena negara bagai milik private para pejabat bukan milik rakyat. Yang tidak sepaham dan membahayakan pemerintah langsung di tumpas habis tanpa menilik pendapat itu benar atau salah. Itulah masa diktator, walaupun begitu kita tidak menafikan cukup banyak juga sumbangan jasa mereka untuk negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;        Hingga saat ini kita masih menjadi bangsa terjajah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;internal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ataupun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;eksternal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Internal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dalam tubuh bangsa ini sendiri, serta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;eksternal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; seperti derasnya arus hegemoni barat yang tak terbendung mendominasi hampir di setiap aspek kehidupan. Penjajahan internal ironisnya datang dari kalangan intelektualis wakil rakyat yang seharusnya menjadi panutan dan seharusnya   mensejahterakan bangsa di bawah naungannya, bukan menjadi aji mumpung karena berada di tampuk kekuasaan  serta ikut mengeksploitasi kekayaan negara. Mungkin karena merasa telah dirugikan dengan biaya-biaya yang mereka keluarkan untuk menggapai singgasana yang diimpikan. Mungkin juga ini yang mereka pelajari waktu mereka duduk di bangku sekolah pada pelajaran ekonomi, yaitu prinsip ekonomi yang berbunyi “dengan modal yang sekecil-kecilnya meraup untung yang sebesar-besarnya”. Apakah mereka salah tafsir ketika menafsirkan prinsip ekonomi atau memang sudah jadi penyakit bawaan sejak kecil yang sulit dirubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;        Cukup mengherankan bangsa Indonesia ini. Tidak seperti bangsa Jepang yang ketika mereka terjatuh dan terpuruk segera bangkit dari keterpurukannya, padahal jika kita amati titik nadir keterpurukan Jepang hampir bersamaan dengan titik terang bangsa kita ketika itu. Akan tetapi ada juga persamaan antara bangsa kita dengan Jepang tentunya selain persamaan ras asia, salah satu persamaannya ialah sama-sama mengadopsi ilmu dari negara lain. Jepang ketika kalah karena dampak Perang Dunia ke-2 oleh sekutu berusaha untuk bangkit dan mengadopsi kemajuan barat dan tentunya juga kemajuan teknologinya tanpa mengubah cita rasa budaya yang telah ada dengan cara memfiletirasinya terlebih dahulu. Sehingga sampai saat ini Jepang masih menjadi negara disegani dan diperhitungkan. Sedangkan bangsa kita ini masih dengan mental terjajahnya, bangsa kita maengadopsi budaya korupsi, kolusi dan nepotisme yang dianut VOC pada masa penjajahannya di negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;        Tak heran kiranya sekarang kita banyak dapati pejabat-pejabat pemerintah, departemen-departemen dengan birokrasinya yang memuakkan sampai rakyat kecil sekalipun melakukan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Sifat-sifat warisan itu sekarang sudah menjadi aset bangsa yang terus dijaga dan dilestarikan bukannya diberantas tuntas. Para wakil terpilih seringnya menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;demagog&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yang terus menggerogoti bangsa ini bukan membangun negeri ke arah yang lebih baik. Krisis terus berkepanjangan, mulai dari krisis ekonomi, krisis moral sampai krisis kepercayaan serta kepemimpinan. Bukan karena kurangnya SDA dan SDM, kita tahu bahwa alam kita melimpah ruah kekayaannya, sumber daya manusianya pun banyak yang berkompeten dan berpendidikan tinggi. Kira-kira apa yang salah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;        Tidak kalah hebatnya dengan kolonial internal, sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa kita ini terhegemoni barat di berbagai lini kehidupan. Generasi-generasi penerus bangsa dikenalkan gaya hidup &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;hippies&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;hedonis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ala barat yang menyebabkan dekadensi moral, masyarakat pun disuguhi tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik, yang hanya membuat angan-angan tak bertepi para penikmatnya. Juga makanan-makanan yang berlabelkan luar negeri langsung menjadi favorit masyarakat kita, asalkan berbau asing segala dipandang baik dan elegan tanpa melihat tendensi barat di balik semua itu. Kita musti ingat, bahwa kita adalah umat muslim mayoritas di belahan bumi ini yang seharusnya lebih mengenal budaya islam seutuhnya, bukan malah membuangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;        Belum cukup barat merusak budaya kita, barat pun menawarkan sekaligus mencekoki sekularisme kepada bangsa kita. Dan bisa ditebak, bangsa kita menelannya mentah-mentah tanpa mengetahui sejarah kelam barat sehingga menerapkan sekularisme. Barat menerapkan sekularisme karena  ketika itu masyarakat barat trauma dan jenuh dengan yang namanya agama. Ketika masa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;the dark age&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;-nya Eropa atau barat, gereja mempunyai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;otoritas absolut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; atas negara, dan segala sesuatu yang bertentangan dengan hukum gereja maka ganjarannya adalah mahkamah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;inquisisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Mahkamah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;inquisisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; membuat masyarakat barat diselimuti ketakutan yang tak berujung karena penyiksaan yang amat sangat tidak manusiawi oleh para pemegang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;otoritas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; gereja terhadap para pelanggar hukum tuhan atas tendensi mereka. Sehingga ketika itu banyak masyarakat barat menjadi korban kekejaman gereja. Sehingga masyarakat barat seringkali takut mendengar kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;religion &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;atau agama, maka untuk mengambil simpatik masyarakat diberlakukanlah sekularisme di barat. Perlu dipahami, tentunya berbeda dengan kita yang notabene-nya umat islam yang masih punya pedoman murni dalam segala aspek kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;        Kita masih berpredikat umat islam terbesar di dunia dalam segi kuantitas tapi belum pada tatanan kualitas. Akan dibawa kemana bangsa dan masyarakat kita kelak, akankah kita selalu terjajah?, sehingga mental terjajah akut dan terus abadi dalam sanubari setiap kita. Atau juga yang patut kita renungkan, akankah kita terus mengekor budaya asing tanpa pernah menyaringnya terlebih dahulu. Bahkan dalam islam sendiri tidak dilarang mengambil hikmah walaupun hikmah itu ada di tubuh orang kafir contohnya perkembangan iptek yang menjamur di barat tidak harus kita tolak. Adapun budaya asing lainnya yang sekiranya tidak selaras dengan norma-norma agama harus kita saring terlebih dahulu. Kita punya pedoman hidup yang amat berharga dan sempurna yang takkan pernah ada retak di dalamnya yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah. Di mana orang yang berpegang teguh terhadap keduanya tentu akan bahagia dan menggapai syurga kelak, hanya saja manusia perlu bersabar atas segala sesuatu yang ditetapkan-Nya, janji Tuhan sungguh pasti tak seperti kefanaan dunia. Dan yang jelas amat sangat jauh berbeda dengan pedoman orang-orang barat. Kita percaya jika segala sesuatu dilandasi pondasi keimanan yang kokoh akan berjalan ke arah yang lebih baik dan tidak meresahkan. Apakah kita akan jadi salah seorang penerus penyusunan batu bata pembangunan bangsa?, ataukah kita yang akan mempreteli setiap keping batu bata atau bahkan merobohkan susunan batu bata yang telah disusun para pendahulu kita?. Yang jelas harapan itu akan selalu ada selama umat ini tidak terpecah belah dan berpegang teguh pada pedomannya. Dan perubahan meski sulit tapi mungkin, bukan mungkin tapi sulit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Wallahualam bi shawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-6692858309983606832?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/6692858309983606832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=6692858309983606832&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6692858309983606832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6692858309983606832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/01/indonesiaku-tercinta-oleh-taufan.html' title='Indonesiaku Tercinta…'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-4033109191772382253</id><published>2008-01-14T12:11:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T13:24:57.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Cerpen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PLIS DONG, AKH!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu‘alaikum, Ukhti!” suara melengking itu spontan membuatku mendongak. Tommy terlihat sumringah saat melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kabar nih? Lama nggak ketemu. Jadi kangen!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutku tercekat. Hari gini dia bilang kangen sama aku? Ugh. Rasanya aku ingin tenggelam ditelan bumi. Masalahnya saat itu aku tidak sendirian. Aku sedang bersama adik mentoringku. Masalahnya lagi, baru lima menit yang lalu aku mengisi mentoring tentang manajemen hati dan sikap. Nah, kalau sekarang aku disapa Tommy seperti itu kan jadi rumit. Bisa-bisa dikira aku punya skandal dengan ikhwan yang satu ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;           “Iya, liburan kemana aja, Ukh? Cerita-cerita dong!” Tommy masih nyerocos tanpa merasa bersalah sama sekali. Sementara itu aku senin-kamis menahan malu sambil menghindari tatapan adik-adik mentorku yang sesekali tersenyum nakal dan berdehem-dehem. Mungkin saat itu mukaku sudah berubah menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traffic light&lt;/span&gt;, merah kuning hijau. Tapi dia tetap saja cuek dan pasang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;innocent face&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Tommy adalah teman sekelas SD-ku. Enam tahun sekelas dengan nomor absen yang berurutan membuat kami lumayan akrab. Sering ngobrol, sering kerja kelompok, sering merancang ide-ide konyol, tapi sering bertengkar juga. Pokoknya dulu bisa dikatakan kami berteman baik deh. Waktu lulus SD, dia pindah ke luar kota. Tidak pernah ada kabar sampai tiba-tiba dia sudah satu jurusan, bahkan sekelas denganku di universitas. Tapi tentu saja semua sudah berubah. Paling tidak sekarang aku sedikit-sedikit juga tahu adab bergaul dengan lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Tapi, entahlah bagaimana dengan Tommy. Dia memang terbuka, suka bergaul, bercanda, dan ngobrol dengan siapa saja. Sepertinya sekarang dia juga sudah cukup paham. Sekarang kami sama-sama bergabung di rohis fakultas. Tommy sering juga ikut kajian umum di fakultas, sering terlihat kumpul bareng ikhwan-ikhwan mushala, sering ikut dalam kepanitian SKI, dan juga  cukup sering menyebutkan dalil-dalil yang menunjukkan pengetahuan Islamnya cukup terakreditasi. Tapi untuk masalah ‘centilnya’ ini, ah entahlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Kok diem terus sih, Van! Ngomong dong! Ngomong...!” Disuruh ngomong aku malah semakin kikuk. Apa lagi kalau mengingat nada suaranya yang mirip-mirip iklan operator telepon selular yang beberapa waktu lalu sempat populer, “Ngomong dong, sayang..!” Weeit...!&lt;br /&gt;           “Iya, ya, liburanku biasa-biasa aja kok. Pulang cuma seminggu, belum hilang kangennya sama orang rumah. Kemarin... nggak jadi deh!” aku nyaris saja keterusan bicara. Tadinya aku mau cerita kalau kemarin aku ketemu sama Dela, teman kami dalam hal gila-gilaan waktu di SD dulu. Wah, kalau tadi aku cerita, pasti obrolan nostalgia SD akan jadi panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Kemarin kenapa? Cerita dong... aku jadi penasaran nih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak usah, nggak penting kok! Anggap aja tadi aku nggak ngomong apa-apa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uh... dari dulu kamu nggak berubah. Bikin orang penasaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngiyem&lt;/span&gt; mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Van, Van. Kamu liat akhwat itu nggak?” Kali ini Tommy mengalihkan pembicaraan. Matanya mengarah pada seorang akhwat yang berbaju abu-abu di seberang. “Emangnya kenapa?” Aku terpancing ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Itu tuh, bajunya kok nggak match ya. Liat tuh, bajunya abu-abu, bawahannya hijau, jilbabnya item, eh... tasnya merah. Bagusan kan kalo roknya item dan tasnya apa gitu kek, yang penting jangan merah. Trus kaos kakinya itu lho, kok kuning. Aduh...!” Tommy sok-sok memberikan penilaian bak seorang desainer sambil memukul-mukulkan telapak tangan ke jidatnya. “Payah ah, penampilannya! Kalau kamu hari ini sudah cukup match kok, Van. Bagus, bagus!” Tommy memandangi sekilas setelan biru yang kupakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tidak tahan mendengar komentar-komentarnya tadi. Siapa yang butuh komentar darinya? Kalau saja kami masih jadi anak SD, sudah kutonjok dia dari tadi. Hiiihhh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Plis dong, Akh! Penting nggak sih buat kamu? Kasian lagi kalau beliaunya denger kamu ngomongin dia kaya gitu. Bisa kehilangan pede. Lagian harusnya kan antum jaga pandangan dong!” jawabku ketus disertai tampang bete. Khusus kalau sedang bicara dengan Tommy kata-kataku jadi campur aduk, tergantung mood. Kadang pakai istilah akhi, antum, afwan, atau istilah-istilah Arab lain. Tapi kadang juga keluar aku, kamu, kasian deh lu, dan bahasa-bahasa gaul lainnya yang dulu biasa kami pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Emang nggak boleh ya komentar kaya gitu? Kalau aku malah seneng kalo ada yang ngeritik. Ah, wanita memang susah dimengerti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menahan diri untuk tidak berkomentar sambil mengepal-kepalkan telapak tanganku di samping baju. Rasanya darahku sudah mendidih sampai ke otak. Melawan kata-katanya hanya akan memicu perdebatan yang sulit diramalkan endingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Eh, udah deh, aku pergi dulu ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba rongga dadaku terasa lega mendengar kalimat terakhirnya itu. Lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Ukh, sebelumnya tolong liatin muka saya ada tip-exnya nggak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking gembiranya, aku langsung menuruti persyaratan untuk membuatnya menghilang dari hadapanku. Aku mendongak menatap wajah yang ditumbuhi sehelai jenggot itu. “Nggak ada, kok,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih ya, Ukh! Tapi bukannya kita nggak boleh memandang wajah lawan jenis? Sudah ya, wassalamu’alaikum...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal aku yang bengong dan gondok habis. Ugh... kena deh! Awas ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu‘alaikum...” Sosok Tommy sudah muncul di depan kostku. Aku celingukan mencari teman yang mungkin dibawanya serta. Nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waalaikum salam warahmatullah.. Sendirian aja, Tom? Nggak bawa temen?” Aku jadi kikuk. Serba salah. Setahuku kalau ada dua orang laki-laki dan perempuan maka ketiganya ada setan. Hiyy. Di sini ada setan dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy sudah empat kali berkunjung ke kostku. Aku juga sudah selalu berpesan kalau dia harus mengajak seorang teman biar kami nggak ngobrol berdua. Tapi sampai sekarang dia masih suka nekat datang sendirian. Dan aku juga belum bisa mengusirnya dengan tegas. Nggak tega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Afwan, tadi cuma mampir karena habis beli jus dekat sini. Udah bikin tugas analisis konflik dan perdamaian, Ukh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah, baru aja selesai.” Aku berusaha menghemat kata-kataku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bingung nih, masalahnya gimana sih? Bisa minta tolong dijelasin nggak?”&lt;br /&gt;Pertanyaannya bikin aku garuk-garuk kepala. Memaksaku untuk menjawab panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa nggak kalo nanya di kampus aja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku kan mau ngerjain nanti malem. Besok kita juga nggak ketemu di kampus. Padahal lusa harus dikumpulin.” Suaranya bernada kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emang nggak bisa nanya ke yang lain?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, kok ketus banget sih, Van! Aku kan udah bilang, mampir ke sini karena kebetulan habis beli jus di samping kostmu, trus inget kalau ada tugas yang aku nggak ngerti. Jadi sekalian nanya. Malu bertanya sesat di jalan. Kita kan nggak boleh menyembunyikan ilmu yang kita miliki. Ya udah kalau nggak boleh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba hatiku meluluh. Kena jebakan kata-katanya. “Emang mau nanya apa sih?”&lt;br /&gt;Tommy nyengir. “Nah, gitu dong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya terjadilah diskusi kecil kami selama hampir setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih banyak, Vanti! Entar namamu kucantumin di daftar pustaka deh.” Tommy berusaha melucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagiku yang udah bete banget jadi enggak lucu sama sekali. Plis dong, Akh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pulang dulu ya. Sampai jumpa. Mimpi indah ya!&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bu bye..&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gleg. “Kok sampai jumpa sih? Pake &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bubye &lt;/span&gt;pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, iya, afwan. Assalamu‘alaikum...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alaikum salam warahmatullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya belakangan ini Tommy menjadi sebuah masalah bagiku. Dan entah kenapa banyak kebetulan-kebetulan yang menyebabkan aku harus bersama dengannya. Misalnya pernah waktu jalan tiba-tiba kebetulan dia juga sedang jalan kaki dan tanpa sungkan-sungkan langsung mengajak ngobrol. Waktu beli makanan di kantin juga ketemu. Tiga kali ketemu di ke toko buku. Ke perpustakaan juga ketemu. Di luar kebetulan-kebetulan itu, Tommy juga sering sekali mengirim sms, menelepon, dan menanyakan hal-hal yang sama sekali tidak penting. Suka curi-curi pandang, suka memujiku, dan hal-hal lain yang menurutku sangat menjengkelkan. Rasanya aku ingin beberapa hari cuti jadi orang yang mengenalnya, biar kalau ketemu lagi aku tidak perlu merasa begitu bosan seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan-jangan kalian jodoh” Aku hampir tersedak waktu Ika tiba-tiba mengucapkan hal itu. Memecahkan keasyikanku menikmati makan siang di kantin Yu Jum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uhuk... uhuk... hari gini ngomongin jodoh?!” aku buru-buru minum karena tenggorokanku tercekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emangnya nggak boleh? Kuliah sudah semester lima, umur sudah kepala dua. Kalau memang jodoh kan bisa segera...” Ika cengar-cengir melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astaghfirullah, ngapain sih ngomong kaya gitu, Ka? Jodoh itu rahasia Allah, dengan siapa dan kapan itu rahasia Allah. Nggak usah dipikirin pun toh kalau sudah tiba waktunya akan datang sendiri. Nggak bisa diundur dan nggak bisa dipercepat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, tapi kan kalau memang sudah siap maka makruh hukumnya menunda-nunda pernikahan.” Kali ini Ika mengedip-ngedipkan matanya centil. Membuatku serasa semakin ingin menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yee, siapa yang bilang sudah siap nikah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, kamu belum tahu ya? Tommy kan mau nikah muda! Jadi... jangan-jangan dia sudah punya calon. Siapa tahu...! Inget lho, kalau sudah ketemu jodoh dan mampu, maka makruh hukumnya menunda pernikahan.” Ika kelihatan bersemangat sekali membuatku jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah ah... kamu bikin aku kehilangan nafsu makan aja, Ka! Kalau kamu berminat, bungkus deh buat kamu!” Ika hanya terkekeh mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa tanpa kusadari, obrolan dengan Ika itu menghantui pikiranku. “Iya, jangan-jangan, jangan-jangan... oh tidak! Paling hanya aku yang ke-geer-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;New sms! &lt;/span&gt;Handphoneku tiba-tiba mengoceh sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups, dari Tommy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vanti yang baik, tolong ya siapin surat izin pinjam tempat buat syura besok. Plizz, you are my only hope =)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ih, apa-apaan sih ini kok minta tolong saja merayunya sampai maut begini. Nggak menghargai banget, masa ngomong sama akhwat masih tetap gombal-gambel kaya gini sih. Tiba-tiba pikiranku kembali melayang pada perkataan Ika siang tadi. Jangan-jangan.... Kadang sikapnya memang suka aneh sih, suka ngajak ngobrol lama-lama, suka memuji, suka sok kebetulan mampir dengan alasan beli jus. Padahal di dekat kostnya pasti juga ada yang jual jus, ngapain juga jauh-jauh beli jus sampai ke sini. SMS yang model begitu juga bukan barang baru lagi. Ihh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;“Hati-hati lho, Van!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa?” alis mataku terangkat refleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hati-hati lah... sama ikhwan kaya gitu!” tukas Evi, tetangga kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu nggak, kemarin Tommy ke sini lagi lho...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O ya?” kini mataku yang terbelalak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hati-hati sama hatimu sendiri. Kan kamu sendiri yang bilang apa tuh... witing tresna jalaran suka kulina. Nah, kalau kamu tiba-tiba jadi suka sama dia gara-gara dia sering ke sini gimana?” Evi menatapku serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apalagi kalian udah kenal sejak kecil kan?” pertanyaannya semakin menusukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“So what gitu lho...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya silakan ditafsirkan sendiri... aku cuma mengingatkan, setan itu cerdik bin lihai lho...”&lt;br /&gt;Aku manggut-manggut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harus bisa tegas!” tambah Evi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tegas? Maksudnya, kalau dia dateng lagi aku harus apa? Kalau dia sms nggak usah dibales gitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyalah... kalau dia dateng tuh, nggak usah dibukain pintu! Kalau sms nggak usah dibales. Kalau becanda nggak usah diladeni, pokoknya bersikaplah dingin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O... gitu ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ternyata saran Evi cukup jitu. Tommy tidak lagi menjadi masalah bagiku dalam tiga minggu terakhir. Senangnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;            “New sms!” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kuraih handphoneku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Tommy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;            Ass. Van, tidak saya kira, anti juga bisa bersikap tegas dan cool. Cocok dengan kriteria saya. Jadi, kapan anti siap menikah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pliss dong, Akh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Tiba-tiba mataku memanas. Aku tidak sanggup bernapas lagi.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; #Naskah ini dimuat di Annida no 02/XVI/Oktober 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis : Nova Ayu Maulita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-4033109191772382253?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/4033109191772382253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=4033109191772382253&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4033109191772382253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4033109191772382253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/01/cerpen.html' title='Cerpen'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5411197275641780233</id><published>2008-01-10T04:28:00.003+07:00</published><updated>2008-01-14T13:36:02.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kado Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayah, ada seekor singa dan seekor serigala dibawah sana, merekalah yang selalu mencuri ternak-ternak kita”&lt;br /&gt;Sang ayah akhirnya membidikan senjatanya ke singa itu, namun serigala melihat mereka dan serigala melompat kearah singa, “Dor!” sang serigalalah yang terkena peluru itu. Namun singa dan serigala masih bisa berlari menjauh dari mereka. Lama kelamaan sang serigala hanya bisa berjalan. Si singa membawa serigala ke sebuah goa tempat anak-anak singa itu tinggal.&lt;br /&gt;“kawanku, kamu sulit bertahan tuk hidup di hutan yang ganas ini, karena kaki mu pincang biarlah aku yang mencarikan makanan buat mu, tapi tolong jaga anak-anakku”&lt;br /&gt;Sang singa setiap pagi pergi mencari makanan dan setiap sore membawa mangsanya ke gua itu, serigala yang pincang ikut menikmati makanan mereka”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anakku, ini cerita tentang persahabatan, namun ada makna lain yang harus kita ambil, Bisakah salah satu dari kalian menjelaskan hikmah dari cerita ini?” tanya sang guru.&lt;br /&gt;“Pak ! lihat serigala itu meski tidak bisa berlari tuk berburu makanan Allah tetap memberi dia makanan, Ya ... kita tidak perlu takut dengan rizki yang Allah berikan. Ketika pintu yang satu tertutup, pintu yang lain terbuka, jangan pernah berputus asa dengan rizki kita”&lt;br /&gt;“Anak-anakku betul apa yang dijelaskan Aghni tadi, temanmu Aghni bisa mengambil hikmah cerita  ini dengan baik”&lt;br /&gt;“Anak-anakku, aku mendidikmu, orangtuamu membesarkanmu, dan Allah menurunkan Al-Qur’an untukmu adalah supaya kamu senantiasa dalam hidup ini mengambil peran sang singa, usahakan kamu jangan menjadi serigala itu, tapi jadilah sang singa yang hidupnya senantiasa memberi, memberi dan terus memberi. “Bukankah sebelum kaki melangkah Allah telah mengampuni dosa-dosa kita, ketika kita keluar rumah tuk mencari rizki buat keluarga kita”&lt;br /&gt;“Anak-anakku ingat selalu kebiasaan memberi adalah pilihan terbaik hidup kita, karena semakin banyak dan sering kita memberi semakin banyak dan besar kebahagian kita. Kesuksesan kita ditentukan oleh kebiasaan kita dalam memberi”&lt;br /&gt;“God has given us two hands, one to receive with and the other to give with. we are not cisterns made for hoarding, we are channels made for sharing, but we are happy to give something” Gary Bradshaw&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: webdings;"&gt;“You can achieve anything you want if you help enough people to get what they want”&lt;/span&gt; Zig Ziglar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings; font-style: italic;"&gt;“You will succeed if You always add value, wealth happiness to other’s life”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;Peter Pram&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Success by giving is our choice”&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Anthony Robbins&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings; font-style: italic;"&gt;“To make people happy, to get them to find their dreams are my success”&lt;/span&gt; Oprah winfrey&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings; font-style: italic;"&gt;"Kesuksesan kita harus jadi kesuksesan banyak orang”&lt;/span&gt; Aa gym&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: webdings;"&gt;“belilah kesulitan kita dengan sedekah”&lt;/span&gt; Alhadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi, menolong, mencintai, menghargai dan memahami adalah ritual kebahagian sehari-hari. Memberi membuat kita jadi subjek, memberi menjadikan kita lebih empati, memberi membuat kita lebih menghargai kenapa mereka atau kita harus menerima.&lt;br /&gt;Memberi membuat kita lebih memahami kebahagian hati. Dan menghargai kehadiran orang-orang yang selalu diberi adalah kesuksesan dalam memberi. Kita sepantasnya mendidik masyarakat tuk lebih banyak memberi. Kita juga sepantasnya menghargai yang menerima karena sebenarnya yang kita berikan adalah milik mereka, yang Allah berikan buat mereka lewat tangan kita. Saya yakin tak ada manusia yang tak pernah memberi, semua manusia pernah memberi dan saya sangat yakin bahwa yang banyak memberi adalah orang yang paling dicintai oleh Allah. GIVE MORE YOU WILL GET MORE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings; font-style: italic;"&gt;“Tahun baru, lebih banyak memberi”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sydney, penghujung tahun 2007 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ust. Sofyan Anwari&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5411197275641780233?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5411197275641780233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5411197275641780233&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5411197275641780233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5411197275641780233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/01/kado-tahun-baru_3723.html' title='Kado Tahun Baru'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5177204374188777251</id><published>2008-01-08T05:53:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T05:47:09.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Misteri Kesadaran dan Eksistensi Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Misteri Kesadaran dan Eksistensi Hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Oleh : Ashif Aminullah Fathnan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai mendekati abad 20, angka kematian bayi sebelum calon manusia mengalami kesadaran, masih sangat tinggi. Dan bahkan hingga hari ini, angka kematian bayi sama dengan kematian kelinci. Banyak sekali manusia yang lahir, lalu hidup selama beberapa kurun waktu, dan mati tanpa mengalami kesadaran. Dengan kemajuan teknologi medis dan sosial, panjang usia harapan hidup manusia semakin meningkat. Kesadaran manusia dapat bertahan lebih lama. Kini, kesadaran manusia bisa bertahan sampai tujuh puluh atau delapan puluh tahun sebelum dipadamkan oleh kematian atau diredupkan oleh ketuaan mental. Selama itu, manusia mengalami fenomena, rasa untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, teka-teki untuk menemukan tujuan hidup dan esensi akan eksistensi mereka di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran manusia, menempati posisi yang sangat penting, dalam menyusun komponen sosial dan proses pelahiran ilmu pengetahuan. Tanpa kesadaran manusia, proses sosial tak akan mungkin berlangsung. Seperti halnya binatang, mereka tak pernah dibekali kesadaran hingga akhirnya kita tak pernah mengenal satu kehidupan sosial yang berlangsung di dunia mereka. Tanpa kesadaran manusia, ilmu pengetahuan tak pernah terjadi sedikitpun. Mesin-mesin, rumah, alat-alat canggih, artefak-artefak, semua berawal dari kesadaran manusia dan keinginannya untuk mencapai suatu tujuan yang tersembunyi dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran pula yang mengklasifikasikan manusia berbeda dari organik kehidupan lain, seperti hewan dan tumbuhan. Meskipun ilmu pengetahuan menjadikan otak sebagai alasan utama kenapa manusia ‘sadar’, tetap saja keluarbiasaan hidup sukar dipahami. Kepala-kepala primata dan mamalia juga memiliki otak yang terdiri dari jutaan serabut sel seperti juga manusia. Bahkan orang gila juga memiliki otak yang sama dengan orang normal. Tapi mengapa mereka tak sadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan terus melakukan penelitian mengenai komposisi kimia dan konfigurasi struktural materi yang merupakan syarat untuk mengubah materi menjadi kehidupan dan membangkitkan organisme hidup menjadi sadar. Kemajuan sains ini juga telah menghasilkan penemuan negatif, yang banyak diperdebatkan dan ditentang karena mengguncang kepercayaan dan eksistensi agama. Pada akhirnya memang penelitian tak mudah menemukan jawaban teka-teki kehidupan. Kehidupan dan kesadaran pada akhirnya diakui sebagai mode-mode keberadaan yang saling berlainan dan berbeda dari materi yang terstruktur secara organik. Dengan demikian, setiap manusia hidup yang dikenal atau diketahui, diakui sebagai sebuah roh yang sadar dan memiliki tujuan yang secara fisik hidup di dalam seonggok tubuh material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari pemahaman ini sering membawa manusia pada stereotip ganas yang diakui bersama, bahwa kehidupan dan kesadaran hanya dimiliki oleh makhluk yang hidup secara biologis. Hewan, tumbuhan dan manusia serta organik lain yang dianggap hidup secara biologis, merekalah yang dianggap memiliki nyawa. Dan benda-benda lain di luar itu adalah mati tak bernyawa dan tanpa kesadaran. Stereotip ini banyak membawa manusia pada perilaku-perilaku busuk semena-mena yang pada akhirnya menghantarkan manusia pada kehancurannya sendiri. Banjir, longsor, pemanasan global, adalah buah dari pergumulan manusia dengan materi sekitar yang tak harmonis dan timpang tak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sebagian fenomena material secara temporer diasosiasikan dengan kehidupan (ketika berada dalam makhluk hidup semua spesies) dan juga dengan kesadaran (ketika berada dalam diri manusia), sementara fenomena lainnya (yang jelas-jelas merupakan bagian terbesar dari total materi di alam semesta ini) selalu diasosiasikan dengan hal-hal yang tidak bernyawa dan tidak sadar? Inilah pertanyaan kita bersama. Bukankah kesadaran dan nyawa belum terbukti secara empirik oleh sains. Mengapa batu, cahaya, atom, lubang hitam, kita anggap sebagai benda mati yang tak bernyawa dan tak memiliki kesadaran, sementara mereka hidup dalam sebuah sinergi ruang-waktu yang teratur luar biasa. Bukankah kristal juga membentuk dirinya dari komponen atom sekitar meskipun ia tidak terbukti hidup secara biologis? Bahkan atom hidup dalam harmonisasi indah luar biasa, mengalahkan keteraturan kehidupan manusia. Hipotesis apa yang menyangkal keberadaan nyawa dan kesadaran pada benda yang diakui mati selama ini? Bahkan kita tak tahu sisi kesadaran dan fenomena hidup lain yang mungkin mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebagian teka teki yang dihadirkan pada manusia oleh fenomena yang disadarinya. Sains mungkin akan terus mengalami kemajuan atau mungkin juga tidak. Apakah sains akan terus mengalami kemajuan atau stagnan? Pertanyaan ini di luar kemampuan intelektual kita. Tampaknya ada suatu batas kemampuan intelektual manusia dalam memajukan pengetahuan ilmiah dan menerapkannya lebih lanjut menjadi teknologi yang canggih. Masa depan sains dan teknologi sebagian bergantung pada apakah masyarakat akan terus menilai aktivitas-aktivitas ini sebagai hal yang penting, dan menghargainya secara layak, seperti yang telah dipraktekkan masyarakat dalam kurun waktu belakangan ini. Masa depan sains dan teknologi tersebut sebagian juga bergantung pada apakah individu-individu yang memiliki kemampuan intelektual akan terus mendedikasikan dirinya pada sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sekalipun sains akan terus menjejakkan langkah kemajuannya, ia tidak akan membawa kita melampaui batas-bats masa lalu dan masa depan. Pengetahuan kita tentang cara kerja alam semesta ini bisa bertambah, tetapi sains di masa depan tidak akan mungkin menyebabkan kita bisa memahami mengapa alam semesta ini bekerja seperti adanya sekarang, atau mengapa alam semesta ini ada. Sejauh apapun kita berkembang, pada akhirnya kita selalu dihadapkan dengan pertanyaan yang sama. Mengapa kita hidup? Dari manakah kita berasal? Mengapa ada kematian? Mengapa dan mengapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah kita berfikir bersama, bahwa kehidupan tak selamanya terjawab dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan hanyalah bagian kecil dari anugerah yang diberikan oleh ’Sesuatu’ (jika tak boleh mengungkapkannya dengan kata-kata ’Seseorang’, atau Ia Yang Maha Agung). Ada nilai kebenaran hakiki yang selama ini dicari oleh manusia, dalam hidup psikosomatiknya yang sebentar di dunia ini. Pertanyaan-pertanyaan yang mengiringi hidup manusia tak terjawab dengan tesis-desertasi profesor sains, teknolog maupun sosiolog ulung. Ia hanya ada di lingkup pribadi kita, di ruang sempit di hati kita. (Bahkan kita tak tahu mengapa kita memiliki hati) Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 281207&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Untuk para alumni yang mencoba menyelami pemikiran liberal atau apapun: “Hidup terlalu sempit untuk dihabiskan dengan ‘coba-coba’, adalah lebih baik kembali pada jalan lurus, bukankah setiap sholat kita selalu berdoa “Ihdinasshiraathal mustaqiim”?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5177204374188777251?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5177204374188777251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5177204374188777251&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5177204374188777251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5177204374188777251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2008/01/misteri-kesadaran-dan-eksistensi-hidup.html' title='Misteri Kesadaran dan Eksistensi Hidup'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-2816339005403794429</id><published>2007-12-18T21:05:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T05:50:44.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Kitalah Yang Memilih Peran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kitalah Yang Memilih Peran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh: Popi Tanjung Pratiwi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang sulit diterima jika kita diamanahi apa-apa yang kita belum mempunyai kafaah di dalamnya. Lagi-lagi masalah ini..(mungkin sudah banyak dikupas di media lain)&lt;br /&gt;Lalu, kita akan terlihat bodoh, 'kosong', seakan tidak ada file tersimpan di otak kita untuk dibuka, dan saat dihadapi dengan kenyataannya kita bagai membuka lembaran baru untuk ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan dengan mudahnya menjawab 'iya' saat diminta untuk menggarap sesuatu, jika kita memandang diri kita mampu (baca:berpengalaman). Karena yakin akan berjalan mulus dengan berbekal pengalaman tersebut. Sebaliknya, jika kita belum pernah menyentuh dimensi itu, tidak banyak kata-kata lalu kita langsung menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh kongkrit (hanya contoh):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karakter  1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa (fulan) yang beberapa tahun sebelumnya menyandang titel santri, tentunya sadar maupun tidak ia telah memiliki pengetahuan agama yang lebih dibandingkan mereka yang belum pernah nyantri. Sehingga, ranah dakwah yang ia hadapi menuntutnya untuk lebih proaktif dalam menghadapi permasalahan umat. Otomatis, ada yang menjadi ketua Sie Kerohanian Islam di universitasnya mungkin. Bagaimana tidak, hapalan minimal 5 juz 'kan? Pasti ilmu agama yang lainnya manteb dong... Masa' masih diragukan untuk memikul SKI? Lalu, bagaimana jika fulan tersebut diminta untuk menyanggupi amanah di lingkup politik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karakter 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua senat, Badan Eksekutif Mahasiswa, Lembaga Eksekutif Mahasiswa, atau nama lain sejenisnya, pada fenomenanya, yang maju ke kursi itu adalah fulan yang sebelumnya telah berpengalaman di OSIS, atau dengan kata lain organisasi pada masyarakat (siswa) yang heterogen. Terbukti dari kepiawaian mereka menurunkan misi dakwah ke dalam rencana strategis organisasi yang diampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari studi empirik pribadi pada objek-objek tertentu, penulis menemukan bahwa pada awalnya alumni akan sedikit bingung dengan lingkungan yang baru dan akan bertanya "saya mempunyai misi, tapi apa yang harus saya lakukan?". Keadaan ini dialami dan bertahan cukup lama khususnya pada orang yang mempunyai karakteristik 'sukar beradaptasi'. Karena mungkin ini bukanlah masalah serius bagi mereka yang adaptif abiz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun hingga 6 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk pembentukkan pribadi. Selama itu pula alumni telah berada pada comfort zone, atau zona nyaman dimana tidak banyak tantangan signifikan di dalamnya. Selama itu, alumni telah diberikan berbagai ilmu agama yang sangat berarti. Namun, khususnya materi halaqah, jujur saja penulis pun kurang-begitu-ingat dengan materi-materi yang telah disampaikan. Lebih spesifiknya lagi adalah materi yang berhubungan langsung dengan misi dakwah. MENGAPA? Karena dahulu tidak dihadapkan langsung dengan kondisi atau permasalahan riil. Seperti penulis singgung sebelumnya mengenai comfort zone yang menjadikan otak tidak berstimulus untuk memecahkan masalah. Layaknya  baca pelajaran tapi guru 'gak ngasih latihan, jadi deh UAN nyontek, abis 'gak ngerti sih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan karakter 2, kader tarbiyah yang biasanya ketua atau aktivis OSIS maupun Rohis dapatlah dilihat perbedaannya.&lt;br /&gt;• Dari mulai membaca lingkungan (toh sebelumnya dia juga berada pada situasi menantang).&lt;br /&gt;• Profesionalitas; mengenai adab rapat, tepat waktu, dll (dari sebelumnya sudah terbina, karena mempengaruhi image Islam yang disandangnya).&lt;br /&gt;• Tapi mungkin kadangkala sedikit terburu-buru, atau dengan kata lain 'pengennya cepet selesei, padahal masih ada yang perlu dikaji ulang analisisnya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mana yang lebih baik? Tidak ada. Dua-duanya simbiosis mutualisme, saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang;&lt;br /&gt;Terserah kita mau dianggap apa di barisan dakwah.&lt;br /&gt;• Kader yang apatis, gak mau tahu apa yang terjadi dan hanya menjadi penikmat saja jika Islam telah tegak disana.&lt;br /&gt;• Atau kader free rider yang easy going, kadang muncul kadang ngilang, tapi pas futuh dia elu-elukan kalo' dia turut berjasa.&lt;br /&gt;• Atau kader yang rela waktu, tenaga, uang, bahkan nyawa fully dedicated to dakwah,,karena usahanyalah Islam tegak, karena sujudmalam-nyalah musolla ramai oleh jamaah musholliin, karena ridho Allah padanyalah Islam berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang bilang;&lt;br /&gt;Jangan GR dulu kalo suatu ketika acara yang kamu selenggarakan sukses (banyak yang dateng, atau jadi nambah yang tertarik Islam). Kamu ngerasa banyak waktu yang kamu korbankan untuk rapat, lembur bikin proposal, uang buat nalangin konsumsi, dan kayaknya kamu optimal banget di sana. Bisa jadi Allah menganugerahkan kesuksesan karena temanmu yang hanya bagian motret-motret (dan mungkin kamu anggap gak terlalu penting).Lho, kok bisa? Soalnya, secara dia gak pernah ketinggalan shalat lailnya,  rawatib so pasti, puasa sunnah...lancar. Sedangkan kamu larut dalam kesibukkan, sehingga lupa pada Yang Maha Berkehendak. Manakah yang lebih Allah ridhoi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah barisan dakwah adalah suatu bangunan, walaupun peran kita hanya sebagai 'ganjelan pintu' (mungkin terlalu ekstrim) yang terlihat tidak berarti dibandingkan atap atau tiang yang sangat berjasa, kita tetaplah berharga bagi umat. Atau misalnya di antara kader lainnya kita cuma bisa nyetir mobil, kalo' gak ada kita, siapa yang jemput pembicara hayo…siapa yang ngangkut barang-barang baksos hayo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib berkata..hmm… begini :&lt;br /&gt;Jika ada 1000 pasukan muslimin, maka aku berada diantara mereka&lt;br /&gt;Jika tinggal 100 pasukan muslimin, maka akulah salah satunya&lt;br /&gt;Jika tersisa hanya 10 pasukan muslimin, maka akulah salah satunya&lt;br /&gt;Jika 1 saja pasukan muslimin, yakinlah bahwa itu aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang terjadi dengan alumni Husnul Khotimah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghilang dari barisan dakwah (setauu...n aja) untuk menikmati kebebasan setelah 3-6 tahun berada diantara tembok, balong lele, dan hutan bambu.&lt;br /&gt;2. Halaqoh seperlunya, atau kalau futur aja, yang penting gak hilang arah.(Lho..embel-embel dakwahnya mana?)&lt;br /&gt;3. Dakwah dong…Rapat tiap pekan 'kan? Jadi organizer event-event kampus kan? Ikut arus aja lah! Yang penting ada laporan ke murabbi..&lt;br /&gt;4. Sebenernya lagi coba membaca lingkungan butuh apa, dan apa yang bisa diusahakan di sana demi tegaknya kalimatullah.&lt;br /&gt;5. Sayalah penggerak dakwah, juga sebagai arsitek perubahan di lingkungan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Boleh dijawab (dalam hati aja kayaknya)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-2816339005403794429?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/2816339005403794429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=2816339005403794429&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2816339005403794429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2816339005403794429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/12/kitalah-yang-memilih-peran.html' title='Kitalah Yang Memilih Peran'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-3219155254422768359</id><published>2007-12-13T19:58:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T05:54:25.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'>Rencana peruntuhan Al Aqsha, mengungkap kebohongan yahudi tentang Haikal Sulaiman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Rencana peruntuhan Al Aqsha, mengungkap kebohongan yahudi tentang Haikal Sulaiman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh : Khanova Maulana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Mahasiswa fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Mesir )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerdas benar usaha yang dilakukan zionis dalam menjajah&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R2EuiUcQfBI/AAAAAAAAADk/JKlVtSmpU28/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 213px; height: 161px;" src="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R2EuiUcQfBI/AAAAAAAAADk/JKlVtSmpU28/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143443416571477010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tanah palestina, saat ini mereka berusaha menyibukan bangsa arab dan Amerika dengan kasus irak serta kesepakatan deklarasi mekah antara fatah dan hamas agar mereka bisa dengan tenang mengobrak-abrik bangsa palestina dan tanah suci mereka yang di dalamnya terdapat kiblat pertama umat islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, kelanjutan program yahudisasi Al-Quds dan upaya mereka untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kejahatan mereka kali ini lebih berbahaya ketimbang peritiwa pembakaran al-Aqsha pada 21 Agustus 1969. Israel kini melanjutkan penggalianya di bawah masjid untuk mencari Haikal yang mereka klaim terkubur di bawah al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain pengamat politik Israel mengungkapkan, maksud Israel sebenarnya adalah menghapuskan dan mengubah peninggalan bangsa Arab di Al-Quds timur sebagaimana yang telah mereka lakukan pada Al-Quds bagian Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Al-Aqsha bersama dinding dan gerbangnya merupakan peninggalan bersejarah yang sangat berharga bagi kaum muslimin Arab. Oleh karena itu pihak Israel berusaha untuk merubah banguan tersebut. Usaha mereka ini sudah dilakukan lebih dari 118 kali. Penodaan mereka terhadap Al-Aqsha sudah dimulai pada tahun 1928 M. pada tahun 1929 M, Israel sudah mulai menodai tanah suci Al-Quds dengan cara mengeksodus dan menguasai sebagian pelataran Al-Aqsha dan mulai membuat terowongaan di bawah dinding masjid serta menghancurkan sejumlah pintu gerbang bersejarah dengan mengklaim bahwa tembok tersebut adalah bagian miliknya yang diberi nama “Tembok Ratapan” hal ini mereka lakukan sejak tahun 1928 M termasuk di dalamnya propaganda internasional. Yang paling dahsyat adalah apa yang dilakukan oleh Danis Michael Rouhan dengan membakar masjid AL-Aqsha pada tahun 1969 M. di saat bangsa Arab sedang lemah-lemahnya karena disibukan oleh kelompok radikal zionis di negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dan ketidakberdayaan bangsa Arab dan dunia islam semakin mendorong Israel melakukan berbagai macam penodaan terhadap masjid Al-Aqsha. Meski sampai kini para ilmuan purbakala Israel tak mampu mebuktikan secara ilmiah keberadaan nenek moyang mereka di wilayah tersebut. yang ada justru peninggalan bangsa Kan’an yang merupakan nenek moyng bangsa Arab. Oleh karena apa yang dilakukan Israel saat ini adalah proyek perencanaan untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha melalui perubahan fondasi al-Aqsha dengan menggali terowongan di bawah masjid agar mereka bisa mengklaim telah menemukan peniggalan Israel di wilayah tersebut, terutama di bagian utara atau dimana terletak gerbang Al-Mughoribah yang telah dihubungkan dengan terowongan dan jembatan milik Israel. Setelah sebelumnya mereka juga mencaplok bagian Selatanya dimana terletak sekolah El-Tunkiriah yang dikenal denan sekolah hokum. Yang kini tempat tersebut menjadi markas militer Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu para pengamat berpendapat, setiap tahun di wilayah ini akan diadakan peringatan hari besar Yahudi yang akan memadati wilayah tersebut untuk bisa memasuki wilayah Al-Haram atau pelataran Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya. Terbukti dengan ditemukannya terowongan di bawah al-Haram hingga masuk Tembok Al-Buraq sejak tahun 2000. Selain itu, Organisasi radikal Yahudi “Ezaret Menachem” melakukan perayaan agama yahudi tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikuatkan oleh Hani Khalaf, pembantu menlu Mesir untuk urusan Arab yang menyebutkan Liga Arab sedang mempersiapkan resolusi pada pertemuan para menlu Arab yang berisi kecaman atas usaha Israel yang terus menerus melakukan perubahan dan penghancuran terhadap peninggalan bersejarah Islam di kota Al-Quds serta merubahnya dengan iklim yahudi. ia mengisyaratkan, bahwa rancangan keputusan tersebut mencakup tiga masalah utama. Yaitu, embargo seluruh rencana Israel termasuk di dalamnya upaya pembangunan museum di pekuburan Islam yang dikenal dengan nama, makam Ma’manillah. Kedua, penggusuran 1328 hektar tanah di wilayah Ananah sebelah timur Al-Quds yang dijadikan tembok rasial dan pembangunan sinagog yahudi di bawah terowongan bagian Barat Masjid Al-Aqsha seluas 530 m. dan ketiga, rencana mereka membuat terowongan baru antara pintu Sulaiman dan gerbang al-Amud seluas 13 hektar kemudian mereka rubah menjadi kawasan wisata Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun klaim mereka terhadap masjid Al-Aqsha adalah keyakinanya bahwa di bawah masjid Al-Aqsha terdapat Haikal Sulaiman meskipun hingga kini sudah puluhan arkeolog dunia baik dari Israel ataupun dari barat yang melakukan penelitian tentang keberadaan Haikal Sulaiman, namun hingga kini usaha mereka selalu berakhir dengan kegagalan. Mereka tidak menemukan apa-apa dibawah masjid Al-Aqsha. Dan sudah berpuluh-puluh tahun mereka gagal dalam membuktikan jargon-jargon atau klaim mereka tentang keberadaan haikal yahudi di Palestina. Seperti ditegaskan sejarawan Suria Faras Sawah, yang mendasarkan penelitian pada tiga buku sejarah kuno. Yaitu, Kitab Kejadian Taurat, Kitab Timur Dekat Lama, dan kitab Aran Damasqus, sejarah Jerusalem. Ditambah buku sejarah yang dikarang oleh Tomas Meson dan Kayis dan sejumlah ahli sejarah dan purbakala lainya dari bangsa Barat di Britania tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masalah pokok pertentangan antara Yahudi Israel dengan kaum muslimin Palestina. Selain penghancuran sebagian bangunan milik bangsa Arab dan Islam di Al-Quds. maka dengan terpecahnya kekuatan bangsa Arab baik ditingkat pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan adalah factor terpenting yang mendorong Israel semakin berani melanjutkan penghinaanya terhadap kaum muslimin. Sementara Palestina pun terpecah-pecah hingga akhirnya gerbang Al-Mugaribah, satu-satunya pintu menuju Al-Aqsha yang pernah dilewati Rasulallah SAW. ketika melakukna isra dan mi’raj pun hancur tak bersisa. Langkah tersebut merupakan misi yang jelas bagi Israel untuk bangsa Arab, bahwa mereka akan terus melakukan yahudisasi al-Quds tanpa rintangan dari bangsa Arab walau sebatas himbauan kepada masyarakat dunia untuk mengintervensi masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, DR. Abdul Wahab, seorang pakar bidang Yahudi dan Israel menegaskan, klaim-klaim yahudi selama ini telah tampak kedustaannya. Semua sumber dokumen sejarah Israel menunjukan bahwa tidak ada yang namanya Haikal di bawah masjid sebagaimana mereka klaim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qubbah Sakhra yang sekarang, tidak hanya sebagai simbol bagi setiap masjid yang ada, namun mengandung nilai sejarah dan peradaban Islam. Masjid Al-Aqsha, termasuk pelataran, pintu gerbangnya merupakan symbol-simbol peradaban bangsa Arab dan Islam di kota tersebut setelah Israel melakukan yahudisasi dan terbukti sukses dengan menghancurkan seluruh bangunan bersejarah di sekitar Al-Aqsha dan mengelilinginya dengan permukiman Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka senantiasa melakukan propaganda dan pembodohan sejarah, tidak hanya di tingkat Al-Quds, tetapi mereka telah merampok sisa-sisa peninggalan bangsa Arab dan mengklaimnya sebagai milik yahudi, hingga galian yang mereka buat antara tahun 50 an, dimana mereka menemukan benda sisa-sisa peninggalan bangsa Kan’aniyah, mereka pun klaim bahwa benda tersebut peninggalan yahudi. Mereka juga berpegang pada hikayat yahudi tentang keberadaan Haikal yang katanya akan segera tampak, walau badan waqaf Palestina menandaskan bahwa Masjid Al-Aqsha beserta pelatarannya merupkan milik Islam. Namun Israel tetap meneruskan panjajahan hingga menguasai gerbang Al-Mugharibah dan melakukan perombakan secara total disamping penggalian parit dan terowongan di bawah dinding Al-Aqsha yang bersejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, masalah Al-Aqsha bukanlah masalah internal bangsa palestina ataupun masalah bangsa arab saja. Tapi masalah Al Quds adalah masalah kita bersama, kaum muslimin seluruh dunia. Al-Aqsha adalah milik kita, kaum muslimin di seluruh dunia. Jangan biarkan tangan-tangan kotor zionis menodai kesucian Al-Aqsha..!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-3219155254422768359?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/3219155254422768359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=3219155254422768359&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/3219155254422768359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/3219155254422768359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/12/rencana-peruntuhan-al-aqso-mengungkap.html' title='Rencana peruntuhan Al Aqsha, mengungkap kebohongan yahudi tentang Haikal Sulaiman'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/R2EuiUcQfBI/AAAAAAAAADk/JKlVtSmpU28/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5304699827479037813</id><published>2007-12-13T04:47:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T05:56:13.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'>Pendidikan dan Pembangunan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Pendidikan dan Pembangunan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh : Aziz Suhendar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Gajah Mada )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suara para mahasiswa sudah mulai serak. Terus berteriak meminta dihentikannya komersialisasi pendidikan. Turun kejalan bukan hal yang aneh lagi melainkan sudah menjadi kebiasaan para mahasiwa untuk mengangkat isu komersialisasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang bukan hal yang baru terjadi di Indonesia. Akan tetapi, para penguasa pemerintahan mungkin sudah mulai tuli dan sudah mulai buta untuk melihat realita. Bahwa semakin banyaknya masyarakat yang putus sekolah hanya karena masalah biaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah zamannya era demokratisasi, banyak orang berharap wajah dunia pendidikan semakin membaik dan bermutu. Harapan itu sudah sewajarnya mengingat selama tiga puluh tahun, bangsa ini terpuruk dibawah rezim orde baru yang melahirkan kebijakan-kebijakan politik dan pendidikan yang menindas. Sebagai sebuah wahana penyadaran, hanya pendidikanlah yang diyakini mampu membawa bangsa ini keluar dari jeratan krisis. Pendidikan yang tentu saja membangun dan membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di tengah meluapnya optimisme dan harapan itu, kenyataan di lapangan tampaknya berbicara lain. Bukannya lebih baik, melainkan kondisi pendidikan di tanah air justru semakin menampakan sisi buramnya. Sistem pendidikan yang ada bukan saja tidak berhasil melahirkan individu-individu yang merdeka, kritis dan peka terhadap realitas sosial, tetapi juga melestarikan status quo sebagaimana pada orde baru. Pendidikan , hingga batas waktu tertentu, bahkan menjadi ajang perebutan kekuasaan. Seperti tampak pada kasus UU sisdiknas , penguasa ternyata menaruh kepentingan tersendiri pada pendidikan. Sayangnya kepentingan itu hanya terkait dengan citra dan gengsi para penguasa dan sama sekali tidak menyentuh kebutuhan masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pula yang tampak ketika pemerintah melakukan privatisasi sekolah (kampus) dan memberikan otonomi seluas-luasnya terhadap instansi-instansi pendidikan. Otonomi yang mulanya diharapkan memacu kualitas lembaga pendidikan, justru membawa efek samping berupa kian mahalnya harga pendidikan. Ini bukan saja membuat terkesan elitis tapi juga menjauhkan pendidikan dari cita-cita hakikinya sebagai sarana pembangunan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan erat kaitannya dengan pembangunan masyarakat. Jika kita lihat negara-negara maju pasti lebih mengedepankan dunia pendidikan. Contohnya: ketika pesawat AS menghujani negara jepang dengan bom atom, setelah itu kaisar jepang Hirohito, mengucapkan kalimat pertama dengan penuh emosi “ berapa banyak guru yang masih hidup ? kita akan segera bangkit lagi dan menjadi bangsa terhormat di muka bumi”. Artinya ketika bangsa jepang terpuruk yang paling diutamakan adalah pendidikan karena dengan pendidikan kita bisa bangkit kembali dan membangun peradaban bangsa menjadi bangsa yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ironisnya, bangsa indonesia tidak melihat keterpurukan yang ada menjadi bahan evaluasi. Hampir enam puluh tahun bangsa kita merdeka tapi tetap saja bangsa pemilik bahasa terbanya berada di posisi krisis. Salah  satu  faktornya adalah bangsa Indonesia tidak memperhatikan pembangunan masyarakat yang ada dengan pendidikan. Dunia Pendidikan hanya menjadi ladang bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi renungan kita bersama para mahasiswa "the agent of change"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5304699827479037813?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5304699827479037813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5304699827479037813&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5304699827479037813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5304699827479037813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/12/pendidikan-dan-pembangunan-masyarakat.html' title='Pendidikan dan Pembangunan Masyarakat'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-2350160869322260747</id><published>2007-12-13T03:52:00.001+07:00</published><updated>2008-01-21T06:51:14.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cathar'/><title type='text'>Ketika Bandungku Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Ketika Bandungku Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : manja bangkok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika dedaunan hijau tumbuh di sana...&lt;br /&gt;ketika ilalang yang tertata rapi bagaikan permadani alam...&lt;br /&gt;ketika mega merah pun memanjakan senjanya...&lt;br /&gt;ketika itu pula 6 tahun ku tinggalkan kau tuk menuntut ilmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak bersamamu saat kau jalankan perubahanmu,,,&lt;br /&gt;aku hanya bisa lihat dirimu yang telah berubah sangat jauh...&lt;br /&gt;dulu,,,aku lihat ada terowongan manis di masjid agung,,,&lt;br /&gt;ada ayunan klasik terlihat cantik di tamannya,,,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bandung memang selalu padat dari dulu,,,&lt;br /&gt;Tapi, sebanyak-banyaknya lautan manusia pada saat itu,,,&lt;br /&gt;tak kan pernah mengalahkan rimbunnya pepohonan di sana,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap anak pasti selalu minta orang tuanya tuk bersantai sejenak di taman itu,,,&lt;br /&gt;walau hanya sejenak menggelar tikar dan bermain kejar-kejaran&lt;br /&gt;ada anak tangga yang di penuhi rantai pepohonan berdiri tegak dekat air mancur di pertengahan taman..&lt;br /&gt;masjid agung yang tetap teduh meski tak seluas sekarang,,,&lt;br /&gt;masjid agung yang di kelilingi gedung2 tinggi bisnis,,,tak pernah terkalahkan dengan ricuhnya manusia2 di sana,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu...setiap kali ayah mengajakku ke taman kota,,aku selalu ingin berlama-lama di sekitar masjid ini,,,sekalipun arena permainan di depan mataku sering sekali kukunjungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sekarang...semua itu benar-benar tak ada,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gedung sate yang dulu adalah tempat kedua setelah pusat kota ini,,,sekarang hanya tinggal sisa saja...&lt;br /&gt;yah...dalam nasihat Imam Gozali "yang paling jauh dengan diri kita adalah masa lalu"&lt;br /&gt;sudah menjadi sunatulloh perubahan ini terjadi,,,walaupun saat aku kembali di kota ini,,,rasanya aku kehilangan Bandung'ku yang dulu,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia memang semakin pintar,,,,proyek2 perbelanjaan di perbanyak dengan alasan agar tak bertumpuk di satu titik pusat kota,,,tapi apa di kata? sekarang malah semua tempat menjadi pusat kota,,,&lt;br /&gt;belum lagi proyek2 Advertising yang tadinya mendahulukan aturan main lahan pertanian, kini menjadi lahan-lahan beton yang diidzinkan....&lt;br /&gt;Desember ini, negara-ngara juga berkumpul dalam konferensi Pemanasan Global di Bali,,,sayang sungguh di sayang,,,memang tak ada kata terlambat,,,walaupun  yang katanya salah satu penyebab perubahan iklim ini telah terjadi sekitar 50 tahun silam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang salah satu negara yang kerusakan hutannya tercepat ke dua sedunia,,,salah satunya memang kota Bandung yang kehilangan banyak hutan bukan hanya karena kebakaran,,,tapi kesengajaan yang di lakukan hanya untuk keindahan eksotik bangunan-bangunan instant,,,&lt;br /&gt;emisi gas rumah kaca yang di keluarkan mungkin terlalu menyakitkan untuk sebuah keindahan alam,,,&lt;br /&gt;tapi…sudahlah… tak ada yang di salahkan karena juga tak akan ada yang mau di salahkan...&lt;br /&gt;walaupun kini,,,seindah-indahnya taman kota di masjid agung tetap saja gersang...&lt;br /&gt;karena mungkin permadani ilalangnya telah berubah menjadi "papinBlok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang bukan hanya sekitar masjid agung saja...kendati kini seluruh pojokan kota parahyangan ini bukanlah kota kembang yang alami lagi..&lt;br /&gt;namun,,,,,,&lt;br /&gt;manusia memang hanya bisa berusaha,,,&lt;br /&gt;aku jadi teringat sebuah lantunan BIMBO&lt;br /&gt;..................&lt;br /&gt;Mari kita coret kata putus asa&lt;br /&gt;Dari kamus kehidupan kita&lt;br /&gt;Jangan sesali siapapun juga&lt;br /&gt;Jangan salahkan siapapun juga&lt;br /&gt;Mari kita hapus kata tidak bisa&lt;br /&gt;Dari buku harian kita&lt;br /&gt;..................&lt;br /&gt;yah,,,hanya kesadaran setiap kita saja yang sedikit banyak dapat membantu alam ini...&lt;br /&gt;tapi teman....satu waktu aku begitu merasakan Bandungku kembali,,,,saat ku tahu...kini Bandung dengan salah satu misinya...ingin menjadi kota yang Religi....subhanallah...&lt;br /&gt;Dan harapan itu yang membuatku merasakan Bandung'ku kembali...&lt;br /&gt;saat ku juga tahu banyak sekali teman husnul yang kini berdomisili di kota ini...&lt;br /&gt;mudah-mudahan kehadiran teman-teman menambah angin kesejukan kota kembang ini,,,dengan kembang-kembang kemusliman kita..dan dengan semangat-semangat dakwah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena ukhuwah ini pula yang ku rasa membantu semangat dalam hilangnya kegersangan kota ini....&lt;br /&gt;Bandung Kota Kembang kini kembali dengan kesejukan pemuda-pemudi yang penuh doa,,,amiiin&lt;br /&gt;iklim ini memang berjalan terus,,tanpa bisa kita pegang erat,,,tapi,,,alam ini juga merasakan,,,ketika sosok saudara-saudaraku di kota ini adalah juga yang ingin dimanja dan di cinta oleh Sang Pencipta Alam ini,,,&lt;br /&gt;terkadang kita malu pada angin yang berdesir,,,karena dia yang lugu pun berdzikir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berjuang,,,dengan ukhuwah ini,,,Bandungku kembali,,,satu kiasan memang,,,tapi itu cukup kurasakan,&lt;br /&gt;selamat berjuang,,,anda yang di Tanah Air ini,,,ataupun di luar sana,,,&lt;br /&gt;terima kasih Rabb,,,atas hadirnya sosok-sosok penoreh sejarah dalam hidupku ini,,,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-2350160869322260747?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/2350160869322260747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=2350160869322260747&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2350160869322260747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/2350160869322260747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/12/ketika-bandungku-kembali.html' title='Ketika Bandungku Kembali'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-4043389248839045756</id><published>2007-12-02T16:35:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T06:52:19.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Welcome To Narcism Era</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Welcome To Narcism Er&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh : M. Miftah Al Aflah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Mahasiswa fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Mesir )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suka ngaca / bercermin?&lt;br /&gt;jawabannya Relatif&lt;br /&gt;Klo sebelum berangkat ke kampus ngaca dulu, hmmm itu kan sebuah kebutuhan dong.&lt;br /&gt;tapi klo lagi di jalan setiap ngelewatin mobil yang lagi parkir selalu aja liat ke kacanya --benerin posisi rambut lah(ikhwan) atau benerin jilbab yang miring lah (akhwat)-- dah gitu klo lewat Ruko-ruko yang pintunya ada kaca GEDE yang mantulin tubuh kita lantas masih ngaca juga, pokoknya gak bisa liat kaca nganggur deh, wah klo ada yang mengalami gejala seperti ini sebaiknya segera bertobat (lho ??) karena bisa jadi akan termasuk golongan baru yang menamakan diri mereka &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;kacaisme&lt;/span&gt;. Yang tidak lain adalah ciri khas orang yang mengidap &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;narcism&lt;/span&gt; (narsis)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;“narsis banget sih”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat diatas menjadi best seller dan mendapat rating cukup tinggi tahun ini, coba sekali-kali hitung, berapa kali anda mendengar kalimat itu dalam sehari? (jawab masing-masing aja) atau kalimat-kalimat lain yang lagi melangit seperti (cape deehh,, maksud you?) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksesoris kenarsisan sudah menjalar dimana-mana, jangan heran jika HP --minimal ada kameranya-- sudah jadi Aset terpenting dalam langkah awal bernarsis, foto box --yang menawarkan foto yang hasilnya dijamin cantik-- mulai dari yang kacangan sampe yang harganya 60 ribu (cuma dapet 10 foto) wuiihh..ngantrinya bejubel setiap hari libur (dulu pernah ngantri juga.hehee) foto digital dah menjamur dimana-mana (berhubung harganya mahal aja, jadi hanya orang-orang berduit yang bisa memilikinya) friendster udah sesak dengan orang-orang yang gak jelas statusnya --dari yang tiap hari ke warnet sampe yang sebulan sekali kewarnet-- duh ampun deh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda-tanda narsis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tiap orang punya kecenderungan untuk bernarsis. Tapi, kadarnya itulah yang berbeda-beda. Klo bahasa kita sih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“imannya yang mengontrol”&lt;/span&gt;. Dan tiap orang punya &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;self control&lt;/span&gt; masing-masing. Ada beberapa tanda narsis dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Diagnostics and Statistics Manual&lt;/span&gt;, Fourth Edition- Text Revision (2000) yang harus kita waspadai untuk tahu apakah kita mengidap narsis atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang narsis merasa dirinya sangat penting dan pengen banget dikenal oleh orang lain karena kelebihannya agar otoritas nya diakui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“saya orang tersibuk di organisasi”&lt;/span&gt;dll. Pengidap narsis juga yakin kalau dirinya unik dan istimewa. Pokoknya enggak ada deh yang bisa menyamai dirinya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“mending klo uniknya dalam prestasi”&lt;/span&gt; …boro-boro deh… Gejala lain, mereka sukanya pamer (ini ,,itu) selalu ingin dipuji dan diperhatiin (bergaya ala bryan adams eh malah nyasar jadi club eighties) Mereka kurang sensi terhadap kebutuhan orang lain karena yang ada dalam pikirannya cuma diri sendiri. Ditambah lagi, adanya rasa percaya orang lain itu berpikiran sama dengan dirinya. Orang narsis juga sensi banget kalau dikritik. Kritikan kecil bisa berarti sangat besar buat mereka. &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;"Gue paling benci yang kayak gitu (dikritik). Apalagi kalau nyela dan ngeritiknya di depan orang lain! Emang dia siapa nyela-nyela dan ngeritik gue? Mungkin iya gue punya kekurangan, tapi kan enggak mesti diomongin. Biar aja gue nyadar sendiri!"&lt;/span&gt; perkataan seorang siswa kelas II SMA swasta di Jakarta Pusat ketika diwawancara salah satu Koran lokal dengan bergaya ala J-Pop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari tanda-tanda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;otentik&lt;/span&gt; secara ilmiah tadi, gejala yang paling jelas adalah para narsiser doyan banget ngaca alias bercermin! Pokoknya enggak bisa lihat kaca nganggur, deh! tiap 10 menit sekali mesti ngaca buat memastikan penampilannya. Bahkan ada yang bawa kaca dan sisir di kantongnya..hueheee, pokoknya urusan gaya orang narsis nomor satu, dari selendang jadul nya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;nidji&lt;/span&gt; dipandu sama kacamata nya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;club eighties&lt;/span&gt; sampe gaya-gaya artis yang lagi naik daun diikutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh guys Untungnya narsis masih pandang bulu dalam memilih korbannya, umumnya narsis itu gampang banget menyerang  anak-anak SMA. Sebab, pada masa-masa SMA seseorang cenderung menjadi sangat &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;self conscious&lt;/span&gt; alias perhatian banget sama diri sendiri, ini juga ditunjang faktor temen dan lingkunan sekitarnya. Kalau kecenderungan ini makin gawat, muncul &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;imaginary audience&lt;/span&gt; dalam pikiran mereka. Kata David Elkind, dalam buku Human Development (Diane Papalia dan Sally Olds-1998), imaginary audience berarti adanya pikiran kalau semua orang itu memerhatikan dirinya. Contohnya, banyak banget di antara anak-anak SMA yang merasa jerawat kecil yang muncul tiba-tiba itu bakal jadi perhatian semua orang. Wah wah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gmn cara ngilanginnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenernya narsis akan hilang dengan sendirinya seiring dengan kemajuan seseorang berfikir, puncak narsis terjadi pada masa SMA dan akan masih terbawa sampai satu dan dua tahun awal-awal kuliah, jika tidak ditindak lanjuti akan terus terbawa sampai selesai kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa  SMA cenderung narsis karena masih berada diruang lingkup yang sangat kecil, pemikirannya cenderung masih dangkal, sedangkan seorang mahasiswa sering dihadapkan dengan permasalahan politik, kemanusiaan, perang, penyakit &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;kanker &lt;/span&gt;(kantong kering), keadaan sosial, dsb. sehingga Seorang mahasiswa tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan.  Tapi dia mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. (untuk apa sih narsis?) Secara kritis, dia akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya kemudian mengambil yang baik dan membuang jauh-jauh yang gak bermanfaat.  Sebagian besar para mahasiswa mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya.  Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain.  Baginya dunia menjadi lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya seorang mahasiswa biasanya memiliki prospek hidup kedepan yang mengakibatkan dia akan berfikir lebih dewasa, cenderung dewasa dan gak pamer, Lain halnya dengan siswa SMA&lt;br /&gt;Lalu jika ada mahasiswa yang masih narsis?&lt;br /&gt;berarti dia bla...bla...bla...&lt;br /&gt;hmmm sebaiknya buru2 say gudbay to narsis deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STOP..STOP&lt;br /&gt;Dari tadi kita ngomongin narsis terus&lt;br /&gt;Emang seberapa bahayanya sih sama makhluk yang bernama Narsis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa narsis harus diwaspadai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah rahasia terbesar orang narsis. Jauh dalam hati mereka, tersimpan sebuah jiwa yang sangat rapuh dan mereka menutupinya dengan menekankan betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian dari orang lain. Seperti tokoh ibu tiri Putri Salju yang selalu bertanya pada kaca ajaibnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mirror… mirror on the wall. Who’s the fairest of them all?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ini anda akan banyak menemui orang-orang berbasis narsis dalam lingkungan anda, apakah 3 dari 10 orang telah mengidap narsis? Atw?...&lt;br /&gt;Sejauh ini belum ada penelitian tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-4043389248839045756?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/4043389248839045756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=4043389248839045756&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4043389248839045756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/4043389248839045756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/12/welcome-to-narcism-era.html' title='Welcome To Narcism Era'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-6520123316351797535</id><published>2007-12-02T06:20:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T13:36:22.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Google Is My Teacher (sure?)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Google Is My Teacher (sure?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Popi Tanjung Pratiwi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Mahasiswi fakultas ekonomi Universitas Gajah Mada)&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; Ada yang pernah denger lagu jadul &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;“tanyakan saja pada rumput yang bergoyang…”?&lt;/span&gt; Saking jadul-nya, saya pun baru tahu ketika dosen menyatakan bahwa lagu itu sudah tidak berlaku lagi dan selayaknya diganti dengan &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;“tanyakan saja pada google…”&lt;/span&gt;. Lho..kok Google?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sudah melek IT, kalau dihadapi dengan suatu masalah kebanyakan tidak langsung bertanya pada pakarnya, melainkan online ke Explorer atau Mozilla dan langsung search di &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.google.com.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh yang terdekat dengan kita, sebagai mahasiswa, bertumpuknya tugas-tugas bukannya menambah intensitas kunjungan kita ke perpustakaan. Kita lebih suka untuk browsing di internet. Suka dalam arti sesungguhnya, karena bisa nyambil nge-check e-mail, friendster, atau YM-an (yahoo-messanger). Aneh bin takjub, tugas-tugas yang tadinya menumpuk berangsur-angsur terselesaikan mungkin hanya makan waktu beberapa jam tergantung tingkat kesulitannya (dan lama loading tentu saja). Satu tugas biasanya cukup dengan referensi 3-4 artikel, dengan comot kalimat sana sini, dipoles dikit, bikin cover, dan….TARAAAA….jadilah Makalah Penelitian (yang mungkin penelitiannya pun belum sempat terlaksana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita fiktif, dan bayangkan suatu hari seperti cerita berikut. Dari &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;http://www.gayahidupdigital.com&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;oleh Donald Latumahina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di pagi hari Rudi terbangun karena mendengar SMS masuk di HP-nya. Ternyata itu SMS &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;reminder&lt;/span&gt; dari &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Google Calendar&lt;/span&gt; yang mengingatkan dia akan suatu janji di pagi itu. Karena tempat janjiannya masih asing buat dia, Rudi pun membuka komputer dan mencari lokasinya di &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Google Maps&lt;/span&gt;. Dalam sekejap peta tempat itu ditampilkan, dan dengan beberapa klik Rudi bisa mendapatkan petunjuk jalan yang harus dilalui dari rumahnya ke sana. Rudi pun berangkat untuk bertemu dengan temannya. Setelah bertemu, mereka sepakat untuk makan pizza saja di sekitar situ. Rudi pun mengirimkan SMS ke Google dan beberapa detik kemudian Google membalas dengan memberikan daftar beberapa tempat makan pizza yang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepulang di rumah (ceritanya Rudi ini kerja dari rumah - &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;telecommuting&lt;/span&gt;), Rudi pun ingat bahwa dia harus membuat janji rapat dengan beberapa kolega. Dia mencari waktu yang kosong di Google Calendar dan Google Calendar secara otomatis mengirimkan undangan ke kolega yang diajak rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sorenya, sementara mengetik dokumen dengan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Google Docs &amp;amp; Spreadsheets&lt;/span&gt;, Rudi teringat sebuah barang yang harganya 250 poundsterling. Berapa rupiahkah itu ? Dia pun mengetikkan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;query&lt;/span&gt; di Google dan hasilnya keluar seketika: 4,29 juta rupiah (waktu post ini ditulis). Tapi Rudi masih penasaran, apa benar itu harga yang paling murah ? Dia pun menjelajah di Froogle untuk membandingkan harga dari beberapa merek. Sambil menjelajah di &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Froogle&lt;/span&gt;, dia juga menanyakan pendapat beberapa temannya lewat &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Google Talk&lt;/span&gt;. Setelah menemukan barang yang dicari, Rudi pun langsung membeli barang itu menggunakan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Google Checkout&lt;/span&gt;. Malamnya, sambil beristirahat Rudi membaca berita-berita terbaru di &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Google Reader&lt;/span&gt;. Tentu juga sambil melihat video-video lucu di &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Google Video&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;YouTube&lt;/span&gt; (yang sekarang dimiliki Google). Oya, sesekali juga ada email baru yang masuk di &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Gmail&lt;/span&gt; --yang menyediakan kapasitas memory sebanyak 2 GIGA--&lt;br /&gt;Bagaimana, benar-benar gaya hidup Google kan ? Dari pagi sampai malam, penuh dengan Google. Gawat nih, bisa-bisa hidup kita dikuasai Google  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masalahnya adalah, apakah artikel, pernyataan, atau tulisan yang beredar di web bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya? Hingga saat ini belum ada undang-undang yang mengatur secara kongkrit (terutama Indonesia) karena system teknologi informasi yang begitu canggih dan kompleks, sehingga kita bisa dengan mudahnya menerbitkan tulisan yang tidak penting sekalipun ke lalu lintas maya.  Kita juga bisa tiba-tiba jahat dengan memposting tulisan yang menjelekkan pihak lain tanpa perlu mencantumkan siapa penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal positif maupun negative yang bisa ditanggapi. Pinter-pinternya kita aja sebagai konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari mana Google dapatkan keuntungan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Google yang kelihatannya hanya menampung jutaan file, bukannya tidak mendapatkan keuntungan. Perusahaan sebesar itu tidak mungkin berdiri sebagai sukarelawan semata, pastilah ada sesuatu yang dia dapat. Salah satunya yaitu, saya tidak tahu apa namanya, yang jelas seperti ini : Coba search ‘BCA’. Maka akan keluar di halaman pertama dan paling atas adalah situs bank yang kita maksud &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bank Central Asia&lt;/span&gt;. Kok bisa? Memangnya gak ada lagi yang singkatannya BCA? Bank Christina Aguilera mungkin, atau Bank China Aja, atau Butik Ceu Amingwati… Mengapa harus bank tersebut yang muncul pertama? apakah menurut abjad? Awalnya saya kira seperti itu, namun ternyata bukan seperti itu. BCA yang dimaksud harus membayar sekian kepada pihak Google  untuk mendapatkan tempat teratas --dalam pencarian kata &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;BCA&lt;/span&gt;-- dimaksudkan agar manusia dengan mudahnya menemukan bank yang sudah tidak asing lagi kita dengar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-6520123316351797535?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/6520123316351797535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=6520123316351797535&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6520123316351797535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/6520123316351797535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/12/google-is-my-teacher-sure.html' title='Google Is My Teacher (sure?)'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-7855185915446655605</id><published>2007-12-02T05:50:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T13:36:22.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Mengukir Sejarah Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Mengukir Kembali Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Ahmad Adi Andriana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Mahasiswa fakultas ushuluddin Universitas Al Azhar Mesir )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;  Sejarah adalah estafeta. Takluknya konstantinofel adalah mimpi para pendahulu Muhammad Al-Fatih.mimpi yang berkelanjutan dan terang menyala bagai obor, tetap menyala dan enggan redup di terpa kencangnya angin, dari waktu ke waktu dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Estafeta sejarah itu tetap terpelihara, terdelegasikan dan terwariskan, sehingga perputaran kembali berhenti di hadapan.mengulang dan membumikan kembali cerita peradaban yang terkubur dibalik tanah keterpurukan dan terinjak atau di injak injak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Apa yang harus di estafetkan? Malik bin Nabi memberikan jawabanya dalam ta’amulatnya &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;”Sejarah adalah catatan statistik tentang denyut hati, gerak tangan, langkah kaki dan ketajaman akal”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Yang di estafetkan adalah.denyut hati atau semangat, motivasi, ruh.yang selalu membuat jiwa berdenyut dan berdegup kencang tak tahan berlama lama dalam lingkaran setan kefakuman dan selimut hangat alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Gerak tangan atau strategi,taktik dan manajemen yang tepat, cerdas, mawas dan realistis seperti menggambar cetak biru di langit namun kaki tetap berpijak di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Langkah kaki atau kecekatan, kelincahan, langkah demi langkah.yang tidak mudah terperdaya oleh rayuan ketergesaan dan hasil instant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketajaman akal atau kecerdasan, intelektualitas dan ketajaman analisa.yang enggan berlama lama bersahabat dengan taklid dan mengekor kerbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Maka estafeta sejarah bukan hanya estafeta catatan tentang nama, tempat dan waktu yang tersusun dalam sebuah cerita masa lalu, tapi perputaran dan pergerakan denyut hati, gerak tangan, langkah kaki dan ketajaman akal dalam jiwa dan diri yang berulang dan terus berulang kembali dari generasi ke generasi baru.Menyusun batu bata pondasi sejarah individu yang kemudian berputar bersama proses dan waktu menjadi sebuah bangunan indah dan kokoh yang di sebut  peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Estafeta yang diinginkan adalah terbitnya fajar pagi yang cerah dan cahayanya membelah buramnya sekteisme di seluruh penjuru, dari jiwa ke sikap.dari kecil ke membesar, dari berpencar ke menyatu. Menggantikan bintang bintang sejarah individu, terpencar indah, hanya bisa di lihat tapi tak menerangi.berada di langit yang sama tapi terpisah jarak dan tak terikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sekarang fajar itu mulai tampak garis kuningnya membelah kegelapan pagi tuk merajut sejarah kembali, mengestafetkan sejarah dengan hadirnya hari hari baru di tengah kita. Membawa kehijauan, kemudaan dan kebaruan untuk di pelihara dan di rawat dengan cinta dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Estafeta itu memang panjang oleh proses dan waktu dan berliku, namun demikian bukanlah sebuah alasan untuk berpangku, karena sejarah adalah proses dan waktu. Kostantinopel dapat di buka pintu gerbang kedamaianya saat Muhamad Al-Fatih membawa kuncinya .Namun itu setelah melintasi waktu panjang mengalir menelusuri parit parit proses berliku yang kemudian bermuara di takdirnya. Jalut di jatuhkan Daud setelah sekian lama hati gelisah mengadu dan menanti kedatanganya untuk menghentikan tetesan darah yang tak kunjung reda terjatuh ke atas muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Seperti sebuah pepatah &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;“perjalanan satu mil di mulai dengan satu langkah”&lt;/span&gt;  mengikuti arah Sunnatullah tentang small, continues dan improvement yang terekam dalam sebuah syair arab &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;“La tahqiranna shogiratan fainal jibala minal huso”&lt;/span&gt;  atau seperti kalimat indah yang di dendangkan Thomas Paine &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;”Apa yang kita peroleh dengan terlalu mudah pasti kurang kita hargai.hanya harga yang mahal lah yang memberi nilai kepada segalanya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Namun ada sebuah kerangka Sunatullah yang mengikat dan harus di ikuti.menyatu tak ada jarak, di antara keduanya tidak bisa di pisahkan dan berpisah, karena saat terpisah bagai burung yang terbang dengan satu sayap. Hanya terdiam, menyerah dan merendah. “tidak memiliki dan tidak bisa memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Maka kerangka itu harus menghampiri diri kita dahulu sebelum berpindah tangan. Tidak ada guna menyalahkan, mencela dan menangisi kegelapan diri tapi mulai menyalakan sebatang lilin penerang indah malam kelam saat bintang bintang menghiasinya.Umar bin Abdul Aziz berputar hingga titik derajat diri yang baru. Enggan menoleh, berdamai yang berlalu saat menggemban kekhalifahan. Setelah itu sinar keadilan merata di masa pemerintahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Mari memulai hari ini dengan mimpi-mimpi merajut kembali sejarah yang mendorong pandangan jiwa, hati, perasaan dan tindakan melewati batas realita menuju alam kemungkinan. Namun tanpa bergerak, seperti meletakan kaki di atas pedal gas, mencoba melesat.hanya suara kencang menderu yang terdengar tanpa bergeser sejengkalpun.maka saat itu kata kata &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;“Ahlamul yaum haqoiqul ghod”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;mulai menapaki jalan realitanya, Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-7855185915446655605?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/7855185915446655605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=7855185915446655605&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7855185915446655605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7855185915446655605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/12/mengukir-sejarah-kembali.html' title='Mengukir Sejarah Kembali'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-5077059594673316507</id><published>2007-11-27T19:19:00.001+07:00</published><updated>2008-06-17T20:51:50.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Mencari Kebenaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Mencari Kebenaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Aziz Suhendar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Tanyakan pada diri anda apa yang sedang terjadi di dunia ini? Jika anda menjawab”saya  bingung" berarti anda tau ada yang tidak beres di dunia ini. Dan jika anda" tidak bingung" saat ini tapi bersifat acuh tak acuh berarti anda tidak mengikuti perkembangan zaman akan tetapi anda dimakan zaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  Mencari kebenaran adalah tujuan hidup kita di dunia ini. Kenapa? Karena pada dasarnya manusia itu memiliki hasrat yang mendalam tentang kebenaran. Manusia ingin mengetahui siapa ia sebenarnya. Kemudian manusia mencari sejumlah informasi, setelah di dapat, di yakini dan menjadi kepahaman pribadi dan akhirnya menjadi jalan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Akan tetapi, hal ini akan menjadi membingungkan ketika kebenaran yang anda pegang bertentangan dengan kebenaran yang ada pada orang lain. Begitu banyak orang yang ngotot memegang keyakinannya yang menurut mereka benar. Padahal keyakinannya sangat berbeda dengan orang lain pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Apakah memang kebenaran itu begitu banyak jumlahnya? Hingga semua memiliki keyakinan yang berbeda dan memiliki jalan hidupnya masing-masing. Atau semua itu salah? Dan manusia ada pada jalan sesat. Atau yang sebenarnya yang benar itu hanya satu? Dan semua salah. Lalu pertanyaannya siapakah yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sejarah telah berkata, peperangan yang terjadi di dunia ini di akibatkan perebutan keyakinan dan keinginan. Bahwa saya yang benar mereka salah. Saya yang pantas dan mereka tidak pantas. Semua berkata seperti itu. Akhirnya perdebatan yang panjang, diskusi-diskusi yang tiada habisnya dibicarakan. Semua berteriak dan berkata “saya yang paling benar”. Lalu pertanyaannya siapakah yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sampai zaman modern peperangan memperebutkan keyakinan itu pun tetap terjadi. Mungkin hingga akhir zaman pun peperangan akan terus terjadi. &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Maka   Tanyakan pada diri anda apa yang sedang terjadi di dunia ini? Jika anda menjawab”saya  bingung" berarti anda tau ada yang tidak beres di dunia ini. Dan jika anda" tidak bingung" saat ini tapi bersifat acuh tak acuh berarti anda tidak mengikuti perkembangan zaman akan tetapi anda dimakan zaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Al hasil, Kebenaran sangat subjektif sekali sifatnya. Semua itu akan kembali kepada orang yang mengatakan kebenaran itu, dari sisi mana dia melihat kebenaran itu. Paradigma seseorang tentang sesuatu adalah hasil proses perjalanan seseorang untuk mencari pengetahuan dan informasi yang di dapat sejak lahir di dunia hingga ia dapat menyimpulkan sesuatu. Berbicara masalah kebenaran maka kebenaran terbesar di dunia ini adalah manusia mengetahui hakikat hidupnya dan darimana ia berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketika kebenaran itu bersifat subjektif maka pada era globalisasi dan high tekhnologi. Kebenaran itu bisa dikatakan benar ketika telah tahan uji artinya kebenaran itu bisa masuk logika dan terbukti secara empiris. Dunia sains saat ini hanya akan mau menerima kebenaran yang sudah terbukti. Akan tetapi, menara gading ilmiah akan runtuh ketika bertabrakan dengan  ranah-ranah yang tak dapat di telusuri oleh metode empiris. Cara kerja sains barat hanya mementingkan rasio dan empiris sehingga selain itu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Lalu, kebenaran agama yang tak dapat dilihat secara empiris juga apakah salah. Iya, kepahaman ini membuat masyarakat modern semakin sekuler, bahkan orang yang mengingkarinya pun tetap sekuler. Ironisnya, masyarakat modern pun tidak dapat luput dari hal-hal yang mistik (gaib) walaupun  sudah menyatakan bahwa itu tidak relevan dengan zaman ini. Kita semua akan merasa hampa tanpa kehadiran hal-hal yang mistik (gaib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Disinilah letak kelemahan masyarakat modern yang sedang peralihan kepada post-modernisme, paham dimana nilai dan norma sudah tidak berlaku lagi. Yang ada adalah kepuasan diri untuk mengekspresikan diri. Maka semua nilai yang telah di bangun selama berabad-abad silam akan runtuh dan lapuk dimakan zaman. Kemudian manusia sudah tidak memerlukan lagi pola-pola realitas dan tujuan hidup  di dunia. Tapi, sejarah berkata lain. Manusia mutlak memerlukan semua itu. Ada saatnya dimana masyarakat mengalami jayanya menjadi berbudaya, yakni ketika manusia dengan nilai-nilai dan kepercayaannya sadar dan tau siapa dan apa jati diri mereka sesungguhnya ( Huston smith, 1990). Merefleksikan hal ini , seperti dalam kondisi yang paling buruk pun, masih tetap ada konsensus-konsensus dan simbol-simbol yang penuh arti dan amat penting. Sayang nya, dunia  yang postmo ini - seperti yang di katakan walker percy – ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Maka ketika kita di Tanya apa tujuan hidup? Adalah mencari kebenaran. sebuah proses yang panjang hingga akhir waktu kita atau zaman ini. Setelah yakin dengan kebenaran yang telah kita pilih maka tujuan hidup kita selanjutnya adalah memperjuangkan kebenaran itu. Walaupun subjektif pribadi yang paling terpenting adalah proses perolehan kebenaran yang murni bukan cangkokan dari pemikiran orang lain (taqlid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian ada kesalahan tentang prinsip barat yang tidak memasukkan unsur transendensiologi (otoritas wahyu) dalam membuktikan kebenaran yang hanya mementingkan rasio dan empiris saja. Walaupun sudah diakui bahwa ada ranah yang tidak bisa ditelusuri oleh metode empiris. Contohnya adalah kebenaran mengenai ketuhanan. Kebenaran ini adalah yang terbesar mengenai hidup manusia karena keyakinan ini yang akan mempengaruhi semua tatanan kehidupan di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Lalu, pertanyaan terbesar tulisan ini adalah bagaimana anda bisa membuktikan Allah sebagai tuhan yang benar? dan kenapa tuhan kita bernama Allah? Jika jawaban anda semua berasal dari al-Quran maka apa buktinya al-quran itu dari allah? Apa komentar anda?.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“SELAMAT MENCARI KEBENARAN”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NB : “tulisan ini berusaha untuk menjawab tulisan ‘untuk apa kita hidup’?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-5077059594673316507?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/5077059594673316507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=5077059594673316507&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5077059594673316507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/5077059594673316507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/11/mencari-kebenaran.html' title='Mencari Kebenaran'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1809602497998290381</id><published>2007-11-27T06:23:00.000+07:00</published><updated>2008-01-18T06:38:49.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Tafakur Diri Untuk Sebuah Visi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tafakur Diri Untuk Sebuah Visi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Fahmi Syahbudin ( Alumni HK 6 &amp;amp; Pelayanan Alumni Generasi ke 4)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;Visi adalah “Seni untuk melihat hal-hal yang tak terlihat” (Jonathan Swift)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    Tak sedikit orang yang kebingungan ketika menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa atau pemuda yang menginjak usia dewasa. Mengapa?. Karena seluruh kesempatan, seluruh peluang, seluruh tantangan, dan seluruh tuntutan ada dalam diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    Mungkin anda adalah orang yang sedang kebingungan untuk memilih; kuliah atau bekerja?. Atau bingung akan kuliah di dalam atau di luar negeri. Atau juga merasa bingung karena tuntutan untuk tinggal bersama orangtua dan ingin mencari pengalaman di negeri atau daerah orang. Atau kebingungan akan bekerja dimana; di perkantoran atau lembaga pendidikan?. Atau anda pun sedang kebingungan ingin cepat nikah tapi sedang kuliah, atau bingung juga mau menikah dengan akhwat yang mana?hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya yakin anda pasti pernah atau sedang dalam kondisi itu. Kondisi ketika dihadapkan pada pilihan yang semua baik yang jadi sulit untuk memilihnya. Berbeda bila kondisinya pada pilihan baik dan buruk, mungkin fitrah dan keilmuan kita tentang syariah akan dengan mudahnya menyatakan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;“ Maka Dia mengilhamkan kepada manusia jalan kejahatan dan ketakwaan. Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya. Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya” ( QS. Asy-Syams : 8-10).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lalu bagaimana kita menyikapi kondisi seperti itu?.&lt;br /&gt;Semua pilihan itu dapat dijawab dengan visi hidup kita. Visi hiduplah yang menjadikan kita terarah. Visi hiduplah yang dapat memilah ini penting dan harus saya jalani dan ini kurang atau tidak penting. Visi hidup  juga yang dapat mengobarkan kembali semangat dikala lemah diterpa badai permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mudahkah mempunyai visi hidup?&lt;br /&gt;Jawabannya gampang-gampang susah. Gampang karena visi adalah mimpi atau cita-cita. Kita terbiasa bermimpi bukan?. Dan di saat kita kecil pun kita sangat mudah melontarkan cita-cita kita. Dibilang susah, karena visi perlu didasari oleh pengenalan kita terhadap diri sendiri serta pengenalan terhadap lingkungan sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengenalan diri butuh sebuah proses. Proses itu berdasar pada sejarah masa lalu kita. Kemudian kita tarik benang merah untuk dapat menyimpulkan sifat-sifat dan potensi diri kita. Selanjutnya sifa-sifat dan potensi diri itulah yang sejatinya menjadi cerminan diri kita. Mengetahui kekurangan dan kelebihan dari diri kita adalah hal yang kita inginkan dari proses ini. Inilah bahan perenungan awal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketika pengenalan diri telah selesai maka selanjutnya kita harus mengenali lingkungan kita. Yang dibutuhkan disini adalah keilmuan dan kemampuan analisis kita. Dua hal tersebut menjadi pondasi bagi keberhasilan kita mengenali lingkungan. Output dari pengenalan lingkungan ini adalah peluang dan tantangan untuk diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebenarnya kedua aktivitas itu akrab di telinga kita. Kita sering menyebutnya muhasabah atau tafakkur. Muhasabah dan Tafakkur menjadi lengkap karena ketika kita menjalani kedua proses itu kita melibatkan Sang Maha Pemilik diri kita. Ia lah Yang Maha Mengetahui diri kita dan Ia pulalah Yang Maha Kuasa untuk berbuat sesuatu atas segala keinginan dan rencana kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;”Katakanlah (Muhammad) : ” Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” ( QS. Ali Imran : 26).   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hati dan keimanan menjadi kunci dari aktivitas tafakkur ini. Bila hati hidup dan semakin sedikit dari penyakit hati, maka semakin terang pula cahaya-Nya. Sebaliknya jangan terlampau berharap pada cahaya-Nya bila diri ini tidak merawat hati untuk tetap hidup. Hati yang hidup yang penuh dengan keimanan dan mengundang cahaya-Nya adalah sebuah alat penting ketika menghadapi permasalahan dari visi hidup yang kita telah buat. &lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;” Istafti Qolbaka”&lt;/span&gt; kata Rasul, ”Mintalah Fatwa dari hatimu”.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat bertafakkur tuk meraih visi!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1809602497998290381?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1809602497998290381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1809602497998290381&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1809602497998290381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1809602497998290381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/11/tafakur-diri-untuk-sebuah-visi.html' title='Tafakur Diri Untuk Sebuah Visi'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1605170933131736839</id><published>2007-11-11T03:21:00.000+07:00</published><updated>2008-01-29T03:32:42.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan kegiatan'/><title type='text'>LAPORAN REUNI ALUMNI HK ANGKATAN 9</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/RzbSlmBiQvI/AAAAAAAAACs/Z-pk1HQVinE/s1600-h/reuni.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/RzbSlmBiQvI/AAAAAAAAACs/Z-pk1HQVinE/s400/reuni.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131520368739238642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BE CONNECTING AGAIN FRIENDS!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamualaikum!!&lt;br /&gt;Wah, reuninya udahan dari kapan tau,eh,,laporannya baru sekarang..&lt;br /&gt;Gpp ya..maklumlah angkatan sembilan nih emang para aktivis2 yang super sibuk..&lt;br /&gt;Tepatnya pada 19 oktober 2007 lalu, alumni hk angkatan 9 baru aja ngadain reuni nasional dibandung&lt;br /&gt;Nah,diawali dengan cerita rapat panitia ya..&lt;br /&gt;Briefing terakhir di PUSDAI..cerita dari mereka2 yang rapat sih persiapan masih kurang di sana sini,tapi..whew..kurangnya mereka hal amazing yang tercipta,toh reuni tetep jadi kok..Yang paling ribet adalah tentang transport dan logistik. Ya wajarlah buat menjamin kelangsungan hidup kita di atas bukit yang jarang penduduk dan so pasti jauh dari mall (hehehe ya iyalah),panitia kudu kerja keras and usaha,and hasilnya alhamdulillah gak ada ceritanya peserta reuni yang ”kelaparan”,hehe..makasih ya panitia!!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tempat kita reuni adalah vilanya Aa Gym di parompong,parompong itu dari cimahi terus naik ke atas. So pasti dingin,makanya panitia udah woro2 buat pada bawa jaket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita nyampe kesana kira2 jam setengah enam sore setelah acara tunggu menunggu di mesjid agung cimahi,amazing rasanya waktu ngeliat satu persatu rombongan temen2 kita dateng,wajah2 yang udah lama gak pernah kita liat tiba2 muncul di depan mata kita,wajah2 yang kita sering liat baik secara sengaja maupun gak sengaja waktu di hk dulu kala,wajah2 temen2 yang selalu kita rindukan,yang dulu selalu ada di waktu suka dan duka jadi, wajah2 yang penuh semangat dan punya masa depan yang cerah..insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu nyampe kita disambut sama cuaca bandung yang mendung n hujan gerimis,eh ternyata villa kita ada di tempat paling atas daripada villa2 lainnya.Gimana kita nyampe kesana?ya pake angkotlah,panitia udah nyediain 2 angkot bwt ngangkut kita kesana, satu buat ikhwan,satu buat akhwat.Sebenernya peserta ikhwan lebih banyak dari peserta akhwat,tapi sebagian dari mereka pada bawa kendaraan sendiri (kuda zaman sekarang alias motor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem itu setelah kita beresin tempat tinggal masing2,matsurot, shalat berjamaah n makan malem mulailah acara reuni kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan acara pembukaan lalu penanggung jawab (akh.Solehudin) dan ketua panitia (akh.Ibnu Mubarak) pun kasih sambutan. N spesialnya lagi Ust. Imam Suwandi (ayahanda ririn) kasih sedikit prakata buat kita katanya ”Pertahankan silaturahim yang telah ada diantara kalian..”,dan beliau berharap angkatan kita ini bisa menjadi agen2 umat yang bermanfaat,amiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah habis itu kita sharing2an, cerita pun ngalir dari pengalaman2 teman2 kita di lingkungannya masing2, ada yang cerita tentang kuliahnya, ada yang cerita tentang kehidupannya sekarang, ada juga yang cerita tentang pergerakan di kampusnya, sampe akhirnya (hehe dasar aktivis!) pembicaraan jadi lebih fokus ke masalah politik2 gitu..,(ternyata angkatan sembilan pada melek politik ya!),dan pada akhirnya moderator (akh.Muyassar Lidinil Haq) ngingetin kita buat nggak jadiin acara sharing2an itu jadi kuliah sospol,hehehe..lucu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi malem itu sharing2an kita sempet diselingi ama mati lampu berkali2. Udah dingin banget,mati lampu..hihihi, tapi gak ngaruh kok coz abis sharing2annya selesai kita pemilihan icon dan waktu voice count itu tiba2 mati lampu!,hehe,tapi jadinya pemilihan iconnya diulang lagi besok pagi dan terpilihlah M.Husein Abdurrahman sebagai icon alumni angkatan 9.Dan para DeKon (dewan Konsolidasi,semacem dewan syuro gitu) yaitu:Aziz Suhendar, Iya Yaumil, M.Firmansyah, Mekka Madaina Jamil, Nurkhairina, Omah Nurrohmah. Barakallahu lakum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu acaranya bagi2 doorprize, hehe,,, pertanyaannya asik2 juga (contoh pertanyaannya:berapa orang alumni angkatan 9 yang sudah menikah..?,hayoo berapa?) dan abis itu kita tukeran kado, sayangnya cuma para akhwat yang bener2 bawa kado, jadi cuma para akhwat yang tukeran kado. Tapi yang ikhwan gak kalah seru kok, begitu balik ke kota cimahi lagi, mereka semua futsalan bareng, kata salah satu ikhwan “serasa ky maen dilapangan depan kantin dulu” n para akwatnya pulang setelah penuh haru bersalam-salaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, segitu aja kali ya laporannya, over all semuanya nyenengin. Gak ada yang lebih indah selain ketemu temen2 seperjuangan. Gak ada yang lebih indah selain terus berjuang dan bermanfaat buat orang2, dan inget kita gak pernah benar-benar sendirian! teman2 kita  para alumni angkatan 9 di belahan bumi lain pun pasti sedang berjuang!!. Keep in touch ya teman-teman!!Kapan2 kita reuni lagi ya!!n_n&lt;br /&gt;Wasalaamualaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Reported by : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qitsa Qismina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1605170933131736839?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1605170933131736839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1605170933131736839&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1605170933131736839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1605170933131736839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/11/laporan-reuni-alumni-hk-angkatan-9_11.html' title='LAPORAN REUNI ALUMNI HK ANGKATAN 9'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UCc4ikO8ZV0/RzbSlmBiQvI/AAAAAAAAACs/Z-pk1HQVinE/s72-c/reuni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-1552353994535292214</id><published>2007-11-11T03:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T13:42:26.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Untuk Apa Saya Hidup?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Untuk Apa Saya Hidup?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : M. Miftah Al Aflah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan terbesar dalam hidup ini -“ Untuk Apa Saya Hidup?”- yang seharusnya menjadi landasan dasar hidup manusia justru baru ditemukan pada abad ke 20 tepatnya pada tahun 1995 seorang ahli di California University bernama V.S Ramachandran mempelajari ada sebuah fungsi otak ketiga dimana manusia akan terus mencari makna “apa kehidupan itu?” dan “untuk apa seseorang hidup?” yang kemudian terkenal dengan istilah God Spot (titik tuhan)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disaat teknologi berkembang begitu pesat, bangunan-bangunan hampir menyentuh langit, manusia hanya tinggal memencet nomor untuk saling berbicara dalam jarak ribuan mil jauhnya, tetapi ternyata ia tidak tahu, bagaimana caranya berhubungan dengan Tuhan yang telah menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat ilmu kedokteran, ilmu perbintangan, matematika, biologi dll berkembang begitu cepat, tetapi ilmu psikologi yang mempelajari tentang kehidupan manusia itu sendiri justru ditemukan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan nyawa hilang disebabkan pandangan mereka yang amat rendah akan arti sebuah kehidupan. Tercatat 4000 orang yahudi mencoba melakukan bunuh diri tiap tahunnya. Ini fakta lain yang menegaskan bahwa masyarakat Israel memang hidup dalam kekacauan mental. Jumlah kasus bunuh diri yang dihasilkan oleh penelitian itu, ternyata tiga kali lipat lebih banyak dari kasus bunuh diri yang terjadi di negara-negara barat. Tingkat bunuh diri di Israel ini melampaui angka kematian normal di Israel dan angka kematian karena perang. Bahkan di Jepang lebih dari 30 ribu orang melakukan bunuh diri selama tahun 2006. Pada tahun 2003, pelaku bunuh diri di Amerika Serikat golongan usia 10 hingga 24 tahun mencapai 4258 orang, kasus bunuh diri di AS menjadi ancaman kematian ketiga terbesar bagi anak-anak dan remaja. dan banyak lagi kasus-kasus bunuh diri lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditelusuri lebih dalam, kasus bunuh diri yang dilakukan sebagian warga Jepang disinyalir akibat kemiskinan, pada nyatanya Jepang adalah salah satu Negara yang tergabung dalam anggota koalisi G8 yang anggotanya terdiri dari negara2 termaju dan berpendapatan tertinggi didunia (Jerman, Inggris, Amerika, Prancis, Kanada, Italia, Rusia) situasi ini sangatlah berlawanan dengan Indonesia yang pada tahun ini penduduk miskinnya bertambah menjadi 45.7 juta jiwa, tetapi kasus bunuh diri di negara kita malah masih menjadi sesuatu yang  aneh dibicarakan. juga sebagian murid sekolah di Jepang melakukan bunuh diri hanya disebabkan teguran yang berlebihan dari guru sekolah. (mungkin akan lain ceritanya jika ini terjadi di Negara kita. bisa jadi justru gurunya lah yang akan dicegat dan mendapatkan ancaman dari preman-preman teman murid tadi ketika pulang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi yang terjadi di Israel, umumnya kasus bunuh diri yang terjadi dinegara zionisme ini dilakukan oleh orang Yahudi klan Ethiopia. Mereka dianggap menderita tekanan mental karena perlakuan rasis yang mereka alami akibat perbedaan warna kulit. (Dahulu mengapa agama islam berkembang pesat di Indonesia salah satunya karena orang miskin banyak tertindas dengan sistem kasta yang menyudutkan mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan kasus-kasus bunuh diri akan terus eksist disetiap tahunnya --umumnya terjadi pada Negara-negara non muslim, Jepang tak terusik diurutan teratas pada klasemen sementara diikuti Israel diurutan kedua, kemudian Negara-negara barat dan Amerika membuntuti setelahnya. -- selama mereka belum bisa menjawab sebuah pertanyaan&lt;br /&gt;“Untuk Apa Saya Hidup? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;“Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah kepada Allah”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(Q.S Adz Dzariyat : 56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- sebuah jawaban yang tersirat dalam Al Quran 15 abad yang lalu (god spot)-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-1552353994535292214?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/1552353994535292214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=1552353994535292214&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1552353994535292214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/1552353994535292214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/11/untuk-apa-saya-hidup_11.html' title='Untuk Apa Saya Hidup?'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-7818522045587627140</id><published>2007-10-27T17:41:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T13:42:26.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Umum'/><title type='text'>Be Thankful</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Be Thankful&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Ojie Romanisti&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berusahalah bersyukur atas kesulitan yang engkau hadapi, sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah bagimu…”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sobat Generasi Haka sembilan dimanapun kalian berada.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;izayyukum ya gama’ah?kuwaisyin?!&lt;/span&gt; Wah, senangnya akhirnya kita punya “rumah sendiri”, tempat kita berkumpul bersama, ngobrol, saling berbagi cerita, berbagi kabar, dan canda tawa. Kehadiran blog angkatan kita ini harus, wajib, kudu en patut kita syukuri lho, setelah sekian lama kita tunggu-tunggu,  mudah-mudahan dengan kehadirannya bisa menjadi sarana untuk saling mempererat tali silaturahim diantara kita semua dan juga bisa menjadi tempat untuk melejitkan potensi diri. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wa bilkhusus syukron katsiron&lt;/span&gt; buat pak admin, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jazakumullah khaerul jazaa&lt;/span&gt; atas segala usahanya yang telah membangun serta yang akan mengelola “rumah “ kita ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada Bang Ishman yang telah ikut meramaikan blog generasi Haka sembilan ini, saya salut sama tulisan anda,  walaupun sedikit tapi syarat makna, menurut saya tulisan anda memiliki hubungan dengan artikel sebelumnya, yaitu tulisan akh. Ahmad Adi. Keduanya sama-sama menjelaskan tentang arti pentingnya sebuah visi yang menjadi faktor kesuksesan seseorang. Dan tulisan saya dibawah ini juga pada dasarnya adalah lanjutan dari kedua artikel tersebut. Hmmm..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;’ala fikr&lt;/span&gt;, tulisan sementara yang ada diblog kita ko’ temanya tentang motivasi terus yaa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman yang sedang mengalami masa-masa sulit,  diuji dengan ekonomi yang susah, di timpa masalah keluarga, masalah pribadi yang bertumpuk, diuji dengan kekurangan fisik dari mulai lahiriahnya atau kekurangan fisik karena ditimpa musibah akibat kecelakaan, pernah mengalami masa lalu yang kelam, masa lalu yang tidak pantas untuk di tengok kembali, stress karena masalah yang tidak kunjung usai. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Don’t be Sad&lt;/span&gt;,Ayo bangkitlah segera!!”&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Chaiyooo&lt;/span&gt;..!! Benar tuh kata bang Ishman, kekurangan yang kamu miliki serta kesulitan yang kamu alami bukanlah alasan untuk tidak berhasil, akan tetapi bagaimana kamu mengubah kesulitan itu agar kemudian menciptakannya menjadi sebuah kesempatan dan peluang. Kawan, berusahalah bersyukur atas kesulitan yang engkau hadapi, sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah atas keterbatasan yang kita miliki, karena hal itu memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri…&lt;br /&gt;Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita diberikan kesempatan untuk tumbuh menjadi dewasa…&lt;br /&gt;Bersyukurlah saat dimana kita tidak mengetahui sesuatu, karena hal itu memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar …&lt;br /&gt;Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan karena selama itulah kita diberikan kesempatan untuk terus berusaha.(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lamunan wis due kabeh apa maning jeh sing pengen digulati&lt;/span&gt;!!) he3..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ma’leisy&lt;/span&gt;, keceplosan pakai bahasa leluhur.&lt;br /&gt;So..&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Be Thankful&lt;/span&gt;!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kalau bang Ishman banyak mengambil contoh deretan orang suksesnya kebanyakan dari kalangan non-muslim, saya mencoba menambahkan dari kalangan muslimnya Dari golongan sahabat nabi nih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siji&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abdullah bin Ummi maktum&lt;/span&gt;, walaupun buta beliau adalah pahlawan pembawa panji perang.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Loro&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amr bin Jamuh&lt;/span&gt; walaupun pincang beliau berhasil menggapai syurga dengan kaki pincang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Telu&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahsy bin Harb &lt;/span&gt;walaupun masa lalunya adalah seorang pembunuh beliau dijamin masuk syurga.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Papat&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bilal bin Rabah&lt;/span&gt; walaupun bekas seorang budak yang kulitnya hitam kelam terumpahnya terdengar lebih dahulu di syurga. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Truz&lt;/span&gt;,dari golongan ulama kontemporernya nih ada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;syeikh Ahmad Yassin&lt;/span&gt; walaupun lumpuh, beliau seorang pemimpin, yang seruan-seruannya didengar dan diikuti oleh banyak orang kemudian ada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;syeikh Abdullah bin Baaz&lt;/span&gt; walaupun buta beliau adalah seorang mufti terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka bisa sukses dan berhasil walaupun secara fisik mereka serba kekurangan?? Jawabannya sudah dijawab pada tulisan bang Ishman, yaitu visi yang kuat.Tapi ada sedikit tambahan  bahwasanya selain visi dan cita-cita yang besar ada dua hal lagi yang menurut saya sangat penting sekali. Sobat Haka 9’ers masih inget khan waktu training motivasi di pondok yang dipandu oleh Mas Arif Dahsyat? temanya kalo tidak salah tentang Self Motivation, dua hal yang akan saya tambahkan ini kurang lebih diambil dari kata-katan Mas Arif yang disebut oleh beliau dengan variabel sukses dan disimpulkan  dalam sebuah rumus : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Visi + Motivasi + Aksi = Prestasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt; yang kuat, dengan modal semangat yang kuat ini kita akan mampu terdorong untuk berusaha melakukan yang terbaik sehingga hasilmya juga akan maksimal,motivasi ini bisa datang dari diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan. Tapi ingat, motivasi terkuat ada pada diri kita sendiri. Kedua adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aksi&lt;/span&gt;, kalau hanya memiliki visi dan motivasi saja itu tidak cukup, perlu adanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;action&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘amal&lt;/span&gt; dari kita, tentunya amal yang berkualitas, amal yang kontinyu, dan perlu dicatat ke istiqomahan kita disini sangat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;muhim awiy&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laa tansa&lt;/span&gt;, libatkanlah Allah dalam menjalani semua proses ini, diawali dengan niat yang ikhlas dan tulus &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lillahi ta’ala&lt;/span&gt; hanya mengharapkan keridhoan-Nya sampai kepada sikap tawakal dengan menyerahkan hasilnya kepada Zat Yang Maha Berkehendak.”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Faidza ‘azamta fa tawakkal ‘alallah&lt;/span&gt;.” Mereka yang diuji oleh Allah dengan kekurangan fisik saja bisa meraih sukses, apalagi yang diberikan oleh Allah kesempurnaan fisik?? Multisukses harus bisa kita raih dong, baik sukses jangka pendek yaitu di dunia maupun sukses jangka panjang yaitu di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah rohimakumullah, mudah-mudahan kita semua adalah termasuk calon generasi sukses yang akan membuat perubahan di dunia ini.. Amiin ya robb!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;izayyukum ya gama’ah&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (bahasa ‘ammiyah mesir) : gimana kabar kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kuwaisyin &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(bahasa ‘ammiyah mesir ) : fine, baik (bentuk jamak) &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;’ala fikr&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (bahasa ‘ammiyah mesir) : btw, ngomong-ngomong.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ma’leisy&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (bahasa ‘ammiyah mesir) : sorry, ma’af&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;muhim awiy&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (bahasa ‘ammiyah mesir) : penting sekali.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laa tansa&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; : jangan lupa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lamunan wis due kabeh apa maning jeh sing pengen digulati&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (bahasa jawa cirebon) : kalau semuanya sudah kita punya,apalagi yang mau dicari.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;siji, loro, telu, papat&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (bahasa jawa cirebon): satu, dua, tiga, empat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1852014880555194370-7818522045587627140?l=generasihk9.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://generasihk9.blogspot.com/feeds/7818522045587627140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1852014880555194370&amp;postID=7818522045587627140&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7818522045587627140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1852014880555194370/posts/default/7818522045587627140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://generasihk9.blogspot.com/2007/10/be-thankful.html' title='Be Thankful'/><author><name>generasihk9</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10940606435260437457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1852014880555194370.post-6488343100481855315</id><published>2007-10-25T16:55:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T13:45:00.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Breaking The Limits</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kita semua hidup di langit yang sama, tetapi tidak semua orang punya cakrawala yang sama”&lt;/span&gt; (Konrad Adenauer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdullah terlahir sebagai yatim. Abdullah bin Abi Ma’sud adalah seorang sahabat Nabi yang betisnya kecil, Abu Hurairrah hidup dari pemberian Rasulullah, Thomas Alva Edison adalah penjual Koran di kereta api, Julias Caesar menderita penyakit ayan, Napoleon Bonaparte berasal dari kelas rendahan dan tidak cerdas (peringkat enam puluh lima di akademi militer dengan murid enam puluh enam). Beethoven seorang yang tuli. Plato berpunggung bungkuk dan Stephen Hawkings ahli fisika moderen yang lumpuh, bicara mengunakan bantuan chip.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bacalah sejarah, maka anda akan menemukan fakta besar. Bahwa hidup dalam kekurangan dan keterbatasan bukan alasan untuk tidak sukses. Lalu apa yang mampu membangkitkan raksasa tidur dalam dirinya, api yang tak pernah padam? Jawabannya adalah visi dan cita-cita besar. Konrad Adenauer mengatakan, “Kita semua hidup di langit yang sama, tetapi tidak semua orang punya cakrawala yang sama.” Hanya mereka yang mampu melihatnya dan mentransformasikan dalam jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mengapresiasi hadirnya blog alumni pesantren Husnul Khotimah angkatan IX ini. Semakin melengkapi keberadaan website Islah, &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.islahzone.org/"&gt;www.islahzone.org&lt;/a&gt; Sebagai sarana informasi dan komunikasi ukhuwah. Semuanya berasal dari impian tentunya, tapi mimpi saja tidak cukup perlu diwujudkan. Jika anda berkunjung ke kampus ITB, anda akan menemukan satu slogan, satu perbuatan nyata lebih bermakna dari seribu kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya ingin menyatakan, berbahagialah orang-orang yang hidup kekurangan, hidup dengan bermacam keterbatasan. Tapi mereka mampu bangkit. Sejarah membuktikan orang-orang besar lahir dalam ketidaksempurnaan. Betapa banyak fakta menyatakan, hidup nyaman, tanpa tantangan, linear adalah awal keterpurukan. Kekurangan bukan dalih untuk tidak sukses. Pilihannya hanya dua, We make a history or became history.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjend Islah Pusat 2007-2009&lt;br /&gt;Muhammad Ishman Almaududi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&g
